Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hubungan Antara Pajak Progresif dan Ketimpangan Serta Kaitannya Dengan Pilihan Publik Armin Rahmansyah Nasution; Febri Br Hutabarat; Fidia Wati; Mery Kristiani; Rina Rina; Salma Diani; Uswatul Akmalia
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.4407

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara pajak progresif, ketimpangan ekonomi, dan preferensi publik. Hasil menunjukkan bahwa pajak progresif berpotensi mengurangi ketimpangan melalui redistribusi pendapatan yang lebih adil, meskipun persepsi masyarakat bervariasi. Efektivitas pajak progresif bergantung pada faktor-faktor seperti struktur tarif, kepatuhan pajak, dan integrasi dengan kebijakan lain. Rekomendasi mencakup memperkuat skema pajak progresif, mengalokasikan hasil pajak untuk program sosial, serta membangun kesadaran masyarakat.
Eksistensi Koperasi Sebagai Badan Usaha dalam Menghadapi Tantangan Ekonomi Modern Nasrullah Hidayat; Khairani Alawiyah Matondang; Febri Br Hutabarat; Uswatul Akmalia; Juanda Maulana; Mery Kristiani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi merupakan badan usaha yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia karena berlandaskan prinsip kebersamaan, demokrasi ekonomi, dan kesejahteraan anggota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi koperasi sebagai badan usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi masih memiliki peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, namun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia, permodalan, tata kelola organisasi, dan adaptasi teknologi. Untuk mempertahankan eksistensinya, koperasi perlu melakukan transformasi digital, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat tata kelola dan inovasi usaha. Dengan demikian, koperasi dapat tetap kompetitif dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Transformasi Digital Sebagai Strategi Optimalisasi Bonus Demografi di Indonesia Nasrullah Hidayat; Munzir Phonna; Febri Br Hutabarat; Uswatul Akmalia; Juanda Maulana; Mery Kristiani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sedang berada pada fase bonus demografi yang diperkirakan berlangsung antara tahun 2012 hingga 2035, dengan puncaknya terjadi pada rentang tahun 2020-2030. Pada periode tersebut, proporsi penduduk usia produktif (15-64 tahun) diproyeksikan mencapai 68-71 persen dari total penduduk, membuka peluang besar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Di sisi lain, akselerasi transformasi digital yang ditandai oleh perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan ekonomi berbasis platform telah mengubah lanskap dunia kerja secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana transformasi digital dapat dijadikan sebagai strategi utama dalam mengoptimalkan bonus demografi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur ilmiah, laporan lembaga pemerintah, dan publikasi organisasi internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa sinergi antara bonus demografi dan transformasi digital berpotensi menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi yang signifikan apabila didukung oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur digital, penguatan literasi digital masyarakat, serta kebijakan pemerintah yang inklusif dan berkelanjutan. Namun, kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan, rendahnya kualitas pendidikan di sejumlah daerah, serta keterbatasan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan struktural yang harus diatasi secara sistematis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan investasi pada pendidikan dan pelatihan digital, percepatan pemerataan infrastruktur, pengembangan ekosistem inovasi, serta kolaborasi lintas sektor sebagai langkah strategis dalam mewujudkan transformasi digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi.