Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Empowering Leadership, Motivasi Kerja Terhadap Resiliensi Guru Honorer Shinta Amanda; Agus Salim; Andhita Dyorita K
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i12.6416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh (empowering leadership) dan motivasi kerja terhadap resiliensi guru honorer. Guru honorer sering kali dihadapkan pada tantangan yang beragam, seperti ketidakpastian status pekerjaan, beban kerja yang tinggi, serta keterbatasan dalam akses pengembangan profesional. konteks ini, empowering leadership yang efektif dapat meningkatkan rasa otonomi, kepercayaan diri, dan kemandirian guru honorer, sementara motivasi kerja berperan sebagai faktor pendorong yang memengaruhi semangat dan ketekunan mereka dalam menghadapi berbagai kesulitan. Resiliensi, yang mencakup kemampuan untuk bertahan dan bangkit setelah menghadapi kesulitan, menjadi kunci dalam mempertahankan kinerja dan kesejahteraan guru honorer. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei dan analisis regresi untuk mengevaluasi hubungan antara empowering leadership, motivasi kerja, dan resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empowering leadership dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan resiliensi guru honorer. Temuan ini menyarankan pentingnya peran empowering leadership dan motivasi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung resiliensi, serta memberikan implikasi bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi guru honorer.
Hubungan Stres Akademik dengan Kecemasan Masa Depan pada Mahasiswa Ditinjau Dari Jenis Kelamin Seilyana Zahrotul Mahmudah; Agus Salim; Ratna Yunita Setiyani Subardjo
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2789

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara stres akademik dan kecemasan masa depan pada mahasiswa, dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya tingkat kecemasan akan masa depan yang dialami mahasiswa, yang dapat dipicu oleh tekanan akademik dan ketidakpastian masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana stres akademik berkontribusi terhadap kecemasan masa depan, serta mengeksplorasi perbedaan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam merespons kecemasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara stres akademik dan kecemasan masa depan. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan cenderung mengalami tingkat kecemasan masa depan yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki. Kesimpulannya, stres akademik memiliki dampak terhadap kecemasan masa depan, dengan pengaruh yang bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Implikasi dari temuan ini dapat membantu pihak universitas dalam memberikan dukungan mental dan akademik yang tepat bagi mahasiswa
The Relationship Between Job Demands and Burnout in Terms of Personality Type in Employees Afriani, Mita; Salim, Agus
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 1 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i1.18372

Abstract

Every organisation hopes to expand and achieve its objectives, hence it demands optimal performance from each employee. An individual's performance at work will be affected by high demands. Employee productivity will decrease because of the physical and psychological issues experienced. The decrease in employee productivity and quality of work is related to various personality types, resulting in different stress management strategies for each individual. This study aims to determine the relationship between job demands and burnout regarding employee personality types. This study involved 144 employees selected by nonprobability sampling, specifically utilising incidental sampling techniques. The instruments employed included the burnout scale (α = 0.891), the job demands scale (α = 0.922), and the personality type scale (α = 0.689). The data analysis results, derived from the ANCOVA test, obtained a significance level of 0.000 (p < 0.05). The results showed a significant relationship between job demands and burnout regarding employee personality types. This research serves as evaluative material for employers to create a better work environment and reduce the occurrence of burnout. Setiap Perusahaan berharap dapat berkembang dan mencapai tujuan yang telah direncanakan, sehingga Perusahaan menginginkan performa kerja yang baik dari setiap karyawannya. Performa kerja seseorang akan dipengaruhi oleh tuntutan kerja yang tinggi. Produktivitas karyawan akan menurun dikarenakan permasalah fisik dan permasalahan psikologis yang dirasakan. Penurunan produktivitas serta kualitas kerja pada karyawan juga disebabkan karyawan memiliki tipe kepribadian yang berbeda, sehingga dalam mengelola stress pada masing-masing individu berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan job demands dengan burnout ditinjau dari tipe kepribadian pada karyawan. Subjek penelitian ini sebanyak 144 karyawan dengan Teknik pengambilan sampling menggunakan nonprobability sampling dengan jenis Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental. Instrument yang digunakan yaitu skala burnout (a=0,891), skala job demands (a=0,922) dan skala tipe kepribadian (a=0,689). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji ancova didapatkan hasil dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 (p
Hubungan Job Crafting dengan Motivasi Kerja Karyawan Food & Beverages di Yogyakarta Alina Puteriyani Syukur; Agus Salim
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job crafting terhadap Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job crafting terhadap motivasi kerja karyawan di industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Dalam industri F&B yang sangat dinamis dan berorientasi pada pelayanan, job crafting memungkinkan karyawan untuk menyesuaikan tugas mereka dengan kemampuan dan minat pribadi, yang dapat meningkatkan motivasi dan kinerja mereka. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui survei yang melibatkan karyawan F&B yang menerapkan job crafting dengan rentang usia 18-35 tahun yang berjumlah 150 karyawan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus lameshow dengan Teknik pengolahan data menggunkan. Uji non parametric korelasi spearman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada manajer dan praktisi HR di sektor F&B tentang bagaimana job crafting dapat diterapkan untuk meningkatkan motivasi kerja, mengurangi tingkat turnover, dan meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, temuan ini juga memberikan kontribusi bagi literatur terkait job crafting dan motivasi kerja, khususnya dalam konteks industri yang sangat bergantung pada kepuasan pelanggan dan keterlibatan karyawan. Penelitian ini juga menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing perusahaan di sektor F&B.
Pengaruh Peer Support Terhadap Future Anxiety pada Mahasiswa Rantau di Yogyakarta Khafifah Adilah; Agus Salim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13458

