Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANAL1SIS BEBAN PENCEMARAN, KAPASITAS ASIMILASI DAN TINGKAT PENCEMARAN DALAM UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN PERAIRAN DANAU MANINJAU Marganof, Marganof; Darusman, Latifah K; Riani, Fain; Pramudya, Bambang
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 01 (2007)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.12.01.8-14

Abstract

Water quality in Maninjau Lake has been thereatened by organic and inorganicmatters that are flown into the lake. The pollution sources arc many activitiesaround the lake such as residential area, husbandry, agriculture, an fish culture onthe lake (floating net cage). These activities result in huge pollution laods and thetrends are predicted to increase. Understending on the pollution loads, polluitonsources and asssimilativc capacity are important in formulating pollution controltechniques in lake waters. The objectives of the research was to determine level ofpollution waters of Maninjau Lake. The results of this research showed thatpollution load parameter susch as Total Suspended Solid (TSS), ChemicalOxygen Demand (COD), Biochemical Oxygen Demand (BOD) and TotalPhosphorus were very high. All parameters of pollution loads have ciceded itsasssimilative capacity. The level of pollution in the study site is classified asmedium category.
ANALISIS PERMINTAAN OBJEK WISATA ALAM LUBUK MINTURUN KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG SUMATERA BARAT Marganof Marganof
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 3 (2022): Vol 4 No. 3 Edisi 2 April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.611 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v4i3.1650

Abstract

Tujuan dari penelitian Analisis Biaya Permintaan Objek Wisata Pemandian Alam Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi wisata alam Pemandian Lubuk Minturun dan mengetahui besaran nilai ekonomi yang ditunjukkan dengan surplus konsumen dan besar kesediaan jumlah membayar dan mengetahui pengaruh variabel  biaya perjalanan, pendapatan, pendidikan, jarak dan usia terhadap tingkat kunjungan per 1000 penduduk pertahun. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai dengan September 2015 di Objek Wisata Pemandian Alam Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, Sumatera Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung terhadap responden di lapangan dan melakukan wawancara dengan menggunakan kusioner. Teknik analisis yang digunakan yakni metode biaya perjalanan (Travel Cost Method). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan berdasarkan tingkat kunjungan jenis kelamin sebagian besar adalah laki-laki (51,82%) dan perempuan (48,18%), Usia rata-rata sebagian besar 19-22 tahun (51,82%) dan terkecil di atas 50 tahun (3,63%), tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA/SMK/MA (54,55%) dan yang terendah D3 (2,73%), jenis pekerjaan sebagian besar adalah mahasiswa (48,18%) dan terkecil pensiunan (2,72%), pendapatan sebagian besar adalah Rp. 500.000 - 1.500 000 (62,72%) dan terkecil > 3.500.000 (0,90%), Jenis kenderaan yang paling banyak adalah sepeda motor (92,72%) dan paling sedikit  mobil (7,27%), jenis kunjungan sebagian besar adalah rombongan (56,36%) dan paling sedikit keluarga (7,27%), tujuan berkunjung rekreasi adalah (100%), tingkat kunjungan yang paling tinggi adalah lebih dari tiga (50%) dan yang terendah pertama (16,36%), tingkat kepuasan terhadap fasilitas adalah memuaskan (48,18%) dan terendah kurang memuaskan (8,18%), tingkat kepuasan terhadap pengelolaan adalah memuaskan sebesar (62,72%) dan terendah kurang memuaskan (23,63%). Nilai ekonomi kesediaan berkorban adalah 625.699.599, nilai yang dikorbankan 613.573.186, dan nilai surplus konsumen 121.264.428,7.Kata kunci:  Analisis permintaan, metode biaya perjalanan, nilai ekonomi, wisata alam,   Pemandian Lubuk Minturun.
MODEL PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU BERBASIS NIRLIMBAH (ZERO WASTE) : STUDI KASUS DI KOTA PADANG Marganof Marganof
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.33 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1620

