Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Self Efficacy Pasien Stroke di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Haji Surabaya Jumain Jumain; Abu Bakar; Rachmat Hargono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk214

Abstract

Stroke patients experience weakness, a negative impact that is felt to decrease self efficacy to heal resulting in lazy thoughts of activity. These beliefs greatly affect the patient's personal life including adherence to the therapy given as treatment This study aims to describe the self efficacy of stroke patients in inpatient installations. Quantitative descriptive research. The self efficacy variables of stroke patients who were temporarily admitted to the Inpatient Installation were 70 stroke patients. The research phase in the form of interviews begins on February 20 until March 20, 2019. Data obtained were analyzed using frequency distribution. Respondents with low self efficacy were 49 respondents (70.0%) and respondents with moderate self efficacy were 21 respondents (30.0%). Conclusion: for 2 months stroke patients' self efficacy obtained a low average self efficacy felt by stroke patients. Keywords: self efficacy; stroke patients ABSTRAK Pasien stroke mengalami kelemahan, dampak negatif yang dirasakan adalah menurunnya efikasi diri untuk sembuh yang mengakibatkan pikiran malas beraktifitas. Keyakinan ini sangat mempengaruhi kehidupan pribadi pasien termasuk kepatuhan terhadap terapi yang diberikan sebagai pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efikasi diri pasien stroke di instalasi rawat inap. Penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel self efficacy pasien stroke yang sementara waktu dirawat di Instalasi Rawat Inap adalah 70 pasien stroke. Fase penelitian dalam bentuk wawancara dimulai pada 20 Februari hingga 20 Maret 2019. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Responden dengan self efficacy rendah adalah 49 responden (70,0%) dan responden dengan self efficacy sedang adalah 21 responden (30,0%). Kesimpulan: Selama 2 bulan efikasi diri adalah rata-rata rendah yang dirasakan oleh pasien stroke. Kata kunci: self efficacy; pasien stroke
SELF-EFFICACY OF STROKE PATIENTS AT THE INPATIENT INSTALLATION ROOM OF SURABAYA HAJI GENERAL HOSPITAL Jumain Main; Rachmat Hargono; Abu Bakar
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 2 No. 4 (2019): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.622 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v2i4.154

Abstract

Stroke is a nerve function disorders that impact on the quality of life. This study aimed to describe the level of self-efficacy among stroke patients at the Inpatient Installation room of Surabaya Haji Hospital. A descriptive survey study was applied in this study. Seventy samples were selected by using a consecutive sampling technique. The investigation started from February 20 to March 20, 2019. Data were analyzed using descriptive statistics. The results reported that most of the patients were low self-efficacy (70,0%), while 30% of patients were moderate self-efficacy (30,0%). In conclusion, it showed that the majority of patients were low self-efficacy and need to be considered by healthcare providers before designing the nursing intervention. Keywords: self-efficacy, stroke patients
EFEK YOGA TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI : A SYSTEMATIC REVIEW Jumain
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.547 KB)

Abstract

Introdution : Hipertensi adalah penyakit gaya hidup, yang mempengaruhi jumlah besar dari populasi di seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah untuk mempelajari efek intervensi Yoga dalam pengobatan ringan pada fungsi otonom jantung pada pasien hipertensi penting untuk menjaga tekanan darah dalam kisaran normal. Non- farmakologis yang dianjurkan untuk mengendalikan tekanan darah normal salah satunya adalah yoga. Melalui sistimatik review ini, peneliti akan menilai keefektifan yoga dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Methods: Pencarian artikel menggunakan PECOT framework di database; Ebsco, Science direct, Elseiver, Sage Journal, Scopus, ProQuest, dibatasi rentang 7 tahun terakhir; 2010 s/d 2017 didapatkan 15 Jurnal Internasional dan dilakukan systematic review, pada ke lima belas jurnal tersebut. Result: Dari lima belas jurnal yang telah direview, keseluruhan menyatakan bahwa yoga sangat dapat mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Conclusion: sistematik review ini sangat menyarankan intervensi yoga sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.Kata Kunci: Respon Time, Kepuasan Keluarga, Gawat Darurat
PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA TENTANG PENCEGAHAN COVID -19 DI DESA SIPI KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA Jumain; Reski Anjeli
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.862 KB)

