Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Potensi Kurkumin Terhadap Perbaikan Disfungsi Testis Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Setelah Paparan Ekstrak Etanol Daun Mimba Agung Janika Sitasiwi; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.30801

Abstract

 AbstrakMimba merupakan tanaman yang terbukti memiliki efek antifertlitas. Efek senyawa antifertilitas dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi yang menyebabkan perubahan ukuran organ atau gangguan sintesis hormonal. Kurkumin merupakan sediaan yang dapat meningkatkan sintesis hormon testoteron pada tikus, tetapi belum digunakan untuk meningkatkan potensi reproduksi pada hewan yang telah terpapar senyawa antifertilitas. Penelitian ini menguji potensi kurkumin dalam memperbaiki disfungsi testis yang disebabkan oleh paparan ekstrak etanol daun mimba. Tikus Wistar (R. norvegicus) jantan dewasa digunakan sebagai hewan uji, dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu P0 (kontrol, hewan uji diberi akuades), P1, P2, dan P3 (kelompok perlakuan, diberi sediaan ekstrak etanol daun mimba masing-masing dengan dosis 60, 80, dan 100 mg/kgBB/hari). Pemberian bahan uji dilakukan secara oral selama 14 hari, dilanjutkan dengan pemberian kurkumin dengan dosis 1,35 mg/200gBB/hari selama 14 hari. Pengambilan sampel testis dan darah untuk pengukuran testoteron dilakukan setelah paparan bahan uji 1 selesai (hari ke-15) dan setelah paparan bahan uji 2 (hari ke-29). Variabel penelitian adalah indeks gonadosomatik, volume testis dan kadar testoteron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkumin mampu meningkatkan kandungan hormon testoteron serta meningkatkan indeks gonadosomatik hewan uji sehingga dapat disimpulkan bahwa kurkumin berpotensi memperbaiki disfungsi testis akibat paparan senyawa antifertilitas.AbstractNeem is a plant that has been proven to have antifertility effects. The effects of antifertility compounds can cause reproductive organ dysfunction which causes changes in organ size or disruption of hormonal synthesis. Curcumin is a preparation that can increase testosterone hormone synthesis in mice, but has not been used to increase reproductive potential in animals that have been exposed to antifertility compounds. This research was conducted to test the potential of curcumin in improving testicular dysfunction caused by exposure to ethanol extract of neem leaves. Adult male Wistar rats (R. norvegicus) were used as test animals, identified into four groups, namely P0 (control, test animals given distilled water), P1, P2, and P3 (treatment groups, given ethanol extract of neem leaves each with doses of 60, 80, and 100 mg/kgBW/day). The test material was administered orally for 14 days, followed by administration of curcumin at a dose of 1.35 mg/200gBW/day for 14 days. Testicular and blood samples were taken for testosterone measurement after exposure to test substance 1 was completed (day 15) and after exposure to test substance 2 (day 29). The research variables were gonadosomatic index, testicular volume and testosterone levels. The results of the study showed that curcumin was able to increase testosterone hormone content and increase the gonadosomatic index of test animals, so it can be concluded that curcumin has the potential to recover testicular dysfunction due to exposure to antifertility compounds.
Struktur Histologis Hati Tikus Sprague Dawley Diabetes Melitus yang Diinduksi Aloksan setelah Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Durian Aziza Rizky Safitri; Sri Isdadiyanto; Sunarno Sunarno
Jurnal Veteriner Vol. 26 No. 4 (2025)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Kerusakan hati akibat diabetes melitus (DM) yang diinduksi aloksan sudah banyak diteliti. Eksplorasi bahan hayati lokal yang memiliki potensi dan aktivitas hepatoprotektif menjadi solusi alternatif dalam mengatasi kerusakan hati. Kulit durian (Durio zibethinus) merupakan bahan hayati dengan potensi antioksidan dan antiinflamasi yang dapat digunakan untuk perbaikan hati akibat DM. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberian ekstrak etanol kulit durian terhadap kerusakan struktur histologis hati tikus Sprague Dawley  pada kondisi DM yang dilihat dari variabel bobot hati, bobot badan, indeks hepatosomatik IHS, diameter hepatosit, diameter vena sentralis serta degenerasi hepatosit berupa steatosis dan nekrosis. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus jantan DM. Induksi DM dilakukan dengan larutan aloksan diinjeksikan secara  intrapertoneal dengan dosis 25 mg/200 g BB.  Kadar glukosa darah tikus diperiksa 72 jam pascainjeksi aloksan dan tikus dengan glukosa di atas 130 mg/dL dinyatakan sebagai tikus penderita DM.  Ekstrak etanol kulit durian (Durio zibhentinus)  dibuat dari bagian dalam (albedo) kulit durian yang dikeringkan pada suhu 50 oC, lalu digerus menjadi serbuk. Serbuk kulit durian sebanyak 1.250 g direndam dalam 2 L etanol selama lima hari. Hasil rendaman disaring lalu maserat diuapkan dengan rotary evaporator hingga menjadi ekstrak etano kulit durian.  Tikus-tikus percobaan dikelompokan kedalam lima kelompok dengan rancangan acak lengkap (RAL) dan setiap kelompok terdiri atas lima ulangan, yaitu kelompok normal (K0), kelompok positif (K1), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak etanol kulit durian (EEKD) dengan dosis 100, 150 dan 200 mg/200 g BB (K2, K3 dan K4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 150 mg/200 g BB dan 200 mg/200 g BB secara nyata meningkatkan diameter hepatosit, menormalkan indeks hepatosomatik dan memperbaiki struktur vena sentralis. Simpulannya, ekstrak etanol kulit durian dosis 150 mg/200 g BB memiliki potensi terbaik untuk memperbaiki struktur histologis hati pada tikus DM.