Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gambaran Perilaku Hidup Sehat (PHBS) Pada Keluarga Anak Usia Sekolah di Pinggiran Sungai Kapuas Banjar Serasan Kec. Pontianak Timur Dodik Limansyah; Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i2.17816

Abstract

ABSTRACT Health aspects considerations play role in efforts to improve the Human Development Index (HDI) in Indonesia. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) includes various actions that must be taken to prevent and treat diseases, maintain environmental cleanliness, improve maternal and child health, and promote overall well-being. Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a series of actions taken based on awareness resulting from a learning process. These actions enable individuals, families, groups, or communities to independently maintain their health and actively contribute to improving public health. The purpose of the study is to give a general overview of the clean and healthy living practices that families in the East Pontinak working region of Banjar Serasan Health Center have adopted for their school-aged children.in the working area of Banjar Serasan Health Center, East Pontinak. The research method used in this study is descriptive analytic with a cross-sectional approach. The sample was taken using stratified random sampling with inclusion criteria consisting of families living in riverside communities, specifically RW 3 and RW 5, in the working area of Banjar Serasan Health Center. A total of 44 families (54%) fall into the category of having good knowledge, while 31% have sufficient knowledge. Respondents' attitudes toward the implementation of PHBS show that 73% are in the good category, based on the median score. According to the questionnaire results, many families still do not encourage their members to refrain from smoking inside the house. The majority of healthcare workers, 54%, support the implementation of PHBS. Keywords: PHBS. Family, School Age  ABSTRAK Aspek kesehatan menjadi faktor krusial dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meliputi berbagai tindakan yang harus dilakukan dalam pencegahan dan penanganan penyakit, menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memelihara kesehatan secara umum.. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah serangkaian tindakan yang dilakukan berdasarkan kesadaran hasil dari proses pembelajaran. Tindakan ini memungkinkan individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan diri serta berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.  memberikan gambaran perilaku hidup bersih dan sehat pada keluarga dengan anak usia sekolah di wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan Pontinak Timur Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling dengan kriteria inklusi berupa keluarga yang ada di masyarakat pinggiran sungai yaitu RW 3 dan n RW 5   wilayah kerja Puskesmas Banjar Serasan. Sebanyak 44 keluarga (54%) termasuk dalam kategori pengetahuan baik, sedangkan 31% memiliki pengetahuan yang cukup. Sikap responden terhadap penerapan PHBS menunjukkan bahwa 73% berada dalam kategori baik, berdasarkan nilai median. Berdasarkan hasil kuesioner, masih terdapat banyak keluarga yang belum mendorong anggotanya untuk tidak merokok di dalam rumah. Sebagian besar tenaga kesehatan, yaitu 54%, mendukung penerapan PHBS. Kata Kunci: PHBS, Keluarga, Usia Sekolah
EDUKASI DIGITAL: OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN MELALUI VIDEO PEMBELAJARAN PEDULI STUNTING Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah; Dodik Limansyah
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting membutuhkan peran aktif kader kesehatan serta dukungan masyarakat melalui edukasi yang efektif dan berkesinambungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat mengenai pencegahan stunting dengan memanfaatkan media video edukatif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader kesehatan terkait konsep dasar stunting dan teknik komunikasi, implementasi video pembelajaran pada kegiatan posyandu dan forum kesehatan, serta pendampingan dan evaluasi melalui observasi, pre-test, post-test, dan wawancara. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat bervariasi, yaitu rendah (16,7%), sedang (36,7%), dan tinggi (46,7%). Setelah intervensi, hasil post-test memperlihatkan peningkatan signifikan, di mana seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media video edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting. Sebagai tindak lanjut, video diserahkan kepada Puskesmas Sukadana dan kader kesehatan untuk dimanfaatkan secara mandiri, serta dijalin kerja sama dengan pemerintah desa di Kabupaten Kayong Utara guna memperluas cakupan edukasi.
PENINGKATAN KESADARAN REMAJA TERHADAP BAHAYA PERGAULAN BEBAS DI ERA DIGITAL MELALUI PENDEKATAN PEER EDUCATION Dodik Limansyah; Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah; Ruri Virdiyanti
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan bebas di era digital dapat membawa dampak serius bagi remaja jika tidak diwaspadai. Namun, dengan dukungan dari keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar, remaja dapat belajar untuk memilih pergaulan yang sehat dan positif. Prinsip “Love Yourself, Protect Yourself” dapat dijadikan pegangan bagi setiap remaja dalam menjalani kehidupan sosialnya di era digital. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya pergaulan bebas adalah melalui pendidikan kesehatan dengan metode peer education. Metode ini dikemas secara sistematis dan menarik, sehingga mampu meningkatkan partisipasi serta minat peserta. Pelatihan peer educator menjadi komponen kunci dalam memastikan para pendidik sebaya memiliki pengetahuan, sikap, dan kepercayaan diri yang memadai. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap partisipan remaja dalam keterampilan pendidikan teman sebaya (peer education) setelah diberikan intervensi edukasi tentang bahaya pergaulan bebas di era digital. Peningkatan tersebut mencapai ≥ 70%, melampaui target capaian sebelumnya sebesar ≥ 30%, berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui sesi diskusi tanya jawab serta pengisian lembar kuesioner. Melalui metode edukasi ini, diharapkan remaja mampu menghadapi berbagai bahaya dan dampak negatif dari pergaulan bebas di era digital, serta berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik, khususnya bagi remaja di wilayah Kabupaten Kayong Utara
Efektivitas Media Website Berbasis Budaya Dalam Peningkatan Keterampilan Deteksi Dini Stunting Oleh Kader Kesehatan Kota Pontianak Masmuri Masmuri; Nurul Hidayah; Dodik Limansyah
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : Institut Kesehatan Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v11i1.985

