Tolu Tamalika
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kepuasan Pelanggan Terhadap Kualitas Pelayanan Dengan Mengunakan Metode SERVQUAL dan Quality Function Deployment di CV. Sartika Palembang Diky Wahyudi; Irnanda Pratiwi; Azhari; Tolu Tamalika
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.89

Abstract

The main needs of the nine basic commodities (groceries) that appear a lot in the Palembang area have made the competition between these sales service providers even tighter and this is one of the motivating factors for basic food sellers to improve service quality. To be able to determine the level of customer satisfaction and the level of gaps in the store, the researchers used the Service Quality (SERVQUAL) method. SERVQUAL is a method for identifying the level or level of service quality in a service industry which consists of five dimensions of service quality, namely reliability, assurance, tangibles, empathy and responsiveness by analyzing gaps. (gap) that occurs as a result of a discrepancy between consumer expectations and perceptions of the quality of service they receive. the level of customer satisfaction with the service at CV. Sartika Palembang using the SERVQUAL method found that the average gap is -0.40. This shows that according to consumer perceptions that the company's services still do not fully meet expectations. Priority for improving services for consumers through the House Of Quality (HOQ) matrix, such as companies investing in equipment with modern technology, maintenance of existing facilities must look good, companies must have accurate records, company physical facilities must look attractive, company employees must have knowledge and The company must have suitable and comfortable operating hours. Abstrak Kebutuhan utama Sembilan bahan pokok (sembako) yang banyak muncul di wilayah Palembang membuat persaingan antar penyedia jasa penjualan tersebut semakin ketat dan itu merupakan salah satu faktor pendorong bagi para penjual sembako untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasaan pelanggan serta tingkat gap yang terdapat di Toko, maka peneliti menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL). SERVQUAL merupakan metode untuk mengidentifikasi tingkat atau level kualitas pelayanan suatu industri jasa yang terdiri dari lima dimensi kualitas pelayanan yaitu kehandalan (reliabillity), jaminan (assurance), bentuk fisik (tangible), empati (emphaty) dan daya tanggap (responsivness) dengan menganalisa kesenjangan (gap) yang terjadi akibat ketidaksesuaian antara harapan dan persepsi konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diterimanya. tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di CV. Sartika Palembang dengan menggunakan metode SERVQUAL didapatkan bahwa kesenjangan (gap) rata-rata yaitu sebesar -0.40. Hal ini menunjukan bahwa menurut persepsi konsumen bahwa pelayanan perusahaan masih belum memenuhi harapan secara penuh. Prioritas peningkatan pelayanan untuk konsumen melalui matriks House Of Quality (HOQ) seperti perusahaan melakukan investasi alat dengan teknologi modern, perawatan fasilitas yang ada harus tampak baik, perusahaan harus memiliki pencatatan yang akurat, fasilitas fisik perusahaan harus tampak menarik, karyawan perusahaan harus memiliki pengetahuan dan perusahaan harus memiliki waktu operasi yang sesuai dan nyaman.
Analisa kelayakan bisnis PLTS untuk Rumah Subsidi Tipe 36 (Studi kasus di kota Palembang) Deri Maryadi; Tolu Tamalika; Hermanto MZ; Febri Wongiawan
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.91

Abstract

Subsidized housing is a major need for the people of Indonesia, as a developing country, its people need subsidies to have decent housing. And in this journal a business feasibility analysis is carried out using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) method in the context of subsidized housing development that integrates Solar Power Plants (PLTS) as an energy source. This study aims to evaluate the feasibility and potential benefits of using PLTS in subsidized housing development projects, especially in terms of sustainability, availability of affordable energy, and economic aspects. This study uses a comprehensive analysis, including a SWOT analysis, to evaluate internal and external factors that may affect project feasibility. The strengths and weaknesses analysis will highlight the advantages and limitations of implementing PV mini-grid, while the opportunities and threats analysis will consider external factors that can affect the success of the project. The results of this study reveal several important points. First, the use of PLTS in subsidized housing construction offers significant advantages in terms of environmental sustainability by reducing greenhouse gas emissions and dependence on fossil fuels. Second, although the initial investment required for PLTS installation can be a financial challenge, the use of PV mini-grid can result in long-term cost savings through reduced operational costs and dependence on conventional energy sources. Abstrak Rumah subsidi merupakan sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia yang sebagai negara berkembang masyarakatnya membutuhkan subsidi dalam memiliki perumahan yang layak. Dan dalam jurnal ini dilakukan analisis kelayakan bisnis menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam konteks pembangunan perumahan subsidi yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan potensi manfaat dari penggunaan PLTS dalam proyek pembangunan perumahan subsidi, terutama dalam hal keberlanjutan, ketersediaan energi yang terjangkau, dan aspek ekonomi. Studi ini menggunakan analisis komprehensif, termasuk analisis SWOT, untuk mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek. Analisis kekuatan dan kelemahan akan menyoroti keunggulan dan keterbatasan implementasi PLTS, sementara analisis peluang dan ancaman akan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan proyek. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa poin penting. Pertama, penggunaan PLTS dalam pembangunan perumahan subsidi menawarkan keuntungan yang signifikan dalam hal keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kedua, meskipun investasi awal yang diperlukan untuk instalasi PLTS bisa menjadi tantangan keuangan, penggunaan PLTS dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang melalui pengurangan biaya operasional dan ketergantungan pada sumber energi konvensional.