Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digitalisasi dan Kreativitas Masyarakat Kampung Bungas Melalui Website, Eco Enzyme, Mozaik Tutup Botol, dan Media Sosial Arief Hidayat; Kaulika Anjani Putri; Jihan Imelia Audhia; Risky Alfienda; Maulida Rahmayanti; Amisha Nabila Wiguna; Nur Auliyah Alfirah; Muhammad Rosyid; Yoga Maulana; Alfitriani Puji Rahayu; Shasa Nabila Purwita Rini; Aisyah Putri Kamilah; Srirahadita Pamungkas
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/1cgr8y80

Abstract

Masalah penumpukan sampah rumah tangga dan belum optimalnya promosi digital di Kampung Bungas (Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan) menjadi pemicu dilaksanakannya program pengabdian ini. Faktor utama hambatan tersebut berakar dari minimnya keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan lingkungan. Guna mengatasi persoalan ini, dirancang sebuah inovasi sosial terintegrasi yang memadukan prinsip ekonomi sirkular dan digitalisasi wilayah. Metode pelaksanaan di lapangan menerapkan pendekatan Participatory Community Development yang direalisasikan lewat survei pemetaan GIS, sosialisasi berkala, hingga beragam pelatihan teknis. Intervensi program menyasar kelompok masyarakat dengan rincian partisipan: 24 warga saat pembukaan, 31 anak muda pada pelatihan kreasi anorganik tutup botol, 12 orang pada pembuatan eco-enzyme, dan 6 pemuda terpilih sebagai Tim Humas. Dampak nyata dari kegiatan ini diukur menggunakan instrumen kuesioner skala Likert 5 poin. Warga memberikan respon positif yang sangat masif terhadap seluruh program, terlihat dari akumulasi tingkat persetujuan yang menyentuh angka 88,6%. Dari evaluasi per kegiatan, pelatihan fotografi dan videografi mencatat skor kepuasan tertinggi sebesar 4,28, disusul oleh pembuatan eco-enzyme di angka 4,26. Sementara itu, edukasi pengelolaan limbah memperoleh nilai 4,24 dan kelas desain grafis berada pada skor 3,92. Keberlanjutan jangka panjang program dibuktikan dengan diserahkannya sistem database GIS, web profil resmi, dan lima akun media sosial aktif sebagai media branding Kampung Bungas menjadi destinasi wisata edukasi yang berdaya saing.
Model Penilaian Elemen Potensial Urban Branding Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara Kaulika Anjani Putri; Hilwati Hindersah; Ruchyat Deni Djakapermana
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i2.8244

Abstract

Abstract. Urban Branding is one of the strategic efforts to enhance a city's competitiveness. It has become a primary focus and an increasingly urgent necessity. The need for a regional brand helps establish a strong positioning for the area, especially when the branding is designed to be sustainable. The research titled “Assessment Model of Potential Urban Branding Elements in Tanjung Selor, North Kalimantan Province” aims to explore the branding potential of Tanjung Selor using both qualitative and quantitative approaches, including scoring, weighting, and crosstab analysis. The objectives of this study are to identify potential Urban Branding elements that can be marketed as the brand of Tanjung Selor, and to determine a sustainable Urban Branding concept suitable for the region. Based on the analysis, the branding concept “Tepian Kayan Tanjung Selor” emerged as a sustainable brand that reflects North Kalimantan’s competitiveness in comparison to other cities in Indonesia. This research is expected to serve as a replicable model for other cities by refining the analytical framework. It also offers valuable input for local government policy and development, while providing economic and social benefits for the people of Tanjung Selor. Abstrak. Urban Branding merupakan salah satu upaya untuk membentuk daya saing Kota, dan saat ini menjadi fokus utama dan kebutuhan yang cukup mendesak. Kebutuhan akan brand suatu daerah, akan menjadikan daerah mempunyai positioning yang kuat terlebih branding tersebut harus yang sustainable. Penelitian yang berjudul “Model Penilaian Elemen Potensial Urban Branding Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara” merupakan sebuah penelitian untuk mengetahui potensial branding di Tanjung selor dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif diantaranya skoring, pembobotan dan crosstabs. Penelitian dimaksudkan untuk Mengidentifikasi elemen-elemen Urban Branding yang potensial yang dapat dipasarkan menjadi Brand Tanjung Selor serta Menentukan Urban Branding yang sustainable untuk dijadikan branding di Tanjung Selor. Dari hasil analisis didapatkan Branding Tepian Kayan Tanjung Selor merupakan branding yang sustainable yang dapat menunjukkan bahwa Kalimantan Utara memiliki daya saing dengan kota-kota lain di Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk replikasi bagi kota-kota lain dengan menggunakan penajaman-penajaman model analisis, serta dijadikan masukan untuk kebijakan dan pengembangan di pemerintah daerah, dan untuk masyarakat Tanjung Selor sendiri mendapatkan manfaat dari segi ekonomi dan sosial.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA FILTER AIR BOR PADA KAMPUNG TUMARITIS Maryo Inri Pratama; Fathiyah Rahmi Hidayat; Kaulika Anjani Putri; Fahwa Adhwazaiza; Muhammad Franadika Abidharta Fendina; Dewinta Kholifatul Saqia; Challysta Clorinda Kala; Dion Putra Kurniawan; Alief Taufik Kurniawan; Meldy Tiara Putri; Muhammad Akbar Syahril; Ramaditha Devi Anjani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 7 No. 1 (2026): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v7i1.8481865

Abstract

Akses air bersih menjadi tantangan krusial di Kampung Tumaritis, Balikpapan, di mana ketergantungan pada air sumur bor berkualitas rendah/keruh dan berbau telah berdampak negatif pada kesehatan warga. Untuk mengatasi masalah ini, sebuah program inovasi sosial melalui pengabdian masyarakat diimplementasikan dengan menerapkan teknologi tepat guna berupa sistem filter air. Pendekatan partisipatif holistik digunakan, diawali dengan survei lokasi dan pemetaan kebutuhan melalui kuesioner awal. Tahap implementasi mencakup serangkaian kegiatan terstruktur: pemaparan program kepada warga, pembangunan fondasi untuk tandon, pembangunan fondasi wadah filter air, perakitan sistem filter menggunakan media pasir malang, pemasangan booster air untuk optimalisasi distribusi air, pengecekan kualitas air setelah filter dipasang, sosialisasi pemeliharaan filter air ke warga, dan evaluasi program dengan pengisian kuesioner ke warga. Keberlanjutan program diperkuat melalui sesi pelatihan pemeliharaan mandiri bagi warga. Keberhasilan dievaluasi secara kuantitatif melalui kuesioner pra dan pasca-intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana rata-rata indikator penilaian kualitas air meningkat dari 3.00 menjadi 4.40 (kenaikan 1.40 poin pada skala 5). Keberhasilan teknis ini didukung oleh penerimaan sosial yang luar biasa, terbukti dari 100% pengakuan warga atas manfaat nyata filter dan 100% komitmen untuk merawatnya. Kesimpulannya, program ini tidak hanya berhasil menyediakan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan, tetapi juga sukses meningkatkan kemandirian masyarakat melalui adopsi teknologi yang efektif dan terjangkau.