Abstract

In order to enable early detection and prevention of stunting, it is necessary to improve the early stunting detection skills of health cadres. Currently, research on stunting prevention and early detection generally still utilizes generic educational media and has not yet integrated local cultural approaches for multiethnic communities in the Kapuas River peripheral area. This study aimed to examine the effectiveness of a culture-based website media on the early stunting detection skills of health cadres. This study employed a quasi-experimental design using a pre-test and post-test with a control group approach. Sampling was conducted using a total sampling technique involving 110 respondents, who were divided into two groups. Statistical analysis included the Marginal Homogeneity test to assess differences in cadres’ skills between the two groups, as well as the Mann–Whitney U test to compare post-test skills between the intervention and control groups. The research instrument was a questionnaire measuring health cadres’ skills in early stunting detection. The results showed a significant improvement in cadres’ skills in the intervention group, with the proportion of cadres in the good category increasing from 45.5% to 85.5%, compared to the control group, which experienced a decrease from 69.1% to 65.5%, although remaining within the good category. The Marginal Homogeneity test revealed a statistically significant result (p = 0.001; p < 0.05), indicating that the culture-based website media was effective in improving health cadres’ early stunting detection skills. The use of culture-based website media was proven to be effective in enhancing cadres’ skills in early stunting detection. This study recommends cross-sector collaboration to improve internet access, provide assistance to health cadres, and integrate digital educational media in order to enhance the effectiveness of stunting prevention efforts.
Dominasi Media Sosial dalam Aktivitas Digital dan Tingkat Ketergantungan Internet pada Remaja Fitriah Fitriah; Dodik Limansyah; Meta Aldila Listiya
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.347

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan internet dan media sosial yang pesat dalam satu dekade terakhir telah mengubah pola komunikasi, hiburan, serta pembelajaran, terutama dikalangan remaja. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memicu perilaku adiktif yang berdampak pada kesehatan mental dan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan internet dan media sosial, serta tingkat ketergantungan internet pada remaja. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode suvei terhadap 200 responden berusia 16-18 tahun dari dua SMA di Pontianak Timur. Data dikumpulkan menggunakan dua jenis kuesioner terstruktur. Insrumen pertama yakni Internet Addiction Test (IAT) versi Indonesia yang telah tervalidasi. Instrumen kedua dirancang peneliti untuk mengeksplorasi pola penggunaan internet dan media sosial. Data disnalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (66.5%) dan berusia 17 tahun (53%). Aktivitas daring paling dominan adalah mengakses media sosial (93%), chatting (87%), mengerjakan tugas (83.5%), dan menonton video (78%). Platform media sosial yang paling banyak digunakan adalah Instagram, YouTube, dan TikTok, sedangkan WhatsApp menjadi aplikasi komunikasi utama. Berdasarkan skor IAT, 47% responden berada pada kategori normal, 46% pada kegori ringan, dan 7% kategori sedang, dengan rata-rata skor 29.02. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar remaja berada pada kategori penggunaan normal, sektar 54% menunjukkan indikasi ketergantungan ringan hingga sedang. Oleh karena itu, literasi digital, pengaturan waktu daring, dan dukungan keluarga menjadi langkah penting untuk mencegah adikasi intertnet.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA LANSIA TENTANG HIPERTENSI DI DESA TEMAJUK KALIMANTAN BARAT Dodik Limansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 3 No. 1 (2025): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v3i1.59

Abstract

Lansia, atau orang lanjut usia, merupakan bagian yang sangat berharga dari masyarakat kita. Mereka adalah individu yang telah mencapai usia lanjut diatas 60 tahun, dan sering kali membutuhkan perhatian dan penghargaan khusus dari komunitas dan pemerintah. Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai kondisi kesehatan, termasuk hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah dalam pembuluh darah terlalu tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan komplikasi kesehatan lainnya . Pendekatan holistik dalam mengelola hipertensi pada lansia adalah kunci untuk memastikan kualitas hidup yang optimal. Edukasi yang dilakasanakan dalam program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan keterampilan dan pemahaman lansia dan keluarga tentang hipertensi. hasil menunjukan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan senam hipertensi. kegiatan berupa edukasi hipertensi dan senam hipertensi serta dilakukan evaluasi dengan cara diskusi dan observasi, serta merencanakan program pendampingan kepada keluarga lansia dengan hipertensi.