Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Association between anemia, mental health, and nutritional status among junior high school students: a cross-sectional study in Pontianak Agustina Arundina Triharja Tejoyuwono; Iit Fitrianingrum; Desriani Lestari
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 1: March 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i1.26843

Abstract

Iron deficiency can affect emotional regulation and contribute to symptoms of anxiety, stress, and depression. Poor dietary habits combined with mental health problems may further increase the risk of anemia. This study examined the association between anemia, mental health, and nutritional status among junior high school students in Pontianak. A cross-sectional design was used from May to December 2024 involving 277 students. Data were collected using body mass index (BMI) measurements, hemoglobin screening, and the DASS-Y questionnaire, and were analyzed with Spearman’s Rho. Most respondents were female (63.9%), and 90.96% had experienced menstruation. A total of 103 students were underweight, with an average mid–upper arm circumference of 21.48 cm, indicating chronic nutritional risk. Eighty-one students (29.2%) had anemia, predominantly females. Most students had good mental health (below the 50th percentile). No significant associations were found between anemia and mental health (p = 0.623) or between anemia and nutritional status (p = 0.664). Despite the lack of significant relationships, ongoing nutrition education, regular iron supplementation, counseling support, and routine monitoring of students’ nutritional and mental health remain important to maintain and improve overall wellbeing.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat Instalasi Gawat Darurat Dengan Tindakan Dalam Upaya Pengelolaan Limbah Medis Padat di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Kota Pontianak Yulia Ayu Wardahani; Aji Ali Akbar; Agustina Arundina Triharja Tejoyuwono
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i10.3522

Abstract

Pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keselamatan tenaga medis. Unit Instalasi Gawat Darurat sebagai area dengan aktivitas medis yang tinggi berpotensi meyumbang jumlah limbah yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan tindakan dalam pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (Cross Sectional). Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di IGD Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedarso Kota Pontianak sebanyak 35 orang yang diambil secara total sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil analisis menunjukkan responden dengan pengetahuan baik yaitu sebesar (74,28%), sikap positif sebesar (85,72%) dan tindakan positif sebesar (71,42%), sedangkan responden yang memiliki pengetahuan tidak baik sebesar (25,72%), sikap negatif sebesar (14,28%) dan tindakan negatif sebesar (28,58%). Berdasarkan uji hubungan analisis chi square didapatkan hubungan yang signifikan pengetahuan dengan tindakan (p: 0,001<0,05). Hasil hubungan sikap dengan tindakan (p: 0,001<0,005) Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan sikap positif berperan penting dalam meningkatan tindakan pengelolaan limbah medis padat yang sesuai prosedur. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan program pelatihan dan penyuluhan tentang pengelolaan limbah medis padat di rumah sakit.