Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Gizi Seimbang pada Remaja di SMAS PGRI Ge’tengan, Kabupaten Tana Toraja Hayuti Windha Pagiu; Suharnita Wijaya; Fera Dwiyanti; Nofita Tudang Rombeallo
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 1 No. 2 (2024): April : Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v1i2.203

Abstract

Adolescence is very important to pay attention to because it is a transition period between children and adults, where physically they will experience specific changes. Adolescents must receive balanced nutritional intake according to their needs in order to achieve optimal growth and development and avoid nutritional problems. Nutritional problems that can occur in adolescents are malnutrition, chronic lack of energy (KEK), obesity and anemia (Sandra, Ahmad, & Arinda, 2017). An imbalance between the intake of food consumed causes problems of undernutrition and overnutrition. Malnutrition in adolescents results in decreased body resistance to disease, increased disease rates, abnormal growth, low intelligence levels, low productivity and stunted growth of reproductive organs in adolescents (Nurfiriani & Ratih, 2023). The aim of this service activity is to increase teenagers' knowledge about the importance of nutrition for teenagers, to support the growth and development of teenagers, to prevent the risk of nutritional problems and non-communicable diseases, so it is necessary to carry out health promotion efforts in the form of providing health education and evaluations to increase knowledge about nutrition so that it can increase adolescent awareness in maintaining health.
Analysis of the effect of Diet and Physical Activity on the Risk of Non-Communicable Diseases in the community Dona Suzana; Didik Cahyono; Hayuti Windha Pagiu; Silvia Anita Yuningsih
Journal of Public Health Indonesian Vol. 1 No. 5 (2025): JANUARY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/eh56zj24

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are a significant global health concern, particularly in developing countries, with diet and physical activity identified as key modifiable risk factors. This study aims to analyze the impact of diet and physical activity on the risk of NCDs within a local community. A cross-sectional design was employed, with data collected from 230 adult participants through standardized questionnaires assessing dietary habits and physical activity levels, alongside physical examinations to measure BMI, blood pressure, and other relevant health indicators. The findings indicate that a healthy diet, characterized by balanced nutrition and adequate intake of fruits and vegetables, significantly reduces the risk of NCDs, while regular physical activity further lowers the likelihood of developing conditions such as hypertension, diabetes, and cardiovascular diseases. The combined effect of both factors shows a more pronounced protective effect than either factor alone. The study underscores the importance of lifestyle modifications in preventing NCDs and suggests that community-based interventions promoting healthy eating and physical activity are essential for reducing the burden of these diseases. This research provides valuable data for developing targeted public health policies and interventions at the local level, with implications for improving overall community health outcomes. Future research should explore longitudinal designs to establish causal relationships and further investigate other influencing factors such as stress and genetics.
The Relationship between Stress Levels and Fast Food Consumption Behavior and the Incidence of Dysmenorrhea in Adolescent Girls at SMAN 8 Tana Toraja Lucia Yogyana Suramas; Hayuti Windha Pagiu; Kesia Bawan
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5284

Abstract

Background: Cases of Dysmenorrhea (Menstrual pain) during menstruation, especially in young women, are currently common cases. Several theories state that one of the causes of menstrual disorders is stress levels and consumption behavior. So this study aims to determine the relationship between stress levels and fast food consumption behavior with the incidence of dysmenorrhea in young women at SMAN 8 Tana Toraja. Methods: This study uses a quantitative research method with a cross-sectional study. The population in this study were 400 female students of SMAN 8 Tana Toraja with a sample size of 80 female students selected using the stratified random sampling method . Data collection using questionnaires and analyzed with the Chi-Square test . Results: The results of this study indicate that 27.5% of respondents experienced mild stress, 7.2% experienced moderate stress and 66.3 normal, as many as 46.3% of respondents with normal stress levels experienced moderate dysmenorrhea. There are also 88.8% of respondents who consume fast food and only 11.2% of respondents who do not consume fast food. 63.8% of respondents who consume fast food experience moderate dysmenorrhea. The results of the biavariate analysis of Stress Level with Dysmenorrhea Incidence ( p-value = 0.435) and Fast Food Consumption Behavior with Dysmenorrhea Incidence ( p-value = 0.23). Conclusion: in this study there is no relationship between stress levels and fast food consumption behavior with dysmenorrhea in female students of SMAN 8 Tana Toraja.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Bua’ Tarrung Lembang Bua’ Tarrung Margaretha Rante Musu; Hayuti Windha Pagiu; Lucia Yogyana Suramas; Nofita Tudang Rombeallo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1202

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan meningkatnya tekanan darah sistolik lebih besar dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg pada keadaan dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit serta dalam keadaan tenang atau istirahat. Penyakit Hipertensi termasuk suatu keadaan yang dapat dikendalikan. Pengetahuan seseorang mengenai Hipertensi sangatlah penting untuk membentuk sikap dalam mengupayakan pengendalian Hipertensi. Tujuan : Untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Lansia di Posyandu Lansia Bua’ Tarrung, Lembang Bua’ Tarrung. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, menggunakan teknik pengambilan sampel “total sampling” dengan besar sampel 35 orang. Variabel independen adalah tingkat pengetahuan serta variabel dependen adalah upaya pengendalian hipertensi. Data di analisis menggunakan uji statistik Chi-square pada tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian : Didapatkan ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap upaya pengendalian hipertensi pada lansia dengan hasil p=0,003. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu: ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap upaya pengendalian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Bua’ Tarrung Lembang Bua’ Tarrung.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Tentang Terapi Kompres Air Hangat Terhadap Pengetahuan untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMPN 1 Makale Hayuti Windha Pagiu; Betriani Disik; Selpin Tomi Benduruk
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8066

Abstract

Nyeri haid merupakan proses menstruasi yang umum terjadi pada remaja perempuan yang berdampak besar pada kualitas hidup, produktivitas kerja, dan peningkatan emosional. Terapi kompres air hangat dapat melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan ketegangan otot sehingga dapat menurunkan intensitas nyeri haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan tentang terapi kompres air hangat untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan jenis praeskperimen one group pre-test dan post -test design. Teknik pengambilan sampel adalah Proportional stratified random samping. Total responden adalah 119 siswi. Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Makale. Analisa data adalah menggunakan Uji Wilcoxon test. Hasil pre-test dan post test pada kelompok intervensi sebanyak 119 siswi dalam kategori sebelum diberikan edukasi diantaranya: pengetahuan baik sebanyak 55 (46.2%) dan pengetahuan kurang sebanyak 64 (53.8%). Pada kelompok intervensi setelah diberikan edukasi kesehatan diantaranya: pengetahuan baik sebanyak 108 (90.8%) siswi dan pengetahuan kurang sebanyak 11 (9.2%) siswi. Uji Wilcoxon test didapatkan nilai signifikan adalah 0.000, dimana jika dibandingkan dengan nilai (0,05) maka akan didapatkan 0,000<,0,05. Sehingga Pendidikan kesehatan tentang terapi kompres air hangat berpengaruh terhadap pengetahuan remaja untuk menurunkan nyeri haid pada saat menstruasi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi Kesehatan tentang terapi kompres air hangat berpengaruh pada pengetahuan remaja putri dan sangat penting diberikan pada remaja yang mengalami masalah nyeri haid karena dapat membantu remaja untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karena itu petugas kesehatan serta orang tua dapat berperan penting dalam memberikan edukasi kesehatan serta konseling tentang masalah menstruasi dan cara dalam mengatasi nyeri haid dengan tepat dan benar.