Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN KANDUNGAN P, Fe, Cu, DAN Ni PADA MINYAK SAWIT, MINYAK INTI SAWIT DAN MINYAK KELAPA SELAMA PROSES RAFINASI hasrul abdi hasibuan; eka nuryanto
JURNAL STANDARDISASI Vol 13, No 1 (2011): Vol. 13(1) 2011
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v13i1.23

Abstract

Kandungan fosfor (P), besi (Fe), tembaga (Cu), nikel (Ni) telah dikaji pada minyak sawit (Crude Palm Oil, CPO), minyak inti sawit (Crude Palm Kernel Oil, CPKO) dan minyak kelapa (Crude Coconut Oil,CCNO) selama proses rafinasi. Dalam penelitian ini, proses rafinasi CPO, CPKO dan CCNO disesuaikan dengan kondisi yang umum dilakukan di industri dengan pemakaian asam fosfat 0,05%, bleaching earth 1% dan suhu deodorisasi 260oC (CPO) dan 240o C (CPKO dan CCNO). Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar P, Fe dan Cu terdeteksi pada masing-masing sampel namun Ni tidak terdeteksi. Selama proses rafinasi terjadi penurunan kandungan masingmasing unsur tersebut. Laju penurunan kadar P, Fe dan Cu pada CPO, CPKO dan CCNO selama proses rafinasi masing-masing adalah 95,3%; 99,1%; 37,8% (CPO), 56,8%; 96,6%; 37,3% (CPKO) dan 98,2%; 97,6%; 54,3% (CCNO). Kandungan P, Fe, Cu dari sampel setelah rafinasi masing-masing adalah 0,614; 0,037; 0,032 ppm untuk minyak sawit; 0,562; 0,037; 0,012 ppm untuk minyak inti sawit dan 0,538; 0,026; 0,011 ppm untuk minyak kelapa. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3741-2002), ketiga jenis minyak terafinasi tersebut telah memenuhi standar sebagai minyak goreng.