Zulfia Samiun
DIII Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PSIKOEDUKASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN REMAJA TENTANG STRES, KECEMASAN, DAN DEPRESI A. Nur Anna. AS; Bramantyas Kusuma Hapsari; Zulkifli Zulkifli; Aslinda Aslinda; Zulfia Samiun; Ratna Mahmud; Nurlinda Maiyo; Amal Amal; Rinaldi Rinaldi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38998

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan mental pada remaja, khususnya stres, kecemasan, dan depresi, semakin meningkat dan memerlukan upaya promotif serta preventif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai stres, kecemasan, dan depresi melalui program psikoedukasi pada sekolah menengah atas swasta. Kegiatan ini didesain menjadi pre-test dan post-test dengan jumlah peserta 22 orang. Intervensi ini dilakukan melalui pemberian materi, diskusi dan sesi tanya jawab. Evaluasi menggunakan kuesioner menggunakan kuesioner pengetahuan 15 butir. Hasil ini menunjukkan skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 45,48% pada pre-test menjadi 72,76% pada post-test. Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik juga meningkat dari 4,55% menjadi 63,64%, sedangkan kategori kurang menurun dari 59,09% menjadi 4,55%. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi merupakan pendekatan yang potensial untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan mental dasar. Kegiatan ini menegaskan pentingnya program edukasi mental health berbasis sekolah sebagai langkah awal pencegahan masalah psikologis pada remaja dan memerlukan evaluasi pengembangan program lanjutan untuk menilai keberlanjutan dampaknya.Abstract: Mental health problems among adolescents, particularly stress, anxiety, and depression, are increasing and require promotive and preventive efforts in the school setting. This activity aimed to improve students’ knowledge of stress, anxiety, and depression through a psychoeducation program implemented in a private senior high school. The activity was designed using a pre-test and post-test format involving 22 participants. The intervention was delivered through educational sessions, group discussions, and question-and-answer sessions. The evaluation was conducted using a 15-item knowledge questionnaire. The results showed that the mean knowledge score increased from 45.48% in the pre-test to 72.76% in the post-test. The proportion of participants in the good knowledge category also increased from 4.55% to 63.64%, whereas in that the poor knowledge category declined from 59.09% to 4.55%. These findings indicate that psychoeducation is a promising approach for improving adolescents’ understanding of their basic mental health. This activity highlights the importance of school-based mental health education programs as an initial step in preventing psychological problems among adolescents and underscores the need for further program development and evaluation to assess the sustainability of its impact.
EDUKASI SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA PADA GURU DAN SISWI Zulfia Samiun; Aslinda Aslinda; Fitria Hasanuddin; Sitti Maryam Bachtiar; Ratna Wulandari; Sitti Zakiyyah Putri; Musliha Mustary
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23415

Abstract

Abstrak: Kanker payudara menjadi perhatian global karena tingginya insiden di seluruh dunia. Peningkatan kesadaran akan kanker payudara sangat penting untuk membantu perempuan berisiko mencari perawatan medis untuk penyakit tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan terutama guru dan siswi mengenai cara deteksi dini kanker payudara. Sebelum kegiatan dilakukan, sosialisasi dilakukan di sekolah untuk mengetahui gambaran pengetahuan guru dan siswi di lokasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama 2 hari, pada hari pertama dilakukan silaturrahmi antara tim pengabdian dengan mitra serta sosialisasi kegiatan, sedangkan hari kedua dilakukan edukasi bahaya kanker payudara dan simulasi/praktik SADARI pada guru dan siswi di MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar sebanyak 25 orang yang terdiri dari 10 guru dan 15 siswi. Sebelum dan setelah edukasi dilakukan pengisian kuesioner untuk melihat distribusi frekuensi pengetahuan peserta. Hasil akhir kegiatan memperlihatkan adanya perubahan skor pengetahuan peserta dimana sebelum edukasi didapatkan skor pretest pengetahuan dengan nilai rata-rata 55, setelah edukasi didapatkan skor pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata 73. Ini memperlihatkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mengenai kanker payudara dan pemeriksaan payudara secara mandiri setelah dilakukan edukasi.Abstract: Breast cancer is a global concern due to its high incidence worldwide. Increased awareness of breast cancer is essential to help at-risk women seek medical treatment for the disease. This community service activity was carried out to increase knowledge, especially teachers and female students, about how to detect breast cancer early. Before the activity was carried out, socialization was carried out at the school to find out the description of the knowledge of teachers and students at the location of the activity. This service activity was carried out for 2 days, on the first day a friendship was held between the service team and partners and socialisation of activities, while the second day was carried out education on the dangers of breast cancer and simulation / practice of SADARI for teachers and students at MAS Muallimin Muhammadiyah Makassar as many as 25 people consisting of 10 teachers and 15 students. Before and after education, a questionnaire was filled in to see the frequency distribution of participants' knowledge. The final results of the activity showed a change in the participants' knowledge score where before education the pretest knowledge score was obtained with an average value of 55, after education the participants' knowledge score was obtained with an average value of 73. This shows that there is an increase in knowledge about breast cancer and breast self-examination after education.