Riyanti Isaskar
Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN ECO-ENZYME DAN PEMASARAN PRODUK TURUNANNYA MELALUI MEDIA SOSIAL PADA KABUPATEN PASURUN Riyanti Isaskar; Abdul Wahib Muhaimin; Budi Setiawan; Agustina Shinta HW; Dwi Retno Andriani; Wisynu Ari Gutama; Neza Fadia Rayesa; Febriananda Faizal; Dina Novia Priminingtyas; Destyana Ellingga Pratiwi; Della Aprilia; Wenny Mamilianti; Rosiatul Ainiyah; Dessy Cahyaning Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24296

Abstract

Abstrak: Permasalahan lingkungan menjadi masalah yang cukup kompleks saat ini, dimana Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang turut menyumbang timbunan sampah cukup besar yaitu sebesar 4.110,04 ton/hari. Dimana 38,27% dari sampah tersebut adalah sampah rumah tangga dengan komposisi sampah terbesar adalah sampah organik yaitu sekitar 75%. Dengan demikian, diperlukan pendampingan untuk mengolah sampah organik tersebut salah satunya menjadi eco enzyme dan produk turunannya yang nantinya hasil dari olahan tersebut dapat dipasarkan melalui media sosial yang ada. Begitupula dengan keadaan di Desa Baledono, Kabupaten Pasuruan yang juga memiliki timbunan sampah organik yang cukup melimpah. Oleh karena itu, pendampingan tersebut sangat penting untuk dilakukan sehingga dapat meningkatkan softskill maupun hardskill dari masyarakat Desa Baledono. Kegiatan pendampingan di Desa Baledono dilaksanakan bersama dengan anggota kelompok tani maupun anggota kelompok wanita tani dengan jumlah peserta mencapai 30 orang yang dilaksanakan di balai Desa Baledono. Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan hingga masyarakat Desa Baledono dapat mengolah limbah yang ada menjadi eco enzyme dan produk turunannya dengan persentase peningkatan kemampuan dari mitra mencapai 85%, yang didapatkan dari hasil evaluasi berupa pre test dan juga post test.Abstract: Environmental problems are quite complex problem at the moment, where East Java Province is one of the provinces that contributes to quite a large amount of waste, namely 4,110.04 tons/day. Where 38.27% of the waste is household waste with the largest waste composition being organic waste, around 75%. Thus, assistance is needed to process organic waste, one of which is into eco enzyme and its derivative products, which can then be marketed through existing social media, likewise with the situation in Baledono Village, Pasuruan Regency, which also has quite abundant piles of organic waste. Therefore, this assistance is very important to provide so that it can improve the soft skills and hard skills of the people of Baledono Village. Mentoring activities in Baledono Village were carried out together with members of farmer groups and members of farmer women's groups with a total of 30 participants and were carried out at the Baledono Village hall. This mentoring activity was carried out until the people of Baledono Village could process existing waste into eco enzyme and its derivative products with a percentage increase in partner capabilities reaching 85%, which was obtained from the evaluation results in the form of pre-tests and post-tests.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN PRODUK OLAHAN BERBASIS MIKRO ALGAE PADA KELOMPOK TANI WANITA SRI TANJUNG KABUPATEN MALANG Agustina Shinta Hartati; Riyanti Isaskar; Fitria Dina Riana; Zainal Abidin; Gladys Oryz Berlian; Priskilah Febi Widya Ningrum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.30710

Abstract

Abstrak: Kebutuhan sumber pangan yang inovatif, berkelanjutan, dan bernilai gizi tinggi menjadi salah satu kebutuhan yang mendesak untuk masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan analisis permasalahan yang ada di KWT Sri Tanjung, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang yaitu kurangnya pengetahuan tentang manfaat mikroalga. Tujuan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui manfaat mikroalga untuk kesehatan, selain itu juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui inovasi inovasi produk turunan dari mikroalga. Pengabdian ini dilakukan dengan kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Kegiatan yang dilakukan di KWT Sri Tanjung dengan peserta pengabdian sebanyak 34 peserta Pengabdian ini memiliki 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap sosialisasi dan pendampingan, dan tahap monitoring dan evaluasi. Berdasarkan evaluasi dan monitoring menggunakan kuesioner setelah dilakukannya sosialisasi dan pendampingan menunjukkan bahwa peserta pengabdian memiliki pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan baru dalam membudidayakan mikroalga. Persentase jawaban tertinggi dari peserta menunjukkan bahwa peserta sangat setuju bahwa mikroalga bisa menjadi pangan alternatif di masa depan (68.75%) dan mikroalga dapat menjadi sumber protein (65,63%). Hal tersebut menunjukkan bahwa pendampingan yang telah dilakukan mampu memberikan dampak baik kepada masyarakat.Abstract: The need for innovative, sustainable, and high nutritional value food sources is one of the urgent needs for the community. This community service activity was carried out based on an analysis of the problems that exist in KWT Sri Tanjung, Sukosari Village, Kasembon District, Malang Regency, namely the lack of knowledge about the benefits of microalgae. The purpose of this community empowerment is carried out so that the community can find out the benefits of microalgae for health, but also to improve the community's economy through innovation of microalgae derivative products. This service was carried out with socialization and mentoring activities. Activities carried out at KWT Sri Tanjung with 34 service participants This service has 3 stages, namely the preparation stage, the socialization and mentoring stage, and the monitoring and evaluation stage. Based on evaluation and monitoring using questionnaires after socialization and mentoring, it shows that service participants have new knowledge, understanding, and skills in cultivating microalgae. The highest percentage of answers from participants showed that participants strongly agreed that microalgae could be an alternative food in the future (68.75%) and microalgae could be a source of protein (65.63%). This shows that the mentoring that has been carried out is able to have a good impact on the community.