Kharisatuz Zulfiana
IAI Faqih Asy'ari Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran BUMDES Untuk Kesejahteraan Masyarakat Dalam Perspektif Maqosid Syariah Muhamad Ali Tamrin; Kharisatuz Zulfiana
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.5552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha-usaha yang telah didirikan oleh BUMDES untuk mensejahterakan masyarakat Desa Kasembon apakah sudah memenuhi kebutuhan masyarakat dan juga memenuhi kriteria perspektif Maqasid Syari’ah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field research), adapun penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, wawancara dilakukan kepada pengelola BUMDES dan juga masyarakat Desa Kasembon. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan pengelolaan usaha yang didirikan BUMDES, dan dokumentasi digunakan sebagai pelengkap guna memperoleh data sebagai bahan informasi yang berupa data-data yang berhubungan dengan penelitian. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa usaha BUMDES Karya Maju untuk mensejahterakan masyarakat Desa Kasembon dengan cara mendirikan beberapa unit usaha yang mana dengan mendirikan beberapa unit usaha tersebut bisa membantu meringankan kesulitan yang ada pada masyarakat Kasembon. Adapun unit usaha BUMDES Karya Maju adalah pipanisasi, pengambilan sampah, wisata rafting, pendopo kali uceng, alun-alun kasembon. Dari ke 5 unit usaha yang didirikan hampir semua sudah bisa berjalan sesuai harapan, akan tetapi dalam hal pipanisasi masih belum maksimal. Dalam hal kesejahteraan yang disesuaikan dengan Maqasid syari’ah menurut pendapat imam As-Syatibi harus memenuhi 5 unsur yaitu hifdu diin, hifdu nafs, hifdu ‘aql, hifdu maal, hifdu nasb. Unit usaha yang didirikan BUMDES kurang maksimal dalam hifdu nafsnya.