Muh. Nur Rahmat Yasim
Departement of Anthropology, Univeritas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Film Horor Agama di Indonesia, Kesalehan, dan Kesakralan Yang Terpinggirkan? Muh. Nur Rahmat Yasim; Muh. Yahya
Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi Vol 8, No 1 (2024): November
Publisher : Prodi Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/endogami.8.1.111-126

Abstract

Film horor di Indonesia berfungsi sebagai cermin yang memantulkan ketakutan dan harapan masyarakat, sekaligus mengungkapkan kompleksitas hubungan antara kesalehan dan kesakralan yang di cap terpinggirkan. Tulisan ini berawal dari berbagai keresahan terhadap film horor di Indonesia bertemakan agama yang sering menampilkan simbol-simbol agama yang dianggap begitu sakral bagi masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan etnografi media dan digital, tulisan ini menganalisis representasi film horor melalui platform media sosial X/Twitter, yang memungkinkan peneliti untuk memahami respons penonton dan dinamika sosial yang terjadi akibat menonton film horor bertemakan agama. Mengacu pada pandangan Talal Asad terkait kesalehan yang dianggap embodied, tulisan ini menyoroti bagaimana film horor sering kali mereduksi makna ritual keagamaan menjadi sekadar alat hiburan yang sejatinya bisa mempengaruhi kesalehan penikmat film horor. Selain itu, pandangan David MacDougall tentang makna dalam representasi visual membantu memahami bagaimana penonton merespons adegan sakral, seperti sholat dan doa, dalam konteks menakutkan. Penelitian ini membahas ketegangan antara tradisi dan modernitas, di mana simbol-simbol agama dapat menarik perhatian tetapi juga menimbulkan kontroversi dengan melihat bagaimana film horor memvisualisasikan simbol-simbol agama dan praktik keagamaan, serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat terhadap nilai-nilai sakral.