Arina Qona’ah
Universitas Airlangga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Effectiveness of Comprehensive Nursing Education On Medication Adherence and Self-Care Management In Heart Disease Patients: A Quasi-Experimental Study Kiki Fajar Nurhidayah; Ninuk Dian Kurniawati; Arina Qona’ah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60380

Abstract

Medication adherence and self-care management are essential components in improving clinical outcomes among patients with heart failure. However, inadequate adherence and poor self-care remain major challenges in nursing practice. Objective this study aimed to evaluate the effectiveness of comprehensive education in improving medication adherence and self-care management among patients with heart failure. Methods this study employed a quasi-experimental design with a pre-test–post-test control group approach. A total of 40 outpatients with heart failure were recruited using purposive sampling and proportionally assigned to intervention and control groups. The intervention group received comprehensive education consisting of educational booklets, videos, and teach-back sessions over two weeks, while the control group received standard care. Medication adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), and self-care was measured using the Self-Care of Heart Failure Index (SCHFI). Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test for within-group comparisons and the Mann–Whitney U Test for between-group comparisons, with a significance level of p < 0.05. Results the intervention group demonstrated a significantly greater improvement in medication adherence than the control group (p = 0.001). Significant improvements were also observed in all SCHFI dimensions, including self-care maintenance (p = 0.002), self-care management (p = 0.001), and self-care confidence (p = 0.003), compared with the control group. Conclusion comprehensive education significantly improves medication adherence and self-care management among patients with heart failure. Integrating educational booklets, audiovisual media, and teach-back techniques into nursing practice may enhance patients' self-management abilities and support better clinical outcomes.
Adaptation of Novice Intensive Care Unit Nurses in Caring for Critically Ill Patients Requiring Mechanical Ventilation and High Acuity: A Systematic Literature Review Johanes Eban B. Dorman; Yulis Setiya Dewi; Arina Qona’ah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61338

Abstract

Abstrak Adaptasi perawat ICU pemula di unit perawatan intensif merupakan proses transisi profesional yang kompleks, terutama ketika mereka harus merawat pasien kritis dengan ventilasi mekanik dan tingkat keparahan klinis yang tinggi. Situasi ini menuntut penguasaan keterampilan teknis, penalaran klinis yang cepat, kemampuan mengelola emosi, serta komunikasi tim yang efektif. Walaupun isu transisi perawat baru di ICU semakin banyak diteliti, sintesis yang secara khusus menelaah pengalaman adaptasi dalam konteks perawatan pasien ventilator dan pasien dengan kondisi sangat berat masih terbatas.Penelitian ini menggunakan desain systematic literature review dengan mengacu pada PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada empat basis data, yaitu Scopus, PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect. Strategi pencarian memadukan kata kunci yang berkaitan dengan novice nurse, new graduate nurse, intensive care unit, adaptation, transition, mechanical ventilation, critically ill patient, dan severity of illness. Sebanyak 299 artikel teridentifikasi, terdiri dari Scopus (n=115), PubMed (n=95), ProQuest (n=38), dan ScienceDirect (n=51). Setelah duplikasi dihapus (n=190), tersisa 109 artikel untuk skrining judul dan abstrak. Sebanyak 50 artikel dieliminasi pada tahap ini, sehingga 59 artikel ditelusuri dalam bentuk full text. Sebanyak 36 artikel tidak berhasil diperoleh. Dua puluh tiga artikel dinilai kelayakannya, kemudian 17 artikel dikeluarkan karena keterbatasan akses, bahasa selain Inggris, desain studi tidak sesuai, atau tidak menjawab pertanyaan penelitian. Enam studi akhirnya disertakan dalam sintesis. Kualitas studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI), dengan skor 77%–92%. Sintesis dilakukan secara naratif.Enam studi yang dianalisis berasal dari Inggris, Namibia, Iran, Korea Selatan, China, dan Singapura. Lima studi merupakan penelitian kualitatif primer atau grounded theory, sedangkan satu studi merupakan qualitative systematic review. Sintesis menghasilkan lima tema utama, yaitu kejutan transisi dan ketidaksiapan awal di ICU, beban emosional saat merawat pasien kritis dan pasien ventilator, kebutuhan terhadap orientasi dan mentoring yang terstruktur, fasilitator adaptasi berupa psychological capital, professional capital, dan social capital, serta perkembangan bertahap menuju stabilisasi dan komitmen profesional. Perawatan pasien ventilator dan pasien dengan kondisi sangat berat terbukti meningkatkan rasa takut salah, beban kognitif, dan kebutuhan belajar pada perawat baru. Namun, orientasi yang sistematis, preseptor yang konsisten, dan dukungan tim membantu mempercepat pembentukan rasa percaya diri dan kompetensi klinis.Adaptasi perawat ICU pemula berlangsung secara bertahap dan tidak linier. Proses ini dipengaruhi oleh kompleksitas pasien, kesiapan individu, dukungan organisasi, serta kultur kerja di ICU. Temuan review menunjukkan bahwa ventilasi mekanik dan kondisi pasien yang sangat berat memperbesar tantangan adaptasi karena meningkatkan tuntutan observasi, kewaspadaan, dan ketepatan respons klinis. Meskipun demikian, studi yang secara eksplisit menggunakan ambang APACHE II >30 masih sangat terbatas, sehingga sintesis ini lebih merepresentasikan konteks pasien kritis dengan high-acuity care dibandingkan bukti yang benar-benar spesifik terhadap APACHE II >30. Adaptasi perawat ICU pemula dalam merawat pasien kritis dengan ventilasi mekanik dipengaruhi oleh interaksi antara tuntutan klinis, beban emosional, dukungan organisasi, serta modal psikologis, profesional, dan sosial. Rumah sakit perlu menyediakan program orientasi ICU yang terstruktur, mentorship yang konsisten, dukungan psikologis, serta pembelajaran klinis bertahap untuk meningkatkan kesiapan perawat baru dalam merawat pasien dengan tingkat keparahan tinggi Kata Kunci: Adaptasi, perawat ICU pemula, ventilasi mekanik, pasien kritis.
Hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja Hanik Endang Nihayati; Yuliani Agustin; Arina Qona’ah
Link Journal of Health Science Vol 2 No 1 (2025): March : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v1i2.39

Abstract

Pendahuluan: Perilaku bullying pada remaja di Indonesia semakin meningkat, Tingginya bullying menjadikan remaja rentan terhadap perilaku kekerasan, intimidasi, pengucilan, dan penindasan. Remaja menghabiskan waktu bersama dengan peer group sehingga dukungan teman sebaya sangat diperlukan. Tujuan: mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja. Metode: penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 162 remaja dengan teknik random sampling pada kelas XI di SMA Negeri 1 Kedungpring. Pengambilan data menggunakan instrument dukungan teman sebaya dan perilaku bullying yang telah dimodifikasi. Analisis data menggunakan Spearman Rho. Hasil: Terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja (p= 0,000 dan r= -0,394). Kesimpulan: adanya hubungan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja, pentingnya membangun lingkungan yang ramah bagi remaja agar memiliki hubungan pertemanan yang baik agar terhindar dari perilaku bullying, dan perlu peningkatan program anti bullying.