This Author published in this journals
All Journal Frontier Agribisnis
Nur Rusdi Utami
Program Studi Agribisnis/Jurusan SEP, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pemasaran Jeruk Siam Dilahan Pasang Surut Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala Nur Rusdi Utami; Emy Rahmawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5921

Abstract

Jeruk siam adalah jenis jeruk keprok yang banyak dibudidayakan di Indonesai dan daerah penyebarannya sangat luas salah satunya Kalimantan Selatan sebesar 1.238.449 kuintal. Kabupaten Barito Kuala merupakan penghasil jeruk siam terbesar pertama dibandingkan Kabupaten lainnya yaitu sebesar 915.426 kuintal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, margin, biaya, keuntungan, share harga, dan permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2020. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling yaitu hanya meneliti petani yang memiliki umur tanaman 7-8 tahun sebanyak 26 orang dengan periode analisis pada bulan Februari 2020,  metode Purposive untuk menentukan lokasi peneltian, dan Snowball sampling untuk penarikan contoh pengumpul dan pengecer. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Anjir Pasar memiliki dua saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, dan konsumen. Lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh biaya pemasaran terbesar diantara dua saluran adalah saluran I yaitu sebanyak Rp. 1.017/kg, margin tertinggi pada saluran II Rp. 4.559/kg, keuntungan total tertinggi pada saluran II Rp. 3.779/kg. Adapun farmer share yang diterima petani tertinggi terdapat disaluran I sebesar Rp. 60,75%, share yang diterima oleh lembaga pemasaran terbesar ada pada saluran II yaitu ditingkat pedagang pengecer sebesar 32,20%.