Abstract

Corona Virus Disease (COVID-19) merupakan pandemik yang sangat meresahkan masyarakat, data yang didaptkan dari Pustu di Desa Sipi Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala di peroleh 1 orang terkonfirma- si positif Covid-19. Berdasarkan observasi dan dari hasil wawancara terhadap 15 orang di desa Sipi Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala tentang bagaimana pencegahan Covid-19, 9 dari 15 orang menjawab belum mengetahui sepenuhnya cara pencegahan Covid-19, dan 6 dari 15 orang menjawab mengetahui cara pencegahan Covid-19 tapi masih belum menerapkan cara pencegahan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan keluarga tentang pencegahan Covid-19 didesa Sipi Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala. Jenis penelitian adalah deskriptif. Variabel penelitian ini pengetahuan dan sikap keluarga, tentang jenis data yaitu data primer dan data sekunder, sampel penelitian ini 67 responden. Hasil analisis menunjukan pengetahuan kurang (17.5%), cukup (61.8%) dan baik (20.7%). Hasil pada 67 responden sikap kurang (70.1%) sikap cukup (28.4%) dan sikap (1.5%). Kesimpulan bahwa lebih banyak keluarga mempunyai pengetahuan cukup baik. Sedangkan sikap keluarga sangat kurang. Saran diharapakan kepada pemerintah desa agar selalu mengontrol, memotivasi, membimbing, mengayomi masyarakat untuk menambah pengetahuan dan sikap keluarga tentang pencegahan Covid-19 dan melibatkan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan-penuluhan terkait Covid- 19.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG NYERI PASIEN PASCA BEDAH DI RUANG PERAWATAN BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TORA BELO KABUPATEN SIGI Jumain; Silva
Pustaka Katulistiwa : Karya Tulis Ilmiah Keperawatan Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1736.049 KB)

Abstract

Surgery is a treatment that uses an invasive method by opening the part of the body to be treated. A preliminary study conducted by researchers on December 10, 2019 on 5 nurses in the surgical treatment room of the Tora Belo Hospital, Sigi Regency, 3 nurses said that pain in surgical patients was part of the wound process due to trauma experienced. Another nurse said that surgical patients can be given painkillers. The results of interviews with surgical patients that nurses only give anti-pain medications recommended by doctors. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of nurses about the management of postoperative pain in the surgical treatment room of the Tora Belo Regional General Hospital, Sigii Regency. This type of research is descriptive research. The variables in this study were nurses' knowledge and attitudes about postoperative pain. This research was conducted in the surgical treatment room of the Tora Belo Regional General Hospital, Sigi Regency. The data used are primary data and secondary data. Data analysis using univariate analysis. The population in this study amounted to 16 people and the sampling method with the total population. The results of the univariate analysis of respondents with good knowledge of 75%, respondents with sufficient knowledge of 25%. Respondents behaved well 62.6%, moderate attitude 31.2%, attitude less 6.2%. The conclusion in this study was that most of the respondents had good knowledge and attitudes of nurses about post-surgical patient pain in the surgical treatment room of the Tora Belo Regional General Hospital, Sigi Regency. It is recommended that nurses in the surgical treatment room of the Tora Belo Regional General Hospital, Sigi Regency increase their knowledge and attitudes in handling postoperative pain
EVALUASI PENCAPAIAN KESEHATAN DASAR BASIC SIX DI PUSKESMAS BALINGGI KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG Ni Kadek Armini; Jumain
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Kesmas Februari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.356 KB)

