Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Minat Siswa Terhadap Pembelajaran PJOK dan Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Motorik Siswa Adena Siregar; Annisa Aprilia; Bernike Sinaga; Michaela Gracia Hutabarat; Yulia Lestari Wijaya
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i1.2717

Abstract

Pendidikan Jasmani termasuk salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Dasar.  Pada dasarnya, Pendidikan Jasmani merupakan sarana untuk meraih tujuan pendidikan melalui pembelajaran fisik sekaligus juga untuk meraih tujuan yang bersifat internal, ke dalam aktivitas fisik itu sendiri. Jenis penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah penelitian deskriptif karena penelitian ini tidak memiliki hipotesis yang akan diuji. Desain penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah survey. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah seluruh siswa siswi kelas V di SDN NO 060939, Jl. Turi, Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi terhadap subjek penelitian secara langsung. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data tentang minat siswa terhadap pembelajaran penjas. Observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang proses pembelajaran penjas. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang materi pembelajaran penjas. Teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah analisis data kuantitatif dan analisis data deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan: 1) Dari 30 siswa yang menjadi sampel penelitian, sebanyak 60% siswa menunjukkan minat yang tinggi terhadap pembelajaran PJOK, 30% menunjukkan minat sedang, dan 10% menunjukkan minat rendah, 2) Hasil tes menunjukkan bahwa siswa dengan minat tinggi terhadap PJOK memiliki skor rata-rata kemampuan motorik yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memiliki minat sedang dan rendah, 3) Siswa dengan minat tinggi cenderung lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan PJOK, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan motorik mereka.
Analisis Konsep Bangun Ruang Sisi Lengkung pada Seni dan Kuliner Tradisional Sumatera Utara Elvi Mailani; Mardhiyah Kharismayanda; Bernike Sinaga; Cyntia Olivia Pandiangan; Destita Br Barus; Dina Putrision Sihombing
Journal of Citizen Research and Development Vol. 2 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep bangun ruang sisi lengkung dalam seni dan kuliner Sumatera Utara. Bangun ruang bersisi lengkung yang tercermin dalam karya seni dan kuliner memiliki nilai estetika dan filosofis yang mendalam, mencerminkan kearifan lokal serta pengaruh budaya yang berkembang di wilayah ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kajian pustaka. Observasi dilakukan terhadap berbagai bentuk seni tradisional seperti struktur tiang tabung dalam rumah adat Batak,bentuk kerucut pada topi adat pak pak ,bentuk bola pada motif ulos Batak. Selain itu juga pada desain kuliner khas Sumatera Utara yang mengandung konsep  bangun ruang sisi lengkung seperti bentuk tabung pada lemang,bentuk kerucut pada ombus -ombus, serta bentuk bola pada goreng gadong dan onde -onde wijen. Kajian pustaka dilakukan dengan menelaah literatur terkait seni, budaya, dan kuliner Sumatera Utara yang menggambarkan penggunaan bangun ruang sisi lengkung dalam proses pembuatan dan penyajian karya seni maupun makanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan  bangun ruang sisi lengkung, menjadi simbol penting dalam ekspresi budaya masyarakat Sumatera Utara, baik dalam seni rupa,  maupun kuliner. Penelitian ini memberikan pemahaman baru mengenai hubungan antara bangun ruang sisi lengkung dan identitas budaya daerah, serta  menegaskan pentingnya pelestarian budaya melalui pendekatan matematika sebagai upaya mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran geometri di sekolah. Hasil ini diharapkan dapat memperkaya metode pengajaran bangun ruang sisi lengkung berbasis budaya untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika dan mencintai budaya lokal.