Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Pelaksanaan Fungsi Manajemen Kepala Ruangan dengan Motivasi Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Detasemen Kesehatan Tentara Bandar Lampung Septi Rahmayani; Tri Adi Nugroho; Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v6i1.151

Abstract

The work motivation of implementing nurses is an important factor in determining the quality of nursing services in hospitals. However, problems are still found in the form of low work motivation characterized by a lack of discipline, work enthusiasm, appreciation, and unequal distribution of tasks. This condition is thought to be related to the suboptimal implementation of the ward head management function, including planning, organizing, directing, and controlling. This study aims to determine the relationship between the implementation of the ward head management function and the work motivation of implementing nurses in the Inpatient Ward of the Bandar Lampung Army Health Detachment Hospital. This study used a quantitative, correlative analytical design with a cross-sectional approach. The population and sample of the study amounted to 60 implementing nurses using a total sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire in September 2025, then analyzed univariately and bivariately. The results of the statistical test showed a p value = 0.007 (p 0.05), which indicates a significant relationship between the ward head management function and the work motivation of implementing nurses. Thus, it can be concluded that the effective implementation of ward head management functions is closely related to increased work motivation among nurses. Therefore, nurses are expected to continue to improve their work motivation through competency development, strengthening teamwork, and active participation in nursing activities
Hubungan Mutu Layanan Kesehatan Dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien Dalam Memanfaatkan Kembali Jasa Di Puskesmas Hendarto Hendarto; Yunina Elasari; Wulandari Rizki Yeni; Nugroho Tri Adi
Jurnal Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jkmk.v7i1.2498

Abstract

Indonesia masih menghadapi permasalahan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, misalnya masyarakat enggan melakukan kunjungan ke puskesmas karena waktu pelayanan yang tidak cepat dan pelayanan yang kurang maksimal. Hal itu bisa menjadi indikator penurunan mutu layanan kesehatan. Salah satu Indikator mutu layanan kesehatan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien menjadi tolak ukur dalam menilai keberhasilan mutu layanan kesehatan. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa angka kepuasan pasien di puskesmas masih rendah di angka 76,61%. Hal ini menunjukkan masih di bawah standar minimal yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan yaitu ≥ 90%. Hal ini bisa berdampak pada perkembangan puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu layanan kesehatan dengan minat kunjungan ulang pasien Puskesmas X Lampung. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian merupakan pengunjung UPTD Puskesmas X Lampung tahun 2023 sebanyak 1604 responden dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil analisis menyatakan bahwa mutu pelayanan cukup baik sebanyak 50 responden (53,3%) dan minat kunjungan ulang ke puskesmas sebanyak 63 responden (67,1%). Ada hubungan antara Mutu Pelayanan dengan Minat kunjungan ulang Di Puskesmas X Lampung (p value 0.003). Disarankan pihak manajemen Puskesmas X Lampung membuat sistem manajemen antrean secara online dan membuat program loyalty atau penghargaan untuk pasien yang sering berkunjung atau memberikan umpan balik positif.
The Correlation Between Workload And Ergonomic Position With The Incidence Of Low Back Pain In Nurses At Pringsewu Regional Public Hospital Novita Putri Hardiyati; Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari; Ardinata Ardinata
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1004

Abstract

Background & Objective: To determine the "Relationship Correlation Workload And Ergonomic Position With The Incidence Of Low Back Pain In Nurses At Pringsewu Regional Public Hospital". Method: The study used a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The study population was all nurses in the inpatient ward. A sample of 62 respondents who met the inclusion and exclusion criteria were selected using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. The research instruments used were the Workload questionnaire, the Ergonomic Position questionnaire, and the Quebec Back Pain Disability Scale (QBPDS). Data analysis was performed using the Gamma test. Result: The results of the study showed a significant relationship between workload and the incidence of low back pain (p = 0.001). There was also a significant relationship between ergonomic position and the incidence of low back pain (p = 0.001). Conclusion: It was concluded that workload and ergonomic position can influence the incidence of low back pain in nurses.
Hubungan Caring Perawat dan Kinerja Perawat dengan Kepuasan Pasien di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu: The Relationship of Nurse Caring and Nurse Performance with Patient Satisfaction in the Internal Medicine Room of Wisma Rini Pringsewu Hospital diah kartika sari; tri adi nugroho; Yunina Elasari; Yenny Marthalena
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 6 (2026): EDISI JUNI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i6.354

