Siti Sasmita
Pendidikan Profesi Guru Prajabatan Sejarah Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kooperative Tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas XI SMA Negeri 22 Makassar Siti Sasmita
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 3 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pendidikan.v6i3.1441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMA Negeri 22 Makassar, yang berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar siswa. Rendahnya keaktifan belajar ini terlihat dari minimnya partisipasi siswa dalam diskusi. Untuk mengatasi permasalahan ini, dilakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperative Tipe STAD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diakukan dalam dua siklus. Setiap siklus yang ada, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas XI SMA Negeri 22 Makassar. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mencakup observasi, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) secara signifikan meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah di kelas XI SMA Negeri 22 Makassar Tahun Ajaran 2023/2024. Pada Siklus I, keaktifan belajar siswa meningkat dari 37,5% (sebelum penerapan STAD) menjadi 66,51%. Namun, beberapa siswa masih kurang aktif dalam berdiskusi dan bertanya kepada guru. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II, hasil observasi menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan rata-rata keaktifan belajar mencapai 90,17%.