Syafri Anwar
Departemen Geografi, Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI MITIGASI BENCANA BANJIR UNTUK MEMBANGUN SEKOLAH TANGGUH BENCANA DI NAGARI PELANGAI Febriandi Febriandi; Syafri Anwar; Afdhal Afdhal; Ernawati Ernawati; Lailatur Rahmi; Sri Mariya; Beni Aulia; Mentari Dian Pertiwi; Septiana Vratiwi; Ahyuni Ahyuni; Rery Novio; Bigharta Bekti Susetyo; Annisa Yudita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33540

Abstract

Abstrak: Bencana banjir merupakan salah satu ancaman utama yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di nagari Pelangai. Sekolah-sekolah di wilayah ini menjadi salah satu institusi yang paling terdampak akibat bencana banjir, yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar, kerusakan sarana dan prasarana pendidikan, serta meningkatnya risiko bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan edukasi mitigasi bencana banjir untuk membangun sekolah tangguh bencana di nagari pelangai bertujuan untuk menerapkan model edukasi mitigasi bencana banjir yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan sekolah di nagari Pelangai. Dengan adanya program ini, sekolah diharapkan dapat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi bencana banjir, sehingga proses pendidikan dapat tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat. Mitra dalam program ini terbagi menjadi dua, pertama warga sekolah MTsN 12 Pesisir Selatan sebanyak 35 orang, dan masyarakat nagari Pelangai sebanyak 48 orang. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan siswa tentang mitigasi bencana banjir, peningkatan kesiapan sekolah dalam menghadapi bencana melalui penyusunan rencana kontinjensi dan pelaksanaan simulasi bencana, serta kemampuan siswa dan warga sekolah dalam memberikan respon cepat terhadap peringatan dini yang disimulasikan. Peningkatan pengetahuan siswa dan masyarakat di evalusi menggunakan angket wawancara dan observasi. Hal ini akan menjadikan sekolah tersebut menjadi sekolah tangguh bencana. Selain itu, peningkatan pemahaman tentang mitigasi bencana banjir sebanyak 80%, keterlibatan mitra dalam program sebanyak 86%, kemapuan praktik simulasi evakuasi sebanyak 71% dan kepuasan mitra terhadap program sebanyak 83%. terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kode-kode peringatan dini bencana dan simulasi bencana sebanyak 89%.Abstract: Flood disasters are one of the main threats faced by communities in various regions of Indonesia, including the nagari of Pelangai. Schools in this region are among the institutions most affected by flood disasters, which disrupt the teaching and learning process, damage educational facilities, and increase risks for the safety of students and educators. Community service aimed at providing education on flood disaster mitigation to build disaster-resilient schools in the nagari of Pelangai aims to implement a flood disaster mitigation education model that aligns with the characteristics of the area and the needs of schools in the nagari of Pelangai. With this program, schools are expected to become more resilient in facing disasters floods, so that the educational process can continue to run well even in emergency conditions. The partners in this program are divided into two, first the school community of MTsN 12 Pesisir Selatan consisting of 35 people, and the community of Nagari Pelangai consisting of 48 people. The results of this service show an increase in students' knowledge about flood disaster mitigation, an increase in the school's preparedness for facing disasters through the development of contingency plans and the implementation of disaster simulations, as well as the ability of students and school staff to respond quickly to simulated early warnings. The increase in knowledge of students and the community is evaluated using interview questionnaires and observations. This will make the school a disaster resilient school. In addition, there is an increase in understanding of flood disaster mitigation by 80%, involvement of partners in the program by 86%, ability to practice evacuation simulations by 71%, and partner satisfaction with the program by 83%. There has been an increase in public knowledge regarding disaster early warning codes and disaster simulations by 89%.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN PENDIDIKAN DAN KECAKAPAN HIDUP BAGI ANAK PUTUS SEKOLAH DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Lailatur Rahmi; Syafri Anwar; Rahmulyani Fitriah; Yulia Permata Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26390

Abstract

Abstrak: Kabupaten Kepulauan Mentawai menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka putus sekolah akibat faktor geografis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya-upaya strategis yang dapat meningkatkan kesadaran pendidikan dan kecakapan hidup bagi anak-anak putus sekolah di wilayah tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melahirkan program yang berperan dalam mengedukasi anak-anak putus sekolah melalui indikator kecakapan hidup, diantaranaya kecakapan mengenal diri (self awarness) atau kemampuan personal (personal skills), kecakapan sosial (social skills), dan kecakapan vokasional (vocational skills). Kami melakukan wawancara dan observasi menyeluruh pada anak-anak desa matobe yang mengalami masalah serius pada jarak sekolah yang mengakibatkan mereka harus putus sekolah. Untuk itu, demi meningkatkan kecakapan hidup anak-anak desa matobe diberikan workshop praktik pembuatan ecoprint sederhana, memberikan sosialisasi pengenalan tentang pendidikan seks, serta kemampuan belajar berbahasa Indonesia yang baik. Hasil dari kegiatan ini yaitu anak-anak desa Matobe bisa memiliki kecakapan hidup diantaranya memiliki keterampilan pengenalan dan pendidikan seks yang berguna untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang kesehatan reproduksi dan hubungan yang sehat, mimiliki kecakapan hidup dengan mampu berbahasa Indonesia yang baik serta memiliki kecakapan membuat bahan produk dari kain dengan teknik ecoprint sederhana.Abstract: Mentawai Islands Regency faces serious challenges related to the high dropout rate due to geographical, social, and economic factors. This study aims to identify strategic efforts that can increase educational awareness and life skills for school dropouts in the region. This service activity aims to give birth to a program that plays a role in educating school dropouts through life skills indicators, including self-awareness or personal skills, social skills, and vocational skills. We conducted thorough interviews and observations on children in Matobe village who experienced serious problems with school distance resulting in them having to drop out of school. For this reason, in order to improve the life skills of the children of Matobe village, a practical workshop on making simple ecoprints was given, providing socialization of introduction to sex education, as well as good Indonesian language learning skills. The result of this activity is that the children of Matobe village can have life skills, including having sex introduction and education skills that are useful to improve their understanding of reproductive health and healthy relationships, having life skills by being able to speak good Indonesian and having the ability to make product materials from fabric with simple ecoprint techniques.