Agus Sulthoni Imami
Universitas Nurul Jadid

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran PAI Melalui Nadzom Guna Membentuk Ranah Afektif Siswa Di MI Nurul Mun’im Sholahuddin Al-Farisi; Agus Sulthoni Imami
CENDEKIA PENDIDIKAN Vol 5 No 3 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cendekiapendidikan.v5i3.8623

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui nadzom dalam membentuk ranah afektif siswa di MI Nurul Mun’im. Fokus kajian meliputi bentuk nadzom sebagai strategi pembelajaran, proses implementasinya dalam kegiatan belajar mengajar, serta implikasinya terhadap perkembangan sikap siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa kelas III serta V yang terlibat dalam pembelajaran berbasis nadzom. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nadzom yang digunakan merupakan karya guru yang disusun dalam bahasa Indonesia melalui adaptasi nadzom Imrithi dan Aqidatul Awam sehingga lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik siswa. Secara struktural, nadzom memiliki unsur ritmis dan repetitif yang mendukung penguatan memori sekaligus keterlibatan emosional siswa. Implementasi strategi dilakukan melalui apersepsi, pembacaan bersama, hafalan, metode sorogan, dan refleksi nilai. Proses tersebut mendorong partisipasi aktif, interaksi sosial, dan pemahaman materi yang lebih mendalam. Implikasi pembelajaran menunjukkan peningkatan ranah afektif siswa yang ditandai oleh berkembangnya minat belajar, antusiasme, tanggung jawab, dan kemampuan ekspresif. Selain itu, suasana kelas menjadi lebih interaktif dan kondusif serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator internalisasi nilai. Dengan demikian, strategi pembelajaran berbasis nadzom efektif mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif dalam pembelajaran PAI.
Pemberdayaan Guru dalam Terapi Kolase sebagai Media Adaptasi Sosial Santri Pesantren Agus Sulthoni Imami; Uswatun Hazanah; Faiqotul Masruro; Halima
Transformative Service Journal Vol 1 No 3 (2025): Desember
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67490/mumtaza.v1i3.308

Abstract

Social adaptation is essential for new students entering the pesantren environment, where they must adjust to a more disciplined, structured, and collective lifestyle. Limited adaptive ability often leads to difficulties in interaction, feelings of awkwardness, low self-esteem, and reduced learning motivation. Companion teachers hold a strategic role in guiding students through this transition, yet many still lack the skills to utilize creative media that support self-expression and interpersonal engagement. To address this need, this community service program focuses on strengthening teachers’ capacity to apply collage therapy as an alternative medium for facilitating social adaptation.Implemented at Pesantren Zainul Anwar, Kraksaan, Probolinggo, the program involved companion teachers and newly enrolled students. Activities were conducted through six stages: needs assessment, program dissemination, training and workshops, collage therapy implementation, mentoring and monitoring, and final evaluation. Using an experiential learning approach, the training emphasized hands-on practice and simulation. The results show improved teacher competence in facilitating collage-based activities and increased student interaction, cooperation, self-expression, and confidence. The program highlights collage therapy as an effective method that can be sustainably integrated into creative mentoring strategies within pesantren settings.