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh kualitas asuhan keperawatan, terutama perilaku caring dan kinerja perawat. Rendahnya caring dan kinerja perawat dapat berdampak pada menurunnya kepuasan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit, sehingga kedua faktor ini memiliki urgensi untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dan kinerja perawat dengan kepuasan pasien di Ruangan Penyakit Dalam Rumah Sakit Wisma Rini Pringsewu. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 59 pasien dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2025. Variabel independen dalam penelitian ini adalah caring perawat dan kinerja perawat, sedangkan variabel dependen adalah kepuasan pasien. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Caring Behaviors Inventory (CBI-24), kuesioner kinerja perawat, dan kuesioner kepuasan pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Gamma.    Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara caring perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,005 < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,499. Ada hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,001 < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,573. Kesimpulan: Pelayanan caring dan kinerja perawat menentukan kepuasan pasien sehingga rumah sakit disarankan untuk terus meningkatkan sistem pelayanan, dan  melakukan evaluasi kepuasan pasien secara berkala guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Tawakal dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal yang Menjalani Terapi Hemodialisis di RSUD H.M Ryacudu Kotabumi Rendi Yosfi Kurniawan; Yunina Elasari; Rizki Yeni Wulandari; Moh. Heri Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 3 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v2i3.338

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronik menjadi masalah besar dunia karena sulit disembuhkan. Menurut World Health Organization (WHO) angka kejadian gagal ginjal di dunia secara global lebih dari 500 juta orang dan yang harus hidup dengan menjalani hemodialisis sekitar 1,5 juta orang. Pada pasien gagal ginjal kronik cenderung mengalami kecemasan akibat ketergantungan pada proses hemodialisis, baik secara finansial, produktivitas maupun psikologis. Dukungan keluarga merupakan sumber pendukung utama. Selain itu, faktor yang juga berhubungan dengan kecemasan yaitu nila-nilai spiritual yang di dalam nya terdapat nilai tawakal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tawakal dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis. Metode: Jenis peneltian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian seluruh pasien yang menjalani hemodialisis secara regular 2 kali seminggu dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 42 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil: Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi dukungan keluarga dalam kategori baik sebanyak 25 responden (59,50%), distribusi frekuensi tawakal dalam ketegori tinggi sebanyak 18 responden (42,86%), dan distribusi frekuensi tingkat kecemasan dalam ketegori ringan sebanyak 20 responden (47,62%). Hasil analisa bivariat diperoleh ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value <0,001) dan tawakal (p-value <0,001) dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal. Kesimpulan: tenaga kesehatan memberikan konseling terhadap pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisis seperti penyuluhan yang berisikan materi dukungan keluarga dan tawakal.
Hubungan Work Life Balance Dan Stres Kerja Dengan Kualitas Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Dita Listiana; Yunina Elasari; Tri Adi Nugroho; Wisnu Probo Wijayanto
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.904

Abstract

Pendahuluan: Kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo masih kurang baik, yang disebabkan oleh ketimpangan work-life balance dan stres kerja. Perawat yang kurang mampu dalam melaksanakan kehidupan pribadi mereka dan jam kerja yang kurang optimal dari pihak rumah sakit dapat menyebabkan stres kerja fisik pada perawat terhadap kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan work life balance dan stres kerja dengan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Tujuan: Mengetahui hubungan antara Work-Life Balance dan stres kerja dengan kualitas pelayanan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Tjokrodipo. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 55 perawat pelaksana yang ada di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Gamma. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 sampai 26 September 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas asuhan keperawatan diperoleh sebanyak 52,7%, work-life balance 47,3%, dan stres kerja 41,8%. Hasil data bivariat menunjukkan adanya hubungan antara work-life balance dan kualitas asuhan keperawatan dengan nilai p = 0,018 (< 0,05). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dan kualitas asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSD. Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung dengan nilai (p=0,015) <0,05. Simpulan: Untuk meningkatkan kualitas perawatan keperawatan, pihak administrasi rumah sakit bermaksud memodifikasi jam kerja guna mengurangi stres yang dialami perawat di tempat kerja serta memberikan pelatihan pengawasan kepada mereka.
The Correlation Between Work Environment And Psychosocial Hazards With Work Stress In Nurses At The Hospital Yunina Elasari; Yosi Hafid Muammar; Moh Heri Kurniawan; Rizki Yeni Wulandari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1067

