Faizal Kurniawan
Universitas Insan Budi Utomo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ketimpangan Gender dalam Akses Pendidikan di Desa Umbu Kawolu Kabupaten Sumba Tengah Krisna Rambu Kaita Wewi; Faizal Kurniawan
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 5 No. 1 (2024): (JUNI 2024) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v5i1.9161

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal yang paling penting di dalam kehidupan ini. Melalui pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kualitas hidupnya dan memajukan bangsa Serta ikut serta dalam pembangunan dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan yang ia miliki.Isu mengenai ketidaksetaraan gender yang terjadi di masyarakat mengakibatkan perbedaan Pandangan terhadap peran laki-laki dan perempuan. Karena perbedaan konsep gender ini, Mengakibatkan perbedaan dalam peran antara laki-laki dan perempuan. Hal tersebut menjadi Tantangan bagi pemerintah dalam mewujudkan kebijakan untuk melindungi hak-hak Perempuan untuk mencapai kesetaraan gender agar dapat berperan dan memiliki kesempatan Yang sama untuk membangun kehidupan dan generasi bangsa yang cerdas.perempuan merupakan kelompok kelas dua, dan posisinya terdapat di Bawah laki-laki. Padahal dalam dunia pendidikan semua manusia, laki-laki dan Perempuan memiliki hak sama untuk memperolehnya. Pendidikan yang Merupakan ranah belajar bagi laki-laki dan perempuan, justru keberadaannya lebih Digandrungi oleh laki-laki dari pada perempuan. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh Pandangan patriarki, yaitu pendapat yang berpandangan bahwa laki-laki lebih tinggi Kedudukan dan derajatnya daripada perempuan.
Tradisi Ta'zir dalam Pendidikan Santri Generasi Z di Pondok Pesantren I’annatus Sholikhah; Faizal Kurniawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.60

Abstract

Santri jenjang SMP dan SMA/SMK saat ini merupakan bagian dari generasi z. Hal ini kemudian menjadi tantangan bagi pesantren karena genarazi z cenderung mendapat stereotip negatif berupa perilakunya yang dianggap unik. Pesantren sebagai salah satu agen sosialisasi memiliki tugas menanamkan nilai norma keislaman bagi setiap santri. Salah satu alat untuk melakukan sosialisasi di pondok yaitu menggunakan tradisi ta’zir. Tradisi ta’zir menjadi salah satu cara pesantren untuk mensosialisasikan nilai-nilai keislaman pada pribadi santri. Maka pada penulisan artikel ini, penulis ingin mengetahui apakah tradisi ta’zir masih revelan dilakukan pada generasi z. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Riyadlul Qur’an dengan subjek informan santri jenjang SMP. Melalui penelitian kualitatif dengan metode wawancara penulis menemukan data bahwa tradisi ta’ziran masih efektif dilakukan kepada santri generasi z. Terbukti ada perubahan perilaku santri setelah mendapat ta’ziran. Secara umum terdapat tiga perubahan yang dirasakan satrisantri. Ketiga perubahan tersebut yaitu perubahan diri menjadi disiplin, perubahan diri menjadi lebih bertanggung jawab, dan behenti melakukan tindakan penyimpangan.