Abstract

Capaian pelaksanan kesehatan dasar Basic Six Puskesmas yang bermutu sesuai target yang ditetapkan merupakan salah satu indikator penting dalam kinerja Puskesmas. Untuk mengukur keberhasilan pencapaian program kesehatan dasar Basic Six Puskesmas perlu adanya kegiatan evaluasi. Hasil cakupan Basic Six di Puskesmas Balinggi untuk program Basic Six belum semua mencapai target. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak 98,85%, Upaya Promosi Kesehatan 96,1%, Upaya Kesehatan Lingkungan 89,78%, Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat 93,13%, Upaya Pencegahan Penyakit Menular 82,81% dan Upaya Pengobatan 90,4%. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya Evaluasi Program Pencapaian Basic Six di Puskesmas Balinggi Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Variabel dalam penelitian ini yaitu input, proses dan output. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas Basic Six yang bekerja di Puskesmas Balinggi yaitu 37 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan Input untuk Program Basic Six dari segi pembiayaan sudah mencukupi walaupun pencairan pembiayaan masih sering terlambat. Dari segi sarana dan prasarana ada beberapa belum lengkap contohnya alat edukasi dibagian program PROMKES, ruangan kerja untuk program PROMKES,KESLING masih satu ruangan kerja dengan TU serta kesesuaian pendidikan dengan program yang ditangani belum semua sesuai dengan bidang ilmu. Dari segi proses, perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan sudah dilaksanakan untuk masingmasing program Basic Six. Cakupan Hasil (Output) Program Basic Six di Puskesmas Balinggi masih belum mencapai target yang ditetapkan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah cakupan program Basic Six belum mencapai target. Disarankan kepada pihak Puskesmas Balinggi agar lebih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dalam hal pencairan dana dan sarana prasarana agar dilengkapi, serta dalam hal pengawasan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program Basic Six Puskesmas tetap dipertahankan sehingga pencapaian program Basic Six dapat mencapai target.
PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN TALISE KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Jumain; Diah Fitri Purwaningsih
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 19 No 2 (2019): Jurnal Kesmas, September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.87 KB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makanData dari Puskesmas Talise jumlah penderita diabetes mellitus tahun 2017 sebanyak 1.987 orang dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 2.056 dan berada pada urutan ke-4 sepuluh penyakit terbesar (Data dari Puskesmas Talise, 2018). Berdasarkan hasil wawancara awal peneliti pada tanggal 25 Juni tahun 2019 terhadap 6 masyarakat di kelurahan Talise, dari pertanyaan yang diajukan oleh peneliti terkait cara mencegah penyakit diabetes melitus, sebanyak 4 orang mengatakan belum mengetahui dengan baik pencegahan diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan penyakit diabetes mellitus di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Jenis penelitian adalah deskriptif yaitu menggambarkan dan menginterpretasikan suatu objek yang diteliti. Variabel dalam penelitian adalah pengetahuan dan sikap. Jenis data yaitu data primer dan sekunder. Analisis data yaitu analisis univariat. Populasi dalam penelitian yaitu semua msyarakat yang berusia 15-65 tahun yang tidak menderita diabetes mellitus di Kelurahan Talise. Jumlah sampel adalah 44 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden, yang mendapatkan pengetahuan baik 54,5%, pengetahuan cukup 45,5%. Sedangkan untuk sikap, didapatkan sikap yang baik 22,7%, sikap yang kurang 2,3% dan sikap yang cukup 75,0%. Kesimpulan penelitian ini adalah responden di Kelurahan Talise lebih banyak berpengetahuan baik dan lebih banyak memiliki sikap yang cukup. Disarankan kepada pihak Puskesmas Talise agar selalu memberikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan diabetes mellitus dan kepada masyarakat Keluraha Talise agar lebih sering mengikuti sosialisasi atau penyuluhan tentang pencegahan diabetes mellitus dan menerapkannya dalam kehidupan sehari–hari
GAMBARAN PERILAKU PERAWAT DALAM PERAWATAN LUKA KOTOR DI PUSKESMAS DODA KECAMATAN LORE TENGAH KABUPATEN POSO Jumain
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 17 No 1 (2017): Jurnal Kesmas, Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.131 KB)

Abstract

Dari hasil obsevasi dan wawancara peneliti dengan perawat pengelola tindakan. Jumlah luka infeksi tahun 2011 sebanyak 107 orang, dan jumlah penderita berobat yang berkunjung ke Puskesmas dengan luka infeksi 192 orang dari bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2016, informasi dari puskesmas sudah memiliki Standar Operasional Prosedur ( SOP ), namun ketika pengambilan data awal peneliti tidak menemukan SOP keperawatan tersebut belum sepenuhnya di terapkan oleh perawat. Salah satu contoh dari segi pelayanan, beberapa warga masyarakat mengeluh karena dari segi pelayanan masih kurang menggunakan tehnik steril dalam pelaksanan tindakan perawatan luka tanpa menggunakan handscum atau sarung tangan dan perawat masih pilih kasih, selalu mendahulukan keluarga, kerabat, tetangganya dalam memberikan pelayanan kesehatan. Hambatan perawat dalam pelayanan diantaranya kurang ketersediaan alat, kurangnya pelatihan. Tujuan penelitian telah diketahuinya gambaran perilaku perawat dalam perawatan luka kotor di Puskesmas Doda Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas berjumlah 14 responden dengan sampel yaitu total populasi. Pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan baik sebanyak 11 (78,6%) responden dan pengetahuan kurang sebanyak 3 (21,4%) responden, sikap baik sebanyak 12 (85,7%) responden dan sikap kurang sebanyak 2 (14,3%) responden, dan tindakan baik 12 (85,7%) responden dan tindakan kurang sebanyak 2 (14,3%) responden Kesimpulan penelitian ini adalah pengetahuan perawat dalam perawatan luka kotor sebagian besar baik, sikap perawat dalam perawatan luka kotor sebagian besar baik dan tindakan perawat dalam perawatan luka kotor sebagian besar baik di Puskesmas Doda. Saran untuk pihak puskesmas untuk mengupayakan sering melakukan pelatihan perawatan luka kotor.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN BANTUAN HIDUP DASAR DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT AMPANA Jumain
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Kesmas, September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.4 KB)

