Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Islamic Business Ethics in Fiqh on the Transaction of Corn Crops by Estimation System in Nagari Sumanik, Salimpaung District, Tanah Datar Regency Taufik Hidayat; Ardiles Admi; Ari Yonata; Eldaneti Eldaneti; Reni Siska; ⁠Siti Asiyah Nasution
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum2391

Abstract

Muamalah is a human activity that cannot be separated from life, which aims to obtain income and fulfil life's needs in order to achieve a better life. The Principles of Islamic Business Ethics was analyzed to find how it affects the income earned by farmers. It aims to add to the khazanah literature in the field of muamalah in particular. One of them is the trade relationship (buying and selling), which is encountered in daily life. Buying and selling activity is a form of muamalah transaction recommended by Islam. People often do it easily, without knowing whether the buying and selling transactions carried out are contrary to muamalah fiqh. Therefore, in its process, the pillars and conditions must be fulfilled to avoid voiding and damaging the transaction as happened in the practice of buying and selling corn by estimation in Nagari Sumnaik. The objectives of this study are to find out the buying and selling process, its practice, and the Islamic Business Ethics perspectives of muamalah fiqh on buying and selling corn with the estimation system. The method used descriptive qualitative sourced from primary and secondary data. Data collection techniques were through interviews, documentation, observation. The data analysis method used qualitative descriptive analysis. The results of this study indicated that the buying and selling process of corn with estimation system in Nagari Sumanik is not valid because there are conditions that are not fulfilled according to Islamic provisions, as well as the unfair element of compulsion in setting prices and not given the right khiyar if something unwanted happens in the estimation buying and selling transaction.
Strategi Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Harau Eldaneti Eldaneti; Muhamad reza; Marganof Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 OKTOBER 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.8535

Abstract

Penyuluh pertanian berperan penting dalam mendukung pembangunan pertanian melalui peningkatan kapasitas petani, diseminasi inovasi, dan pendampingan penerapan teknologi. Namun, peningkatan kompetensi penyuluh masih menghadapi berbagai tantangan yang berasal dari faktor internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kompetensi penyuluh pertanian, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi peningkatan kompetensi, serta merumuskan strategi peningkatan kompetensi penyuluh pertanian di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Responden terdiri atas penyuluh pertanian dan pengurus kelompok tani yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Matriks IFAS, Matriks EFAS, Matriks IE, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh pertanian secara umum berada pada kategori baik berdasarkan persepsi penyuluh maupun petani. Analisis IFAS menghasilkan skor 3,07 yang menunjukkan kondisi internal tergolong kuat, sedangkan analisis EFAS menghasilkan skor 3,00 yang menunjukkan lingkungan eksternal memberikan peluang yang besar bagi peningkatan kompetensi penyuluh. Posisi strategi berada pada Kuadran I (Grow and Build), sehingga strategi yang direkomendasikan berfokus pada peningkatan kompetensi teknis dan digital penyuluh, pengembangan penyuluhan berbasis digital yang dipadukan dengan penyuluhan tatap muka, serta penguatan koordinasi dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan.Kata kunci: SWOT, IFAS, EFAS, penyuluhan digital, pengembangan kapasitas