Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analis Pentingnya Pendidikan Jasmani bagi Perkembangan Motorik Siswa Sekolah Dasar Cyntia Olivia Pandiangan; Destita Br Barus; Dina Putrision Sihombing; Sri Dina Br Purba; Theresia Agustine Tuka; Fajar Sidik Siregar
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i1.2716

Abstract

Peranan pendidikan jasmani sangat penting dalam peningkatan pendidikan sebagai proses pembangunan manusia sepanjang hayat, yakni kenyataan bahwa siswa dapat berpartisipasi langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas fisik yang diterapkan secara sistematis. Pemberian pengalaman belajar bertujuan untuk membentuk dan membentuk pola hidup sehat dan aktif sepanjang hidup.Pendidikan jasmani memainkan peran penting dalam perkembangan motorik anak sekolah dasar. Melalui aktivitas fisik yang terstruktur dan terencana, olahraga membantu meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus anak. Perkembangan motorik ini sangat penting karena berkontribusi terhadap kemampuan mereka dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan meningkatkan koordinasi, keseimbangan dan fleksibilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif pendidikan jasmani terhadap perkembangan motorik anak sekolah dasar dan mengetahui metode dan strategi efektif yang dapat diterapkan dalam kurikulum pendidikan jasmani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti aktivitas fisik secara teratur meningkatkan keterampilan motoriknya secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang lebih sedikit melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, dimasukkannya pendidikan jasmani secara efektif dalam kurikulum sekolah dasar sangat dianjurkan untuk mendukung perkembangan motorik dan kesehatan jasmani anak secara umum.
Analisis Konsep Bangun Ruang Sisi Lengkung pada Seni dan Kuliner Tradisional Sumatera Utara Elvi Mailani; Mardhiyah Kharismayanda; Bernike Sinaga; Cyntia Olivia Pandiangan; Destita Br Barus; Dina Putrision Sihombing
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep bangun ruang sisi lengkung dalam seni dan kuliner Sumatera Utara. Bangun ruang bersisi lengkung yang tercermin dalam karya seni dan kuliner memiliki nilai estetika dan filosofis yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal serta pengaruh budaya yang berkembang di wilayah ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kajian pustaka. Observasi dilakukan terhadap berbagai bentuk seni tradisional seperti struktur tiang tabung dalam rumah adat Batak,bentuk kerucut pada topi adat pak pak ,bentuk bola pada motif ulos Batak. Selain itu juga pada desain kuliner khas Sumatera Utara yang mengandung konsep  bangun ruang sisi lengkung seperti bentuk tabung pada lemang,bentuk kerucut pada ombus -ombus, serta bentuk bola pada goreng gadong dan onde -onde wijen. Kajian pustaka dilakukan dengan menelaah literatur terkait seni, budaya, dan kuliner Sumatera Utara yang menggambarkan penggunaan bangun ruang sisi lengkung dalam proses pembuatan dan penyajian karya seni maupun makanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan  bangun ruang sisi lengkung, menjadi simbol penting dalam ekspresi budaya masyarakat Sumatera Utara, baik dalam seni rupa,  maupun kuliner. Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai hubungan antara bangun ruang sisi lengkung dan identitas budaya daerah, serta  menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui pendekatan matematika sebagai upaya mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran geometri di sekolah. Hasil ini diharapkan dapat memperkaya metode pengajaran bangun ruang sisi lengkung berbasis budaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika dan mencintai budaya lokal.