Robo Marliana Rahayu
Administrasi Kesehatan, Universitas Yarsi Pratama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DEMAM BERDARAH DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA Ria Setia Sari; Rianti Rianti; Siti Napsiah; Yulis Setyawati; Upit Sarimanah; Rini Lestari; Desi Mardianingsih; Robo Marliana Rahayu; Yuli Riviyanti; Febi Ratnasari; Ariani Kairunisa Nasution
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23285

Abstract

Abstrak: Pada akhir tahun 2023 sudah mulai pergantian dari musim panas ke musim penghujan. Hal tersebut akan menyebabkan tersebarnya nyamuk yang menimbulkan demam berdarah, yang dikarenakan cepatnya pertumbuhan jentik nyamuk. Berdasarkan pengamatan kelompok selama hampir satu minggu di Ruang Dahlia Bawah, didapati banyak keluarga atau orangtua pasien yang menggantungkan baju, selimut, bahkan handuk di handrail tempat tidur. Hal tersebut akan mengundang nyamuk untuk hinggap di pakaian-pakaian yang tergantung tersebut. Tujuan pendidikan kesehatan: Meningkatkan ppengetahuan orang tua tentang pencegahan dan penanganan demam berdarah. Metode: yang digunakan adalah ceramah, diskusi/tanya jawab, serta memberikan kuesioner pre dan kusioner post bekerja sama dengan perawat diruang dahlia RSUD Kabupaten Tangerang. Hasil kegiatan: pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan pengetahuan orang tua tentang pencegahan dan penanganan DBD dari kuesioner sebelumpendidikan Kesehatan dilakukan didapat hasil Tingkat pengetahuan sebesar 40% dan setelah kegiatan terjadi pengaruh pengetahuan pencegahan dan penanganan DBD sebanyak 98,8%.Abstract: At the end of 2023 the change from summer to rainy season will begin. This will cause the spread of mosquitoes which cause dengue fever, which is due to the rapid growth of mosquito larvae. Based on group observations for almost a week in the Lower Dahlia Room, it was found that many families or parents of patients were hanging clothes, blankets and even towels on the bed handrail. This will invite mosquitoes to land on the hanging clothes. Health education objective: Increase parents' knowledge about preventing and treating dengue fever. Methods: used were lectures, discussions/questions and answers, as well as providing pre- and post-questionnaires in collaboration with nurses in the Dahlia ward at Tangerang District Hospital. Activity results: the influence of Health Education on parents' knowledge about preventing and treating dengue fever. From the questionnaire before the Health Education was carried out, the knowledge level was 40% and after the activity the influence of knowledge on preventing and treating dengue fever was 98.8%.
Identifikasi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Petugas Manual Handling Di Lingkungan Warehouse PT MK Ragunan Jakarta Selatan Tahun 2021 Robo Marliana Rahayu; Rizky Caranggono; Yuli Riviyanti; Ariani Kairunnisa; Ikhsan Nurahman
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1923

Abstract

Aktivitas manual material handling (MMH) yang dilakukan secara tidak ergonomis berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja. Paparan beban statis yang diterima otot secara berulang dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pada sendi, ligamen, dan tendon. Kondisi kerja manual di area warehouse dengan keterbatasan fasilitas bantu menjadi faktor penting yang perlu dikaji terkait risiko ergonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada petugas warehouse PT MK di Ragunan, Jakarta Selatan tahun 2021. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 50 responden. Penilaian risiko ergonomi dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), sedangkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) diukur dengan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) berhubungan secara signifikan dengan usia, masa kerja, postur kerja, berat beban, durasi dan frekuensi kerja, waktu kerja, tingkat pencahayaan, serta kondisi workstation. Postur kerja yang tidak ergonomis dan aktivitas angkat-angkut dengan beban berat merupakan faktor dominan terhadap peningkatan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas manual handling dengan risiko ergonomi tinggi berperan penting terhadap terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs) pada pekerja warehouse. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian ergonomi melalui perbaikan postur kerja, penyesuaian beban dan waktu kerja, peningkatan kondisi lingkungan kerja, serta penerapan program K3 secara berkelanjutan.