Abstract

Pada umumnya penanganan sampah di kota-kota besar termasuk Kota Padang, masih menggunakan pendekatan “and of pipe” yakni penanganan sampah mulai dari pewadahan (on site handing), pengumpulan (collecting), pemindahan (transfer), pengangkutan (transport), dan pembuangan (disposal). Hal ini dilakukan setelah sampah menumpuk dan sistem pembuangan sampah masih berorientasi pada lahan TPA. Seiring dengan meningkatnya jumlah timbulan sampah kota (2.955 m3/hari) dan keterbatasan lahan di kota-kota besar, maka pembuangan sampah ke TPA dengan sistem sanitary land fill menjadi tidak cocok lagi untuk diterapkan. Disamping sistem tersebut membutuhkan lahan yang luas juga biaya operasional yang tinggi. Diprediksi untuk membuang sampah ke TPA dengan sistem sanitary landfill atau control landfill memerlukan biaya operasional yang sangat tinggi.Peningkatan timbulan sampah saat ini di Kota Padang, sangat jauh melebihi peningkatan sarana pengelolaan dan kapasitas pelayanan. Akibatnya, sampah memjadi masalah lingkungan hidup yang serius di kota-kota besar yang menuntut penanganan secara cepat, tepat dan professional. Peningkata timbulan sampah dan semakin sulitmya mencari lahan sebagai tempat pembuangan akhir (TPA), maka minimasi sampah disumbernya untuk mengurangi ketergantungan pada lahan menjadi prioritas utama kebijakan penanganan sampah kota. Sistem daur ulang sampah terpadu berbasis zero waste yang mengintegrasikan sistem 3 R (redeuce, reuse, recycle) dengan sistem incenerasi dapat menjadi pilihan yang tepat bagi penanganan sampah di kota-kota besar.  Penanganan masalah sampah di kota-kota besar dalam upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kota yang bersifat kompleks dan dinamik, sehingga penanganan masalah sampah tidak dapat lagi diselesaikan hanya dengan pendektan teknis semata, tetapi harus dilakukan dengan pendekatan terpadu secara sistem dengan melibatkan seluruh kelompok terkait (stakeholder). Pendekatan kesisteman yang dilandasi tiga filosofi dasar yaitu, goal oriented, holistic, dan efectiviness dapat menjadi solusi terbaik sebagai pendekatan pengelolaan sampah kota. Hal ini didasari karena pada pendekatan kesisteman  dimana semua kepentingan stakeholder dapat diharmonisasikan dan berbagai variabel yang terkait dengan persoalan sampah dapat disinergiskan. Sehingga tindakan yang perlu dilakukan untuk mengendalikan perilaku sistem kedepan sesuai dengan yang diinginkan dapat dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan strategi penanganan sampah kota yang terintegratif sesuai dengan perkembangan kota dan pengendalian lingkungan hidup melalui pengembangan model sistem dinamik pengelolaan sampah kota. Penelitian ini dalakukan dengan  3 (tiga) tahapan; yaitu (1) analisis kebutuhan stakeholder, (2) pengumpulan data, dan (3) pengembangan model sistem dinamaik pengelolaan sampah.
KEANEKARAGAMAN TANAMAN OBAT YANG BERPOTENSI DI TAMAN HUTAN RAYA BUNG HATTA LUBUK KILANGAN KOTA PADANG SUMATERA BARAT Marganof Marganof
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Edisi 2 Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.157 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i2.1689

Abstract

Penelitian tanaman obat ini telah dilaksanakan pada bulan Desember hingga Februari 2020, bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman obat yang berada di kawasan Taman Hutan Raya Bung Hatta serta pemanfaatannya oleh masyarakat sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi dan wawancara. Data yang didapatkan dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan tumbuhan yang didapatkan adalah sebanyak 42 jenis dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat masih banyak yang memanfaatkan tanaman obat yang berasal dari alam . Kerapatan adalah jumlah individu per - unit luas. Dari penelitian yang dilakukan terdapat tanaman obat jenis katarak (Istoma longiflora) dengan kerapatan tinggi yaitu 0,003 dan Kerapatan Relatif 0,144928%, sedangkan untuk kerapatan paling rendah yaitu Gandarusa dengan kerapatan 0,0001 dan Kerapatan Relatifnya 0,004831. Organ tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun dan yang paling sedikit adalah batang, dengan cara pengolahan yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara direbus.Kata Kunci : Taman Hutan Raya Bung Hatta, istoma longiflora, tumbuhan obat, daun,gandarusa.
Pengembangan Ekowisata Air Terjun Lubuk Hitam Untuk Pelestarian Lingkungan Di Teluk Kabung Utara Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang Marganof Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4579

