Deden Taufik Hidayat
Prodi Magister Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta, KH Ahmad Dahlan, Cirendeu, Tanggerang.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Konsep Pembelajaran Luqmanulhakim Pada Anak Usia Dini Deden Taufik Hidayat; Zulfitria
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1327

Abstract

Anak usia dini memiliki rentang 2 – 8 tahun dan merupakan usia emas “Golden Age” karena pada usia tersebut fondasi-fondasi diri mulai dibangun. Bangunan yang kuat dan baik, karena memiliki fondasi yang kokoh, begitu pula manusia. Oleh Karena usia emas ini, maka pendidikan anak usia dini menjadi sangat penting sekali diselenggarakan dan diarahkan sedemikian rupa. Salah satu konsep pembelajaran yang tepat untuk anak usia dini berdasarkan karakternya adalah Konsep Pembelajaran Luqmanulhakim. Konsep ini memuat kecerdasan dasar yang penting untuk anak, diantaranya kecerdasan spiritual, emosional, dan sosial. Tidak hanya itu, kompetensi yang dibangun juga adalah hal signifikan yaitu kompetensi iman, amal shaleh, dan karakter. Kecerdasan dan kompetensi-kompetensi tersebut penting sekali dibangun pada diri anak pada usia emas tersebut karena akan berimplikasi pada kehidupan anak di masa yang akan datang. Berdasarkan kajian pustaka sederhana, konsep pembelajaran Lukmanulhakim memuat tujuh konsep dasar yang diharapkan itu menjadi bagian kompetensi yang dimiliki dan terbentuk menjadi karakter yang kuat pada dirinya. Ketujuh konsep termuat dari QS Luqman: 12 – 19, yaitu: (1) Mengenalkan pengetahuan tentang Ketauhidan, (2) mengajarkan anak untuk berbakti kepada kedua orang tua, (3) melatih dan membiasakan sholat, (4) melatih dan membiasakan anak untuk bersyukur dan bersabar, (5) melatih dan membiasakan anak untuk tidak bersikap sombong dan angkuh, (6) melatih dan membiasakan anak untuk hidup bersahaja, dan (7) Melatih dan membiasakan anak untuk bertutur kata yang lembut, bersikap sopan dan santun