Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengelolaan Keuangan Publik Islam Pada Masa Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Ciptia Khoirulina
Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 4 No 1 (2020): Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Investama : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.269 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi Islam saat ini tidak bisa dipisahkan dari sejarah pemikiran ekonomi Muslim di masa lalu. Salah satu tokoh ekonom Muslim yang berhasil dikenang cemerlang dalam sejarah peradaban Islam adalah Umar bin Abdul Aziz. Khalifah ini berhasil dalam memimpin rakyatnya baik muslim maupun non muslim, lebih khusus lagi beliau dikenang dalam sejarah dapat menerapkan pengelolaan keuangan publik negara dengan sangat baik. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan pengelolaan keuangan publik pada masa Umar bin Abdul Aziz dan dampak dari kebijakan tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sejarah dengan menggunakan sumber data kepustakaan. Dari hasil kajian diketahui bahwa Kebijakan pengelolaan keuangan publik yang dibuat Umar bin Abdul Aziz berkaitan dengan penerimaan keuangan negara yang sumber utamanya adalah dari zakat. Selain itu sumber-sumber penerimaan negara lainnya, seperti jizyah, kharaj, usyur, ghanimah dioptimalkannya pula. Sedangkan kebijakan yang berkaitan dengan pengeluaran negara pada umumnya untuk kepentingan masyarakat dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan pengeluaran untuk kepentingan negara dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian. Implikasi dari kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz selama menjadi khaliafah adalah kesejahteraan rakyat meningkat, daya beli masyarakat meningkat, orang miskin berkurang, pajak berkurang, banyak masyarakat yang masuk Islam, serta timbulnya rasa keamanan dan kenyamanan sosial.
IMPLEMENTASI BAGI HASIL PADA PRODUK DEPOSITO MUDHARABAH DI KSPPS BMT HALAQOH NGAWI ciptia khoirulina; Zuhar Anwari Walid
Commodity : Jurnal Perbankan dan Keuangan Islam Vol 1 No 2 (2022): Commodity : Jurnal Perbankan dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.493 KB) | DOI: 10.56997/commodityjurnalperbankandankeuanganislam.v1i2.754

Abstract

BMT (Baitul Mal Wat Tamwil) is a financial inclusion institution that runs a business based on sharia principles. This institution uses a profit-sharing system for several savings and financing products. There are no absolute provisions that must be obeyed by the institution, both from the Al-Qur'an-Hadith and the Law. So that all institutions are free to apply a portion of profit sharing to their business. At KSPPS BMT Halaqoh Ngawi the profit-sharing system is applied to one of its superior products, namely Mudharabah Deposits. This study aims to find out the profit-sharing system for mudharabah deposit products that are applied at KSPPS BMT Halaqoh Ngawi. The research method used in this study is a qualitative descriptive research method, using data collection techniques through interviews and documentation. The results of the study show that the deposit products at KSPPS BMT Halaqoh Ngawi use a mudharabah mutlaqoh contract. While the profit-sharing system mechanism at KSPPS BMT Halaqoh Ngawi is calculated based on the revenue-sharing method. The determination of the profit-sharing portion for each customer is based on the percentage of funds stored in the BMT according to the time period agreed upon at the beginning. For the profit sharing, it is adjusted from the acquisition of BMT income at the end of the month with the following conditions: for a 3-month term, a 30% ratio, a 6-month term, a 35% ratio, and a 12-month term, a 40% ratio. Meanwhile, the losses are borne by both parties.
TINJAUAN HISTORIS PERKEMBANGAN SISTEM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA rahayu, eka; Prastika, Rima; Sanawati, Ciptia Khoirulina
Commodity : Jurnal Perbankan dan Keuangan Islam Vol. 2 No. 2 (2023): Commodity : Jurnal Perbankan dan Keuangan Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/commodity.v2i2.1176

Abstract

Sharia banks were developed based on the desire to provide financial transaction services that are in line with moral values ​​and principles of Islamic law amidst the proliferation of conventional banks which are synonymous with usury, maisir and gharar. The initial presence of sharia banking is expected to be the main solution for financial facilities and poverty alleviation without compromising sharia principles. The sharia banking system continues to develop, especially in Indonesia, although it seems to be slower than other countries. The idea of ​​sharia banking began to emerge in 1990 with the implementation of a workshop by the MUI (Indonesian Ulema Council). Subsequently, it was legalized in 1992 with the issuance of Law No. 7 of 1992 which was then deregulated in 1998 with explicit provisions regarding the permissibility of the dual banking system. The full existence of sharia banking was recognized after the passing of Law no. 21 of 2008 concerning sharia banking which specifically regulates institutions and business activities and the codification of banking products. Based on the OJK (Financial Services Authority) report in quantity, sharia banking has increased with the number of banks consisting of 13 BUS, 21 UUS and 166 BPRS. Sharia banking has also experienced a downward trend in its development. This is because the operational system of Islamic banks still adopts the conventional banking system with the characteristics of still prioritizing profit orientation and still referring to interest rates. The development of sharia banks must also be supported by competent and professional HR (human resources), commitment to 100% implementation of sharia principles, and also responsive marketing that is able to grow public trust in sharia banks.
PENGARUH KOMPETENSI, KOMPENSASI, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. SUMMIT OTO FINANCE NGAWI Tiyan Reky Krisdayanto; Ciptia Khoirulina Sanawati
CAPITAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/capital.v8i2.20797

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh kompetensi, kompensasi, dan kecerdasan emosional pada kinerja karyawan di PT. Summit OTO Finance Ngawi. Metode yang diterapkan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif. Sumber data yang diterapkan pada penelitian ini ialah data primer. Teknik yang diterapkan pada penelitian ini ialah teknik analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan yakni variabel kompetensi dan kompensasi memberi pengaruh secara signifikan pada kinerja karyawan sedangkan variabel kecerdasan emosional tidak memberi pengaruh secara signifikan pada kinerja karyawan. Berdasarkan hasil uji koefisien determinan memperlihatkan kinerja karyawan secara bersamaan terpengaruh dari kompetensi, kompensasi, dan kinerja emosional sejumlah 88% dan sisanya sejumlah 12% terpengaruh dari faktor lainnya yang tidak diuraikan pada penelitian ini.