Abstract

Ekowisata merupakan bentuk perjalanan wisata ke area alami yang bertujuan untuk mengkonservasi lingkungan, melestarikan kehidupan, dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dalam pengembangan ekowisata di Air Terjun Lubuk Hitam. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Teluk Kabung Utara, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dengan penerapan Analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa pada Ekowisata Air Terjun Lubuk Hitam terdapat keutamaan yakni keindahan alam dan keramahan masyarakat sekitar. Sedangkan kelemahannya berupa kurangnya sarana dan prasarana, minimnya promosi, buruknya menejemen pengelolaan, rendahnya kemauan masyarakat untuk mengelola lokasi ekowisata agar bisa menambah pendapatan masyarakat, serta lokasi yang dekat dari jalan raya, adapun ancamannya berupa kurangnya wawasan masyarakat tentang ekowisata, tingginya premanisme, kurangnya perawatan dan minimnya tenaga profesional. Keyword: Ekowisata,i , d eskriptif-kualitatif, a c cidental s ampling, a nalisis SWOT
KARAKTERISASI BAKTERIOSIN PADA BAKTERI ASAM LAKTAT Lactobacillus paracasei DARI VIRGIN COCONUT OIL Fauzan Fauzan; Suryani Suryani; Marganof Marganof; Yuliesi Purnawati
Jurnal Katalisator Vol 5, No 1 (2020): KATALISATOR
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jk.v5i1.5300

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO), so far known for its many uses due to its high lauric acid content. But apparently not only that but the presence of lactic acid bacteria that contain bacteriocin. Where bacteriocin is a peptide that has the ability to inhibit the growth of bacteria and fungi that are pathogenic, can even kill the virus. The purpose of this study was to characterize the bacteriocin present in the Lactobacillus paracasei lactic acid bacteria found in the VCO oil layer. Characterization was carried out in 4 types, namely the ability to grow LAB on the medium carried out by varying a certain pH; The ability of bacteriocin is produced in a medium with a certain pH variation, then analyzes the antimicrobials; The resistance of the bacteriocin to heating with certain temperature variations; Determination of Molecular Weight with SDS-PAGE. The best partial purification results are precipitation with 40% and 60% ammonium sulfate. For the ability to grow LAB, it was able to grow at pH 2-9, the ability of bacteriocin microbial activity at pH 2-6 for E Coli, pH 2-9 for B Sbtillis and pH 2-10 for the test bacteria Listeria monocytogenes and S aureus. This bacteriocin is resistant to 121 0C heating. So it can be concluded that this bacteriocin can live in humansVirgin Coconut Oil (VCO), selama  ini  dikenal  banyak sekali kegunaan nya disebabkan  kandungan asam lauratnya yang tinggi. Tetapi ternyata tidak hanya itu melainkan  adanya bakteri asam laktat yang mengandung bakteriosin. Dimana bakteriosin adalah peptide yang mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang berisifat patogen, bahkan dapat membunuh virus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi bakteriosin yang ada pada bakteri asam laktat  Lactobacillus paracasei yang terdapat pada lapisan minyak VCO.Adapun penelitian ini dimulai dengan mengisolasi bakteriosin menggunakan media MRSB (Merck), pemurnian bakteriosin nya dengan purifikasi parsial  menggunakan  metoda pengendapan  Ammium Sulfat. Karakterisasi dilakukan 4 macam, yaitu Kemampuan tumbuhnya  BAL pada medium dilakukan dengan memvariasikan pH tertentu; Kemampuan bakteriosin dihasilkan pada medium dengan variasi pH tertentu, kemudian menganalisa antimikrobanya; Ketahanan bakteriosin tersebut pada pemanasan dengan variasi temperatur tertentu; Penentuan Berat Molekul dengan SDS-PAGE. Hasil purifikasi parsial yang paling bagus adalah pada pengendapan dengan 40% dan 60% ammonium sulfat . Untuk kemampuan tumbuh BAL, ternyata mampu tumbuh pada pH 2-9, Kemampuan aktivitas mikroba bakteriosin pada pH 2-6 untuk E Coli, pH 2-9 untuk B Sbtillis dan pH 2-10 untuk bakteri uji Listeria monocytogenes dan S aureus.  Bakteriosin ini tahan sampai pemanasan 121 0C. Sehingga dapat disimpulkan bakteriosin ini bisa  hidup pada manusia
Potensi Deforestasi Ekosistem Mangrove Serta Dampaknya Terhadap Nagari Kataping Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Marganof Marganof; Gusmardi Indra; Endri Gustami
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5321