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan teman sebaya terhadap kecemasan masa depan pada mahasiswa rantau di Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 100 siswa rantau berusia 18–25 tahun yang dipilih melalui teknik Accidental Sampling dan Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Skala Peer Support dan Skala Future Anxiety. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kecemasan masa depan, yakni semakin tinggi dukungan teman sebaya, semakin tinggi pula kecemasan masa depan yang dialami. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya tidak selalu bersifat protektif, melainkan dapat memperkuat kecemasan melalui mekanisme seperti co-rumination dan tekanan sosial dalam kelompok teman sebaya. Oleh karena itu, intervensi yang fokus pada kualitas dan jenis dukungan sosial yang konstruktif diperlukan untuk membantu mengurangi kecemasan masa depan siswa rantau.
Hubungan Job Demand dan Kompleksitas Pekerjaan dengan Kebosanan Kerja Pada Karyawan Gen Z di DIY Salsabila Kusumawijaya; Agus Salim; Mustaqim Setyo Ariyanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara job demand dan kompleksitas pekerjaan terhadap kebosanan kerja pada karyawan Generasi Z di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel berjumlah 250 responden yang dipilih melalui teknik accidental dan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala likert empat poin, yaitu skala kebosanan kerja, job demand, dan kompleksitas pekerjaan yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang dilakukan melalui uji asumsi klasik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa job demand dan kompleksitas pekerjaan secara simultan berhubungan signifikan dengan kebosanan kerja (p < 0,05). Secara parsial, job demand memiliki hubungan positif signifikan dengan kebosanan kerja, sedangkan kompleksitas pekerjaan tidak menunjukkan hubungan signifikan. Meskipun demikian, interaksi kedua variabel terbukti berpengaruh terhadap tingkat kebosanan kerja. Sumbangsih efektif menunjukkan bahwa job demand dan kompleksitas pekerjaan berkontribusi sejumlah 26,9% terhadap kebosanan kerja, sementara 73,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan tuntutan dan desain pekerjaan yang seimbang untuk meminimalkan kebosanan pada tenaga kerja muda.
Peran Self Compassion dalam Memoderasi Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Perfeksionisme pada Remaja SMAN Siwalima Ambon Boarding School Azmi Nabila Djaman; Michael Yulian Feno; Agus Salim
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v15i4.14227

Abstract

Adolescents studying at SMAN Siwalima Ambon demonstrate distinctive developmental characteristics shaped by a boarding school education system and the school’s status as an elite institution with high academic and non-academic expectations. These conditions foster strong achievement motivation and competitiveness, while simultaneously increasing vulnerability to perfectionistic tendencies. Although adaptive perfectionism may support high achievement, maladaptive perfectionism is often associated with psychological stress, excessive self-criticism, and emotional difficulties. In this context, self-compassion is considered an important psychological resource that enables adolescents to respond more adaptively to failure and pressure. This study aimed to explore the moderating role of self-compassion in the relationship between achievement motivation and perfectionism among adolescents at SMAN Siwalima Ambon. A quantitative correlational design was employed. The participants consisted of 161 students aged 15 to 21 years. Data were collected using the M-CUP Scale to measure perfectionism (α = 0.90), the Achievement Motivation Scale (α = 0.860), and the Self-Compassion Scale (α = 0.872). Data analysis was conducted using moderated regression analysis. The results indicated that achievement motivation and self-compassion each had a significant negative effect on perfectionism. However, theU) relating to perfectionism. These findings suggest that self-compassion and achievement motivation independently contribute to lower levels of perfectionism among adolescents. The results highlight the importance of developing school-based psychological interventions and guidance programs that promote self-compassion and adaptive achievement motivation to support students’ well-being in high-demand educational settings.