Abstract

Bantuan Hidup Dasar merupakan beberapa cara sederhana yang dapat mempertahankan hidup seseorang untuk sementara. Intinya adalah bagaimana menguasai dan membebaskan jalan napas, bagaimana membantu mengalirkan darah ke tempat yang penting dalam tubuh, sehingga pasokan oksigen ke otak terjaga untuk mencegah terjadinya kematian sel otak. Dari hasil rekapitulasi selama tahun 2013 pada Instalasi Gawat Darurat RSUD Ampana dengan jumlah sebanyak 4049 pasien, dan pada tahun 2014 jumlah pasien yang masuk pada Instalasi Gawat Darurat meningkat dengan jumlah 4416 pasien. Dari hasil wawancara peneliti dengan perawat pelaksana menyatakan masih kurang pemahaman tentang pelaksanaan bantuan hidup dasar di Instalasi gawat darurat dan pelatihan penanganan penderita gawat darurat pada perawat masih jarang dilakukan Tujuan penelitian diketahuinya gambaran pengetahuan perawat dalam pelaksanaan bantuan hidup dasar di Instlasi Gawat Darurat RSUD Ampana. Jenis penelitian deskriptif, populasi dalam penelitian ini semua perawat yang bertugas di IGD sebanyak 22 orang, pengambilan sampel dilakukan dengan tehnik total populasi. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan perawat dalam pelaksanaan bantuan hidup dasar melalui airway, baik yakni 15 (68,2%) kurang yakni 7 (31,8%), melalui breathing, baik yakni 13 (59,1%), kurang 9 (40,9%) dan melalui circulation, baik yakni 15 (68,2%) kurang yakni 7 (31,8%). Kesimpulan penelitian ini ialah pengetahuan perawat di Instalasi Gawat Darurat dalam pelaksanaan bantuan hidup dasar sebagian besar baik. Saran pihak rumah sakit mengadakan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) sehingga terwujud pelayanan yang baik dan bermutu.
STUDI PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG PERAWATAN LUKA BAKAR DI RUANGAN TERATAI RUMAH SAKIT UNDATA PALU Jumain
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Kesmas, Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.603 KB)

Abstract

Data pasien luka bakar di Rumah Sakit Undata Palu, tahun 2010sebanyak 8 orang,tahun 2012 sebanyak 11 orang,tahun 2013 sebanyak 23 orang ,tahun 2014 sebanyak 14 orang dan tahun 2015 dari bulan januari sampai mei sebanyak 28 orang, ini bertanda bahwa tahun 2015 semakin meningkat atau bertambah dari tahun sebelumnya, maka dari itu semakin meningkatnya pasien luka bakar sehingga perawat sangat dituntut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang baik dan harus ditunjang dengan sarana yang memadai, juga dibutuhkan pengorganisasian yang sempurna dalam merawat pasien khususnya dalam perawatan pasien luka bakar pertolongan ini harus diberikan secara tepat sebab penanganan yang salah justru dapat berakibat kematian atau cacat tubuh. Tujuan penelitian diketahuinya gambaran pengetahuan dan sikap perawat di ruangan teratai RSUD Undata Palu Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan alat ukur kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di ruangan teratai sebanyak 27 . Pengambilan sampel dilakukan dengan cara total populasi Penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan menggunakan distribusi ferkuensi. Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan perawat baik 16 (59,3%) dan pengetahuan perawat kurang 11 (40,7%). Dan perawat sikap baik ada 19 (70,4%) dan perawat sikap kurang 8 (29,6%). Dapat disimpulkan pengetahuan dan sikap perawat sudah baik, namun masih ada yang kurang, maka perlu perlu adanya pelatihan, pendidikan yang baik untuk meningkatkan pelayanan kesehatan