Wahyu Wahyu
Prodi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI GERAKAN MASYARAKAT DALAM PENURUNAN STUNTING Jumain Jumain; Wahyu Wahyu; Agustinus Talindong; Subardin AB; Robert V. Pelima; Lexy Kareba; Rikwan Rikwan; Parmi Parmi; Veny Mornalita Kolupe
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22819

Abstract

Abstrak: Stunting jika tidak segera ditangani akan berdampak buruk dimasa depan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah melakukan sosialisasi kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita dengan cara pemberian informasi tentang stunting karena dapat membentuk perilaku yang baik. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan ibu tentang cara pencegahan stunting. Kegiatan sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dengan media powerpoint dan leafleat yang dihadiri 20 orang ibu. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dengan melihat hasil jawaban yang diperoleh dari pretest dan posttes dari pada peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebelum diberikan sosialisasi terdapat 19 ibu (95%) dengan pengetahuan kurang tentang stunting dan setelah diberikan sosialisasi terjadi peningkatan pada pengetahuan ibu menjadi baik sebanyak 17 ibu (85%). Saran yang dapat diberikan adalah perlu adanya peningkatan sosialisasi atau penyuluhan tentang stunting.Abstract: Stunting, if not treated immediately, will have negative impacts in the future. One effort that can be made to prevent stunting is by conducting outreach to pregnant women and mothers with toddlers by providing information about stunting because it can shape good behavior. This outreach activity aims to increase mothers' understanding and knowledge about how to prevent stunting. This socialization activity used the counseling method using PowerPoint and leaflets which was attended by 20 mothers. Evaluation is carried out in this activity by looking at the results of the answers obtained from the pretest and posttest from the participants. The result of this activity was that there was an increase in mothers' knowledge scores before being given the socialization, there were 19 mothers (95%) with poor knowledge about stunting and after being given the socialization there was an increase in mothers' knowledge to good for 17 mothers (85%). Suggestions that can be given are the need to increase socialization or education about stunting.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN DAN PENYEBARAN HIV/AIDS Jumain Jumain; Noviany Banne Rasiman; Helmi Rumbo; Agustinus Talindong; Wahyu Wahyu; Subardin AB
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.27845

Abstract

Abstrak: Permasalahan pada anak remaja yang menjadi harapan serta generasi penerus bangsa Indonesia. Pencegahan penyakit HIV/AIDS ini perlu dijaga oleh remaja atau siswa SMP agar tidak berdampak buruk pada kesehatan secara komprehensif yang tentunya merugikan generasi saat ini. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahun siswa-siswi tentang HIV/AIDS. Kegiatan ini menggunakan metode berupa penyuluhan kesehatan dari tim dosen dibantu mahasiswa dengan peserta anak remaja SMP BK yang berjumlah 28 siswa. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dengan melihat hasil jawaban yang diperoleh dari pretest dan posttest dari peserta. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan skor pengetahuan siswa-siswi sebelum diberikan sosialisasi terdapat kategori kurang (<65%) sebanyak 13 orang dan setelah dilakukan sosialisasi mengalami peningkatan yang signifikan pada pemahaman dan pengetahuan siswa-siswi menjadi rata-rata masuk kategori baik (>75%) sebanyak 22 orang. Saran yang dapat diberikan sosialiasi HIV/AIDS sangat dianjurkan dan dapat dilakukan secara rutin karena dalam sosialisasi yang dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang HIV/AIDS.Abstract: Problems with teenagers who are the hope of the next generation of the Indonesian nation. Prevention of HIV/AIDS needs to be maintained by teenagers or junior high school students so that it does not have a comprehensive negative impact on health which is certainly detrimental to the current generation. This activity aims to increase students' understanding and knowledge about HIV/AIDS. This activity uses a method in the form of health education from a team of lecturers assisted by students with 28 BK Middle School teenagers participating. Evaluation is carried out in this activity by looking at the results of the answers obtained from the pretest and posttest from the participants. The result of this activity was that there was an increase in the knowledge scores of the students before the socialization was given, there were 13 people in the poor category (<65%) and after the socialization there was a significant increase in the students' understanding and knowledge, the average was in the good category (> 75%) as many as 22 people. Suggestions that can be given on HIV/AIDS socialization are highly recommended and can be carried out routinely because the socialization carried out can increase students' knowledge about HIV/AIDS.