Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Jalan Tol Soroja Terhadap Perubahan Penggunaan Lahan dan Harga Tanah Ilham Kosasih, Irpan Muhamad; Tonny Judiantono; Ruchyat Deni Djakapermana
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.7176

Abstract

Abstract. The construction of the Soroja Toll Road, which spans 10.57 km from Soreang to Pasir Koja (Bandung City), has accelerated land use changes in the surrounding areas. These land use changes have significantly impacted the land prices in the vicinity. In the Soreang, Kutawaringin, and Ciwidey areas of Bandung Regency, land prices surged dramatically after the toll road's construction, from around IDR 5 million per tumbak (14 m²) to IDR 2 million per square meter. This price increase also affected the determination of the Land and Building Tax Object Value (NJOP) in the surrounding areas, which has been considered burdensome by some local residents. Many believe the tax hike is unreasonable, given that the land they own is mainly used for trade and agriculture, and the income generated from such uses does not align with the amount of tax they must pay. This study aims to identify trends in land use changes around the Soroja Toll Road, analyze the extent of the increase in land prices, and propose a new model or formula for determining NJOP that would be more equitable and less burdensome for the community. The approach used is descriptive quantitative, with overlay and descriptive statistical analysis. The results show that between 2013 and 2020, there was a significant increase in land use changes and land prices, as well as the development of a new NJOP determination formula that can be implemented to ease the tax burden on local residents. Abstrak. Pembangunan Tol Soroja yang menghubungkan Soreang hingga Pasir Koja (Kota Bandung) sepanjang 10,57 km telah mempercepat proses alih fungsi lahan di kawasan sekitarnya. Alih fungsi lahan ini berdampak signifikan terhadap perubahan harga lahan di sekitar kawasan tersebut. Di wilayah Soreang, Kutawaringin, dan Ciwidey Kabupaten Bandung, harga tanah melonjak drastis setelah pembangunan tol, yang semula hanya sekitar Rp 5 juta per tumbak (14 m²), kini dapat mencapai Rp 2 juta per meter persegi. Kenaikan harga ini juga berimbas pada penetapan Nilai Jual Objek Pajak. (NJOP) di sekitar kawasan tersebut, yang dianggap memberatkan sebagian masyarakat. Banyak masyarakat yang merasa bahwa kenaikan pajak ini tidak wajar, mengingat tanah yang mereka miliki umumnya digunakan untuk perdagangan dan pertanian, dan hasilnya tidak sesuai dengan jumlah pajak yang harus dibayar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan di sekitar Tol Soroja, menganalisis kenaikan harga lahan, serta mengusulkan model atau formula baru untuk penetapan NJOP yang lebih adil dan tidak memberatkan masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan analisis overlay dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara 2013-2020 terjadi peningkatan penggunaan lahan dan kenaikan harga yang signifikan, serta terbentuknya formula penetapan NJOP baru yang dapat diterapkan untuk mengurangi beban masyarakat.
Model Penilaian Elemen Potensial Urban Branding Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara Anjani Putri, Kaulika; Hilwati Hindersah; Ruchyat Deni Djakapermana
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.8244

Abstract

Abstract. Urban Branding is one of the strategic efforts to enhance a city's competitiveness. It has become a primary focus and an increasingly urgent necessity. The need for a regional brand helps establish a strong positioning for the area, especially when the branding is designed to be sustainable. The research titled “Assessment Model of Potential Urban Branding Elements in Tanjung Selor, North Kalimantan Province” aims to explore the branding potential of Tanjung Selor using both qualitative and quantitative approaches, including scoring, weighting, and crosstab analysis. The objectives of this study are to identify potential Urban Branding elements that can be marketed as the brand of Tanjung Selor, and to determine a sustainable Urban Branding concept suitable for the region. Based on the analysis, the branding concept “Tepian Kayan Tanjung Selor” emerged as a sustainable brand that reflects North Kalimantan’s competitiveness in comparison to other cities in Indonesia. This research is expected to serve as a replicable model for other cities by refining the analytical framework. It also offers valuable input for local government policy and development, while providing economic and social benefits for the people of Tanjung Selor. Abstrak. Urban Branding merupakan salah satu upaya untuk membentuk daya saing Kota, dan saat ini menjadi fokus utama dan kebutuhan yang cukup mendesak. Kebutuhan akan brand suatu daerah, akan menjadikan daerah mempunyai positioning yang kuat terlebih branding tersebut harus yang sustainable. Penelitian yang berjudul “Model Penilaian Elemen Potensial Urban Branding Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara” merupakan sebuah penelitian untuk mengetahui potensial branding di Tanjung selor dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif diantaranya skoring, pembobotan dan crosstabs. Penelitian dimaksudkan untuk Mengidentifikasi elemen-elemen Urban Branding yang potensial yang dapat dipasarkan menjadi Brand Tanjung Selor serta Menentukan Urban Branding yang sustainable untuk dijadikan branding di Tanjung Selor. Dari hasil analisis didapatkan Branding Tepian Kayan Tanjung Selor merupakan branding yang sustainable yang dapat menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki daya saing dengan kota-kota lain di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk replikasi bagi kota-kota lain dengan menggunakan penajaman-penajaman model analisis, serta dijadikan masukan untuk kebijakan dan pengembangan di pemerintah daerah, dan untuk masyarakat Tanjung Selor sendiri mendapatkan manfaat dari segi ekonomi dan sosial.