Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Antibakteri Formula Liposom Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kasturi (Citrus microcarpa) Dan Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon) Budianto Lumban Gaol; Yuandani Yuandani; Abdi Wiraseptama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51551

Abstract

Komponen utama senyawa bioaktif dari minyak atsiri yang dihasilkan oleh kulit buah jeruk berupa senyawa d–limonene, -pinene, γ-terpinene, dan linalool diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Adanya keterbatasan minyak atsiri seperti kelarutan rendah dalam air, volatilitas tinggi dan ketidakstabilan terhadap oksidasi dan suhu dapat menghambat efektivitas minyak atsiri sehingga diperlukan sistem penghantaran yang dapat melindungi dan mengoptimalkan kinerja bioaktif dari minyak atsiri tersebut, salah satunya adalah liposom. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya daya hambat terhadap bakteri Salmonella thypi dan Bacillus cereus dari formula liposom dengan bahan utama minyak atsiri yang diperoleh dari kulit jeruk kasturi dan lemon. Metode penelitian berupa metode eksperimental dengan tahapan pengambilan minyak atsiri dengan cara destilasi uap air, dilakukan uji karakteristik minyak atsiri dan dibuat dalam bentuk formula liposom dengan konsentrasi yang berbeda, kemudian dilakukan uji karakterisasi lipososm serta diuji daya hambat terhadap bakteri dengan metode difusi cakram. Hasil karakteristik minyak atsiri kulit buah jeruk kasturi dan lemon menghasilkan nilai bobot jenis sebesar 0,837 dan 0,842; nilai indeks bias yaitu 1,462 dan 1,470. Hasil karakteristik formula liposom memenuhi syarat liposom. Liposom minyak atsiri memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella thypi dan Bacillus cereus. Kata Kunci: Minyak Atsiri, Citrus microcarpa, Citrus limon, Liposom, Antibakteri.
Effectiveness of Banana Leaves (Musa Paradisiaca L) as A Bandage for Healing Diabetes Wounds Hengky Simamora; Dudut Tanjung; Yuandani Yuandani
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.4410

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic degenerative disease characterized by increased blood glucose levels that exceed normal limits. Complications often experienced by patients with diabetes mellitus are wounds. Wounds that are difficult to heal can result in amputation. Banana leaves have antioxidant activity and biological functions including anti-diabetic and have been proven to be a source of bioactive compounds that function to stop or inhibit the growth of bacteria and fungi that can cause infection in wound tissue. Objective: to analyze the effectiveness of banana leaves as a dressing in the wound healing process in diabetic patients. The study was a quasi-experiment with a pre-post control design. Thirty-two were applied in this study, 16 were intervention group and 16 were control group. Data were collected using the Bates-Jensen Wound Assessment Tool and analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. There is a significant difference in wound healing in the intervention group before and after the use of banana leaves as a dressing (p<0.001). The results of this study can be a basis for nurses in applying or implementing banana leaves as wound dressings for the healing process of diabetic wounds, both chronic and acute wounds, and these results can support nurses in carrying out independent nursing care.