Abstract

Nowadays, work stress has become a global issue that affects all professions and workers. The health sector is a field where work stress is very common among health workers. All hospital workers are professionals who are susceptible to stress. However, stress levels in nurses tend to be higher. By paying attention to the work environment, employees will be motivated to work enthusiastically to achieve optimal job satisfaction. In addition, psychosocial hazards in the workplace can affect physical and psychological conditions. This research objective was to determine the correlation between the work environment and psychosocial risks with the stress level experienced by nurses at the Regional Hospital of Pringsewu. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The instrument used in this study was a questionnaire. Data collection was carried out on June 23-July 25, 2024 at the Regional Hospital of Pringsewu. The sample in this study amounted to 84 respondents who were taken using a random sampling technique. The data obtained were then analyzed using the gamma test.The results of the gamma test data analysis showed that there was a significant correlation between the work environment and work stress (p = 0.023 < 0.05) and there was a significant relationship between psychosocial hazards and work stress (p = 0.002 < 0.05). This study shows a significant correlation between the work environment and psychosocial hazards with work stress in the Regional Hospital of Pringsewu nurses. Nurses are encouraged to improve work management, while hospitals should strengthen supervision and provide adequate workplace facilities to support a healthy and productive work environment.
Factors Associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) in Nurses in Hospital Inpatient Areas Rizki Yeni Wulandari; Yunina Elasari; M. Rifqi Abdillah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i1.494

Abstract

Nurses are healthcare workers with a high physical workload, requiring them to perform various activities such as lifting, moving, and maintaining patient positions for extended periods. These activities can cause repetitive stress on the muscular and skeletal systems, potentially leading to musculoskeletal disorders (MSDs).  The research objective was to determine the factors associated with Musculoskeletal Disorders (MSDs) in nurses in the inpatient ward of the Regional General Hospital. The quantitative research method used a cross-sectional design, with data collection using questionnaires and observation methods. This study used the Rapid Entry Body Assessment (REBA) instrument with a validity of 0.61 and a reliability of 0.625. The Nordic Body Map (NBM) questionnaire has a validity test result of 0.543-0.768 with a reliability test of 0.720. The study sample consisted of all nurses working in the inpatient ward of the Regional General Hospital in 2025, totaling 164 respondents. Total sampling was the method of sample that was employed. Bivariate data analysis used the Spearman test. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between ergonomic position and the risk of musculoskeletal disorders, with a p value = 0.001 and a correlation coefficient (r) = 0.348 indicating a positive relationship with moderate strength. Meanwhile, age (p = 0.064), length of service (p = 0.137), length of service (p = 0.166), and workload (p = 0.598) did not show a significant relationship with the incidence of musculoskeletal disorders in nurses in the inpatient ward. This study showed a significant association between ergonomic positioning and the risk of musculoskeletal disorders in nurses in inpatient wards. However, age, length of service, length of service, and workload were not significantly associated with the development of musculoskeletal disorders.
Evaluasi Pelaksanaan Discharge Planning Terstruktur dengan Pendekatan METHOD Pada Pasien Post Operasi Di Rumah Sakit Yunina Elasari
Sains Medisina Vol 4 No 2 (2025): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i2.887

Abstract

Pelayanan pasca operasi merupakan bagian penting dalam mutu pelayanan rumah sakit karena berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka dan pencegahan komplikasi. Tingginya angka tindakan operasi menuntut pelaksanaan discharge planning yang efektif dan terstruktur. Namun, pada praktiknya, edukasi perawatan luka, nutrisi, lingkungan, dan tindak lanjut pasca pemulangan pasien sering belum optimal. Kondisi ini berpotensi menurunkan kemampuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan mandiri di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan discharge planning terstruktur dengan pendekatan METHOD pada pasien pasca operasi di Rumah Sakit Natar Medika. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan rancangan pre eksperimental. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca operasi bedah di ruang rawat inap sebanyak 20 kelompok kontrol dan 20 kelompok eksperimen. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Instrumen penelitian telah dilakukan uji validitas dengan hasil person product moment dalam rentang 0,6-0,8. Sedangkan uji reabilitas dengan nilai cronbach alpha 0,859. Analisis data univariat mengunakan tabel distribusi frekuensi. Penelitian dimulai dari tanggal 22 Juli sampai dengan 22 September tahun 2024. Hasil penelitian sebelum dilakukan sosialisasi discharge planning dengan pendekatan METHOD didapatkan 70% kurang baik dan 30% baik pada kelompok kontrol. Sedangkan pada kelompok eksperimen setelah dilakukan sosialisasi didapatakan 85% baik dan 15% kurang baik. Diharapkan pihak manajemen menerapkan discharge planning terstruktur untuk kesinambungan pelayanan dan perawat dapat memberikan edukasi kesehatan yang dibutuhkan pada pasien post operasi pasca pemulangan.