Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Stres Akademik dengan Kecemasan Masa Depan pada Mahasiswa Ditinjau Dari Jenis Kelamin Seilyana Zahrotul Mahmudah; Agus Salim; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara stres akademik dan kecemasan masa depan pada mahasiswa, dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat kecemasan akan masa depan yang dialami mahasiswa, yang dapat dipicu oleh tekanan akademik dan ketidakpastian masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana stres akademik berkontribusi terhadap kecemasan masa depan, serta mengeksplorasi perbedaan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam merespons kecemasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara stres akademik dan kecemasan masa depan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan cenderung mengalami tingkat kecemasan masa depan yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki. Kesimpulannya, stres akademik memiliki dampak terhadap kecemasan masa depan, dengan pengaruh yang bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Implikasi dari temuan ini dapat membantu pihak universitas dalam memberikan dukungan mental dan akademik yang tepat bagi mahasiswa
The Community Engagement in Mental Health Advocacy: An Inter-University Program in Malaysia Ratna Yunita Setiyani Subardjo; Zeeshan Khan
Journal of Social and Community Development Vol. 2 No. 03 (2025): Journal of Social and Community Development
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/jscd.v2i03.1115

Abstract

This study explores the role of community engagement in mental health advocacy, focusing on academically driven initiatives conducted by Ratna Yunita Setiyani Subardjo in Malaysia. Utilizing a qualitative descriptive method, the research draws on institutional reports and participatory observations, framed by community psychology and participatory action research (PAR). Key activities included mental health campaigns, psychological counseling, educational outreach, and capacity building, all implemented in collaboration with institutions such as Universiti Kebangsaan Malaysia and Universitas Aisyiyah Yogyakarta. The interventions addressed student mental health through culturally sensitive, bilingual services and peer support models. Findings indicate that academic institutions can serve as powerful agents of social transformation when their members actively engage in community well-being. These initiatives significantly contributed to emotional resilience, stigma reduction, and inclusive mental health literacy. This case highlights the potential of cross-cultural academic partnerships in promoting sustainable and human-centered mental health practices.
Multitasking in the Era of Constant Connectivity: A Cognitive Analysis of Its Costs on Mental Performance and Well-Being Ratna Yunita Setiyani Subardjo; Zeeshan Khan
Advances in Psychological Sciences and Applications Vol. 1 No. 01 (2025): Advances in Psychological Sciences and Applications
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/apsa.v1i01.991

Abstract

Multitasking is becoming a crucial part of everyday life for knowledge workers, students, and anybody navigating technologically advanced environments in the digital age. Emerging empirical research shows that digital multitasking imposes significant cognitive and psychological demands, despite being frequently seen as an indication of efficiency. The effects of digital multitasking on mental health, productivity, and cognitive load are examined critically in this article. We contend, based on theoretical frameworks and empirical data, that the apparent increases in productivity are mostly a mirage, masking significant reductions in working memory, attention span, and emotional control. This research provides a thorough examination of the trade-offs related to continuous task-switching in the digital setting by utilizing a conceptual framework that connects digital multitasking with cognitive and psychological effects. Current research is compiled to show the wider repercussions on personal health and productivity at work, highlighting the necessity of evidence-based tactics to lessen the negative consequences of multitasking in today's digital world.