Fitri Handayani Muchtar
Mahasiswa PPG Prajabatan Bidang Studi Pendidikan Luar Biasa Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Kooperatif Tipe Stad Media Audio Visual Pada Siswa Tunagrahita Sri Abdiningsih Masithah; Fitri Handayani Muchtar
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v5i2.500

Abstract

Kualitas hasil belajar IPA di kelas VII SMPLB Tunagrahita belum mendapatkan hasil yang memuaskan, data awal yang didapatkan menunjukkan saat pembelajaran diberikan siswa kurang aktif dan kurang merespon pembelajaran selama proses pembelajaran berlangsung sehingga menyebabkan hasil belajarnya rendah. Maka untuk meningkatkan hasil belajar perlu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe stad berbantu media audio visual pada materi perubahan wujud benda mencair dan membeku di SLB Negeri 1 Makassar. Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Stad berbantu media audio visual diharapkan dapat membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, karena bentuk pembelajaran yang membimbing siswa agar mampu belajar dengan kelompok-kelompok kecil melalui komposisi anggota yang beragam serta melalui lembar kegiatan atau seperangkat pembelajaran seperti tutorial, dan kuis satu sama lain dalam memahami kurikulum atau melanjutkan diskusi. Rancangan penelitian berupa penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dan dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe stad berbantu media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA dibuktikan dengan pada siklus I hasil belajar IPA siswa memiliki nilai rata-rata 50% dengan kategori kurang mampu meningkat pada siklus II menjadi nilai rata-rata 50% dan terkategori mampu dan terjadi perubahan aktivitas siswa berupa kegiatan positif dalam setiap pelaksanaan proses belajar mengajar seperti peningkatan frekuensi keaktifan dan meningkatkan kepercayaan diri siswa.