Deri Maryadi
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengendalian Persediaan Barang Gudang Ban Luar dan Ban Dalam Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Anthonius Dhinar; Feriza Ayu Wardhani; Deri Maryadi
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.88

Abstract

The company's operational activities often experience problems with warehouse inventory which often experience a shortage of inventory. This deficiency causes operational activities to stop. This study aims to analyze inventory control of outer tire and inner tube warehouses using the Economic Order Quantity (EOQ). The results of the study show that the frequency of ordering with the old method is 67 times with an average order of 4 pcs, whereas according to the EOQ method, the frequency of orders that should be made is 21 times with 13 pcs/order, while the frequency of ordering with the old method is 25 times with the average order is 12 pcs and according to the EOQ method, the order frequency is 36 times with a quantity per message of 8 pcs. Safety stock according to the EOQ method for outer tires is 1.6 pcs and for inner tubes is 1.4 pcs, while the method applied by the company does not carry out safety stock. Re-Order Point of the old method is when the stock is less than 3 pcs, whereas according to EOQ, Re-order when the stock is only 4.6 pcs and the inner tube is 4.4 pcs. The total cost of inventory for outer tire and inner tube warehouses in 2021 using the EOQ method is less than company policy. The total inventory cost from the EOQ method for the outer tires was Rp. 441,325.88 and for the inner tubes was Rp. 570,497.57, while for the outer tires was Rp. 8,949,666 and the inner tubes were Rp. 8,631,635. Abstrak   Kegiatan operasional perusahaan sering mengalami permasalahan pada persediaan gudang yang sering mengalami kekurangan persediaan Kekurangan tersebut mengakibatkan kegiatan operasional terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengendalian persediaan barang gudang ban luar dan ban dalam dengan menggunakan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil dari penelitian bahwa frekuensi pemesanan dengan metode lama adalah sebanyak 67 kali dengan rata-rata pemesanan 4 pcs, sedangkan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan yang seharusnya dilakukan adalah 21 kali dengan 13 pcs/order, sedangkan frekuensi pemesanan dengan metode lama adalah 25 kali dengan rata-rata pemesanan sebanyak 12 pcs dan menurut metode EOQ, frekuensi pemesanan adalah sebanyak 36 kali dengan kuantitas per pesan 8 pcs. Safety stock menurut metode EOQ untuk ban luar adalah sebesar 1,6 pcs dan ban dalam adalah sebesar 1,4 pcs, sedangkan metode yang diterapkan perusahaan tidak melakukan persediaan pengaman. Re-Order Point metode lama adalah ketika stock kurang dari 3 pcs, sedangkan menurut EOQ, Re-order ketika stock tinggal 4,6 pcs dan ban dalam 4,4 pcs. Total biaya persediaan pada barang gudang ban luar dan ban dalam tahun 2021 dari metode EOQ lebih kecil dibanding kebijakan perusahaan. Total biaya persediaan dari metode EOQ pada ban luar sebesar Rp 441.325,88 dan pada ban dalam sebesar Rp 570.497,57, sedangkan untuk ban luar adalah sebesar Rp 8.949.666 dan pada ban dalam adalah sebesar Rp 8.631.635.
Analisa kelayakan bisnis PLTS untuk Rumah Subsidi Tipe 36 (Studi kasus di kota Palembang) Deri Maryadi; Tolu Tamalika; Hermanto MZ; Febri Wongiawan
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 1 No 01 (2023): Edisi Januari-Juni
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v1i01.91

Abstract

Subsidized housing is a major need for the people of Indonesia, as a developing country, its people need subsidies to have decent housing. And in this journal a business feasibility analysis is carried out using the SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) method in the context of subsidized housing development that integrates Solar Power Plants (PLTS) as an energy source. This study aims to evaluate the feasibility and potential benefits of using PLTS in subsidized housing development projects, especially in terms of sustainability, availability of affordable energy, and economic aspects. This study uses a comprehensive analysis, including a SWOT analysis, to evaluate internal and external factors that may affect project feasibility. The strengths and weaknesses analysis will highlight the advantages and limitations of implementing PV mini-grid, while the opportunities and threats analysis will consider external factors that can affect the success of the project. The results of this study reveal several important points. First, the use of PLTS in subsidized housing construction offers significant advantages in terms of environmental sustainability by reducing greenhouse gas emissions and dependence on fossil fuels. Second, although the initial investment required for PLTS installation can be a financial challenge, the use of PV mini-grid can result in long-term cost savings through reduced operational costs and dependence on conventional energy sources. Abstrak Rumah subsidi merupakan sebuah kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia yang sebagai negara berkembang masyarakatnya membutuhkan subsidi dalam memiliki perumahan yang layak. Dan dalam jurnal ini dilakukan analisis kelayakan bisnis menggunakan metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam konteks pembangunan perumahan subsidi yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan potensi manfaat dari penggunaan PLTS dalam proyek pembangunan perumahan subsidi, terutama dalam hal keberlanjutan, ketersediaan energi yang terjangkau, dan aspek ekonomi. Studi ini menggunakan analisis komprehensif, termasuk analisis SWOT, untuk mengevaluasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kelayakan proyek. Analisis kekuatan dan kelemahan akan menyoroti keunggulan dan keterbatasan implementasi PLTS, sementara analisis peluang dan ancaman akan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi keberhasilan proyek. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa poin penting. Pertama, penggunaan PLTS dalam pembangunan perumahan subsidi menawarkan keuntungan yang signifikan dalam hal keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kedua, meskipun investasi awal yang diperlukan untuk instalasi PLTS bisa menjadi tantangan keuangan, penggunaan PLTS dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang melalui pengurangan biaya operasional dan ketergantungan pada sumber energi konvensional.