Abstract

AbstrakSaat ini keberadaan hutan di Indonesia semakin hari terus berkurang akibat deforestasi hutan. Pada tahun 2019 tercatat luas mangrove sebesar 3,31 juta hektar dengan kondisi mangrove baik 2,67 juta hektar dan mangrove kritis 0,63 juta hektar. Salah satu penyebab kerusakannya yaitu konversi lahan pembangunan tambak. Di Nagari Kataping saat ini sedang maraknya pembangunan tambak udang sehingga dapat mengancam ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui komposisi dan struktur mangrove, mengetahui luas ekosistem mangrove dan tambak, mengetahui nilai kehilangan mangrove, dan mengetahui dampak yang akibat pembangunan tambak udang terhadap masyarakat. Metode yang digunakan adalah menghitung komposisi dan struktur mangrove, deliniasi citra dari Google Earth tahun 2016-2020 dan wawancara secara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan komposisi mangrove yang ditemukan sebanyak 19 jenis yaitu 4 mayor, 1 minor dan 14 asosiasi. Terdapat 9 jenis pohon dengan kerapatan 7.220 pohon/Ha. Luas ekosistem mangrove di Nagari Kataping tahun 2016 seluas 62,17 Ha hingga tahun 2020 memiliki luas 58,55 Ha sehingga mangrove yang hilang seluas 3,62 Ha maka didapatkan jumlah pohon yang hilang sebanyak 28.230,2 pohon. Dampak yang ditimbulkan oleh masyarakat akibat pembangunan tambak udang adalah berkurangnya hasil ikan nelayan dan berkurangnya minat masyarakat untuk memanfaatkan hasil mangrove.Kata kunci: Ekosistem, mangrove, deforestasi, tambak udang, komposisi dan struktur
Evaluasi Implementasi Program Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Di Kabupaten Agam Zufren, Zufren; Reza, Muhamad; Marganof, Marganof
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.5777

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cepat kadang tidak diikuti oleh produksi pangan. Alih fungsi lahan adalah penyebab utama berkurangnya lahan pertanian pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi serta menemukan faktor faktor yang mempengaruhi implementasi program perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Agam. Metode yang digunakan  adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengambilan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara  dengan informan kunci dari perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan program ditambah informan pendukung. Analisis data berupa tahapan reduksi data, penyajian data lalu penarikan kesimpulan. Hasil analisis dan pembahasan data menunjukkan bahwa implementasi perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Agam belum berjalan maksimal. Adapun penyebabnya karena belum adanya data nama dan alamat  pemilik lahan, koordinasi dan komunikasi antar perangkat daerah yang belum maksimal, program insentif dan sanksi belum terlaksana, belum adanya komunikasi antara pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan petani pemilik lahan sebagai sasaran program. Untuk itu disarankan Pemerintah Daerah perlu menetapkan nama dan lokasi yang menjadi sasaran perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan menetapkan peraturan daerah khusus tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan pembentukan kelompok kerja.Kata kunci: pangan, LP2B,kualitatif deskriptif, kelompok kerja
Potensi Wisata Dan Pengembangannya Di Nagari Limau Gadang Lumpo Kecamatan Iv Jurai Kabupaten Pesisir Selatan Marganof, Marganof; Istiqamah, Lidya Putri; Yumarni, Yumarni
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Vol 20 No. 01 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i1.7559

Abstract

Nagari Limau Gadang Lumpo, Pesisir Selatan Regency, has natural tourism potential such as Batu Biduak River, Sarasah Talang Waterfall, rafting, and camping grounds. This potential supports the development of community-based ecotourism in the buffer zone of Kerinci Seblat National Park. However, tourism management remains limited due to inadequate infrastructure, lack of promotion, and low community capacity in management. This study aims to identify tourism potential and formulate appropriate development strategies in Nagari Limau Gadang Lumpo, IV Jurai District, Pesisir Selatan Regency. The area possesses various natural tourism assets, such as Sarasah Talang Waterfall, Batu Biduak River, and a camping ground, which have not yet been optimally managed. This research employs a qualitative descriptive method through observation, interviews, and literature review. The analysis refers to the ADO-ODTWA guidelines and uses SWOT analysis. The results indicate that most assessment aspects fall into the "Feasible" and "Highly Feasible" categories for development. The proposed development strategies focus on infrastructure improvement, training for the tourism awareness group (Pokdarwis), and digital-based promotion. This study contributes to the management of community-based and environmentally sustainable tourism. Keywords: Tourism Potential, Development, ADO-ODTWA, SWOT, Ecotourism