Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri 2 Polewali ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain control group pretest posttest. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diperoleh satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri diterapkan pada kelas eksperimen sedangkan pembelajaran Direct Instruction (DI) diterapkan pada kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur penguasaan konsep dan lembar observasi untuk mengukur keterampilan proses sains. Analisis data akhir berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, dan uji gain. Uji-t digunakan untuk menentukan signifikansi perbedaan nilai rata-rata penguasaan konsep antara kelas kontrol dan kelas eksperimen dan uji gain digunakan untuk mengetahui peningkatan data hasil penguasaan konsep dan hasil observasi baik kelas kontrol maupun kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukan peningkatan penguasaan konsep pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,58 dan kelas kontrol pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,41, sedangkan peningkatan keterampilan proses sains pada kelas eksperimen pada kriteria sedang dengan faktor gain 0,35 dan pada kelas kontrol pada kriteria rendah dengan faktor gain 0,25. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai faktor gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai faktor gain kelas kontrol dalam hal meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains. Dengan demikian penerapan model pembelajaran PBL Berbasis Inkuiri lebih efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa dibandingkan dengan model pembelajaran DI pada materi gelombang mekanik.