Susan Kustiawan
Universitas Pelita Bangsa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Generasi Emas: Peran Lansia di Atas 70 Tahun dalam Dunia Kerja Jepang yang Unik dan Dinamis Dian Sudiantini; Herwan Herwan; Susan Kustiawan; Pebrianti Pebrianti
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6088

Abstract

Penuaan populasi di Jepang telah menciptakan dinamika sosial dan ekonomi yang unik, di mana lansia, khususnya mereka yang berusia di atas 70 tahun, terus memainkan peran penting dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi dan peran lansia dalam sektor ketenagakerjaan Jepang, serta memahami faktor-faktor yang mendorong partisipasi mereka di usia lanjut. Dengan menggunakan pendekatan campuran, penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif mendalam terhadap pekerja lanjut usia, pengusaha, serta pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia Jepang memiliki karakteristik yang khas dalam hal ketahanan fisik dan mental, yang berkontribusi pada produktivitas dan stabilitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian, manufaktur tradisional, dan layanan lokal. Lansia juga dipandang sebagai sumber pengetahuan dan pengalaman yang tidak tergantikan, yang menjadi nilai tambah bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, meski lansia memberikan kontribusi signifikan, tantangan seperti keterbatasan fisik, adaptasi teknologi, dan risiko kesehatan tetap menjadi perhatian yang perlu diatasi melalui kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan dukungan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan intervensi kebijakan yang tepat, seperti pelatihan keterampilan teknologi dan penyesuaian tempat kerja, peran lansia dalam dunia kerja dapat terus berkembang, mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial Jepang. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi negara-negara dengan populasi yang menua dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI METODE FIFO DALAM PENGELOLAAN BAHAN BAKU UNTUK MEMINIMALISIR MATERIAL REJECT DI UMKM GRILLSA Nur Aisyah Shinta Balqis; Susan Kustiawan; Agung Nugroho
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12811

Abstract

ABSTRACT Grillsa MSME is a culinary business facing problems in its raw material storage system due to the suboptimal implementation of the First In First Out (FIFO) method, which potentially increases the risk of material reject caused by the deterioration of raw material quality during storage. This study aims to identify the condition of the raw material storage system, analyze the factors causing material reject, and implement the FIFO method as an effort to minimize material reject at Grillsa MSME. The research employed a descriptive quantitative method with a Plan-Do-Check-Action (PDCA) approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while Pareto Diagram and Fishbone Diagram analyses were used to identify the dominant types and root causes of rejects. The Pareto analysis revealed that the highest reject rate was caused by meat discoloration, accounting for 71% of total rejects. Fishbone analysis indicated that the main causes were the lack of optimal FIFO implementation, the absence of shelf-life identification, and disorganized storage conditions. Improvement actions were carried out through raw material grouping based on type, storage layout rearrangement, color labeling for shelf-life identification, and the development of standard operating procedures (SOPs) for raw material storage. The implementation of FIFO resulted in a more organized storage system, easier identification and retrieval of materials according to their arrival sequence, and a reduced risk of material reject. Therefore, the FIFO method proved effective in improving raw material inventory management and maintaining raw material quality during storage. ABSTRAK UMKM Grillsa merupakan usaha kuliner yang menghadapi permasalahan pada sistem penyimpanan bahan baku yang belum menerapkan metode First In First Out (FIFO) secara optimal sehingga berpotensi meningkatkan risiko material reject akibat penurunan kualitas bahan baku selama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sistem penyimpanan bahan baku, menganalisis faktor-faktor penyebab material reject, serta menerapkan metode FIFO sebagai upaya meminimalisir material reject di UMKM Grillsa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan Diagram Pareto dan Diagram Fishbone untuk mengidentifikasi jenis serta akar penyebab reject yang dominan. Hasil analisis Pareto menunjukkan bahwa reject tertinggi terjadi pada daging yang mengalami perubahan warna dengan persentase sebesar 71%. Analisis Fishbone menunjukkan bahwa penyebab utama material reject meliputi belum diterapkannya FIFO secara optimal, tidak adanya identifikasi masa simpan bahan baku, serta kondisi penyimpanan yang belum teratur. Tindakan perbaikan dilakukan melalui pengelompokan bahan baku berdasarkan jenis, penataan ulang layout penyimpanan, penggunaan label warna sebagai identifikasi masa simpan, dan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) penyimpanan bahan baku. Hasil penerapan FIFO menunjukkan peningkatan keteraturan sistem penyimpanan, kemudahan dalam identifikasi dan pengambilan bahan baku sesuai urutan kedatangan, serta berkurangnya risiko material reject. Dengan demikian, metode FIFO terbukti efektif dalam mendukung pengelolaan persediaan bahan baku dan menjaga kualitas bahan baku selama proses penyimpanan.  
Generasi Emas: Peran Lansia di Atas 70 Tahun dalam Dunia Kerja Jepang yang Unik dan Dinamis Dian Sudiantini; Herwan Herwan; Susan Kustiawan; Pebrianti Pebrianti
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i1.6088

Abstract

Penuaan populasi di Jepang telah menciptakan dinamika sosial dan ekonomi yang unik, di mana lansia, khususnya mereka yang berusia di atas 70 tahun, terus memainkan peran penting dalam dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi dan peran lansia dalam sektor ketenagakerjaan Jepang, serta memahami faktor-faktor yang mendorong partisipasi mereka di usia lanjut. Dengan menggunakan pendekatan campuran, penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif dan wawancara kualitatif mendalam terhadap pekerja lanjut usia, pengusaha, serta pembuat kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia Jepang memiliki karakteristik yang khas dalam hal ketahanan fisik dan mental, yang berkontribusi pada produktivitas dan stabilitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian, manufaktur tradisional, dan layanan lokal. Lansia juga dipandang sebagai sumber pengetahuan dan pengalaman yang tidak tergantikan, yang menjadi nilai tambah bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Namun, meski lansia memberikan kontribusi signifikan, tantangan seperti keterbatasan fisik, adaptasi teknologi, dan risiko kesehatan tetap menjadi perhatian yang perlu diatasi melalui kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan dukungan sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa dengan intervensi kebijakan yang tepat, seperti pelatihan keterampilan teknologi dan penyesuaian tempat kerja, peran lansia dalam dunia kerja dapat terus berkembang, mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial Jepang. Penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi negara-negara dengan populasi yang menua dalam merancang kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.