Eko Pebryan Jaya
Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Perhitungan Aset pada Home Industri di Desa Muara Penimbung Sri Maryati; Alieftiyani Paramita Gobel; Eko Pebryan Jaya; Meita Rahmawati
Sriwijaya Accounting Community Services Vol. 3 No. 1 (2024): Sriwijaya Accounting Community Services
Publisher : Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomu Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/sacs.v3i1.23

Abstract

Assets play an important role in organizational operations and assets are needed that can be utilized effectively and efficiently in order to support organizational performance and generate income. Considering the importance of assets, management must be proactive in understanding the existence of assets, identifying, calculating and recognizing the assets they own. Muara Penimbung Village, which is a village supported by Sriwijaya University, is familiar with songket MSMEs. The diversity of educational backgrounds and community livelihoods is one of the factors that makes songket MSMEs in Muara Penimbung Village need understanding and knowledge regarding assets
Film Film Artistik Sebagai Ideologi Hiburan Baru: Studi Pada Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Imajinari: : Studi Pada Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Imajinari Eko Pebryan Jaya
IMAJI Vol. 17 No. 1 (2026): Film Artistik dan Film Komersial: Estetika, Industri dan Ideologi Hiburan
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/imaji.v17i1.434

Abstract

Perdebatan antara film artistik dan film komersial selama ini cenderung dipahami sebagaioposisi biner antara otonomi seni dan logika pasar. Artikel ini menganalisis bagaimana film“Jatuh Cinta Seperti di Film-Film” karya Imajinari mereposisi estetika artistik sebagai bentukhiburan dalam lanskap sinema Indonesia kontemporer. Melalui teori arena produksi budayaPierre Bourdieu, penelitian ini membaca film sebagai praktik kultural yang bernegosiasi dalammedan produksi film nasional. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika John Fiskepada level realitas, representasi, dan ideologi untuk mengidentifikasi kode-kode estetika yangmembangun makna hiburan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengartikulasikanhiburan bukan sebagai spektakel, melainkan sebagai pengalaman reflektif yang dilegitimasimelalui strategi visual hitam-putih, ritme naratif kontemplatif, dan dialog metasinematik.Strategi tersebut menempatkan film dalam posisi ambivalen antara kutub otonom danheteronom, sehingga mengaburkan dikotomi artistik–komersial. Temuan ini menegaskanbahwa film tersebut tidak sekadar memadukan dua logika produksi, tetapi memproduksikonfigurasi ideologis baru tentang hiburan yang bermutu dalam arena sinema Indonesia.Kata kunci: Arena Produksi Budaya, Film Artistik, Ideologi Hiburan, Semiotika John Fiske,Sinema Indonesia Kontemporer