Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMIFIKASI PADA PEMBELAJARAN AL-QUR’AN: Gamification In Learning The Qur'an Abdul Hakim; Haris Nursyah Arifin
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/24hbm261

Abstract

The Qur'an as the main source of Islamic teachings must be studied and understood by all Muslims. From the early days of the revelation of the Qur'an until now, the process of learning the Qur'an has experienced dynamic developments, from traditional methods to methods that utilize modern technology. Gamification is one of the modern methods that aims to provide new experiences to students in studying the Qur'an. This method is expected to increase the enthusiasm and interest of students in studying the Qur'an because it is packaged in a fun game method without leaving the substance of the teachings contained therein. This article is a study that uses a library study method that attempts to examine various relevant literature, to draw conclusions. Based on the analysis, it can be concluded that gamification can increase students' interest in studying the Qur'an. This method collaborates various approaches such as quizzes, rewards, fun story telling and is able to increase students' focus and motivation in completing learning while still being able to instill the core of the teachings contained therein. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam wajib dipelajari dan dipahami oleh selurah umat Islam. Dari masa awal turunnya Al-Qur’an hingga saat ini, proses pembelajaran Al-Qur’an telah mengalami dinamika perkembangan, dari cara tradisional hingga metode yang memanfaatkan teknologi modern. Gamifikasi merupakan salah satu metode modern yang bertujuan untuk memberi pengalaman baru kepada para pelajar dalam mempelajari Al-Qur’an. Metode ini diharapkan dapat meningkatkan antusias dan minat para pelajar dalam mempelajari Al-Qur’an karena dikemas dalam metode permainan yang menyenangkan tanpa meninggalkan substansi dari ajaran yang terkandung di dalamnya. Artikel ini merupakan penelitian yang menggunakan metode studi pustaka yang berusaha mengkaji berbagai literature yang relevan, untuk diambillah Kesimpulan. Berdasarkan analisis dapat disimpulkan bahwa gamifikasi dapat menambah minat pelajar dalam mempelajari Al-Qur’an. Metode ini mengkolaboraiskan berbagai pendekatan seperti kuis, reward, story telling yang menyenangkan dan mampu menambah fokus pelajar serta motivasi mereka dalam menyelasikan pembelajaran dengan tetap dapat menanamkan inti dari ajaran yang terkandung di dalamnya. 
Analisis Persepsi Siswa Terhadap Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) Haris Nursyah Arifin; Ismail, Syarof Nursyah
Al-Riwayah : Jurnal Kependidikan Vol. 17 No. 2 (2025): Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-riwayah.v17i2.1874

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum at Madrasah Aliyah Al-Amin Tabanan still faces challenges, particularly in terms of teachers adapting to the new paradigm. Some teachers struggle to adjust their teaching methods to align with the Merdeka Curriculum, especially regarding diagnostic assessments and project-based learning. One of the key characteristics of the Merdeka Curriculum is the P5RA Project. The evaluation results of the P5RA project implementation at MA Al-Amin Tabanan indicate that to enhance the effectiveness of the project, a more well-planned strategy is needed to minimize obstacles during its execution. This study employs a descriptive quantitative research method using surveys. The sample consists of 53 students from grades X and XI, with data collected through questionnaires, documentation, and interviews, followed by qualitative and quantitative data analysis. The research findings reveal that most students have an understanding of the objectives, benefits, and implementation process of the project. The execution of this project has had a positive impact on students, particularly in improving their understanding of various themes such as bullying, democracy, entrepreneurship, and sustainable lifestyles. Based on the research findings, recommendations for improving the implementation of the P5RA project include enhancing resources, providing teacher training, managing students' skills and interests, and ensuring continuous evaluation and feedback.
EJEKAN NAMA ORANG TUA SEBAGAI KEKERASAN SIMBOLIK DALAM FENOMENA BULLYING VERBAL REMAJA Maritza Khansa Fauzan; Haris Nursyah Arifin; Syarof Nursyah Ismail
Widya Balina Vol. 11 No. 1 (2026): Widya Balina - Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v11i1.959

Abstract

Perundungan di sekolah menengah pertama sering kali tidak muncul sebagai agresi verbal yang terang-terangan, melainkan tersembunyi dalam candaan yang telah menjadi norma di kalangan remaja. Bentuk dominan yang ditemukan adalah ejekan yang melibatkan nama orang tua siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti alasan di balik penggunaan ejekan nama orang tua sebagai candaan dalam interaksi remaja, serta memaknainya sebagai bentuk kekerasan simbolik dalam bullying verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru Bimbingan dan Konseling serta peserta didik, observasi langsung terhadap interaksi siswa di sekolah, dan dokumentasi pendukung. Hasil penelitian mengungkap bahwa pelaku memandang ejekan nama orang tua sebagai humor dan sarana membangun kedekatan sosial, namun korban mengalami dampak psikologis yang serius, seperti rasa malu, sedih, takut, dan ketidaknyamanan di lingkungan sekolah. Fenomena ini diperkuat oleh dinamika kelompok sebaya, agresi relasional, serta normalisasi bahasa yang dilegitimasi melalui respons lingkungan. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa ejekan nama orang tua adalah manifestasi kekerasan simbolik yang dinormalisasi dalam budaya pergaulan remaja, namun kerap luput dari perhatian institusional, sehingga memerlukan perhatian mendalam dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.