Kepemimpinan visioner berperan strategis dalam mengarahkan transformasi lembaga pendidikan agar lebih adaptif, inklusif, dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan menelaah pelaksanaan kepemimpinan visioner kepala sekolah, strategi peningkatan mutu, serta tantangan dan solusinya di SLB Dharma Asih dan SLB Negeri Kraksaan. dengan menggunakan pendekatan studi multi kasus di SLB Dharma Asih Kraksaan dan SLB Negeri Kraksaan, mengkaji perumusan visi-misi, strategi peningkatan mutu, serta tantangan internal dan eksternal yang dihadapi kepala sekolah. Hasil peneltian menunjukkan bahwa kedua kepala sekolah menerapkan kepemimpinan visioner melalui visi inklusif, partisipasi warga sekolah dalam keputusan, penguatan budaya mutu, serta fokus pada keterampilan dan kemandirian siswa. Di SLB Dharma Asih, pendekatan bersifat humanis dan berbasis nilai spiritual, sedangkan di SLB Negeri Kraksaan lebih sistematis melalui program terstruktur dan manajemen sekolah. Kendala utama meliputi keterbatasan tenaga pendidik kompeten, rendahnya keterlibatan orang tua, dan minimnya dukungan kebijakan daerah. Meski demikian, strategi kepala sekolah terbukti efektif membangun komitmen bersama dan meningkatkan layanan pendidikan. Di Sekolah Luar Biasa (SLB), kepemimpinan ini dituntut tidak hanya merumuskan visi jangka panjang, tetapi juga memobilisasi potensi sekolah untuk menjawab kebutuhan kompleks Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan visioner serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan pemangku kepentingan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan SLB secara optimal dan berkelanjutan