p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MEMACE
Dewi Trisnianti
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DIKSI DAN GAYA BAHASA DALAM LIRIK LAGU RUNTUH KARYA FEBY PUTRI DAN FIERSA BESARI: KAJIAN STILISTIKA Bagus Wahyu Setiawan; Dewi Trisnianti
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 2 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i2.6675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam lirik lagu Runtuh karya Feby Putri dan Fiersa Besari melalui kajian stilistika. Lirik lagu sebagai salah satu bentuk karya sastra populer tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana ekspresi emosional yang dikonstruksi melalui pilihan bahasa yang estetis dan bermakna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis stilistika. Sumber data penelitian berupa lirik lagu Runtuh, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung unsur diksi dan gaya bahasa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi dalam lirik lagu Runtuh didominasi oleh diksi konotatif, diksi emotif, dan pilihan kata yang merepresentasikan kondisi psikologis tokoh lirik, seperti kelelahan emosional, tekanan batin, dan proses penerimaan diri. Sementara itu, gaya bahasa yang ditemukan meliputi metafora, personifikasi, hiperbola, repetisi, dan simbolisme. Penggunaan unsur-unsur stilistika tersebut berfungsi memperkuat ekspresi perasaan, membangun suasana melankolis, serta memperdalam makna yang ingin disampaikan kepada pendengar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama lirik lagu Runtuh terletak pada kesederhanaan bahasa yang dikombinasikan dengan kedalaman makna emosional. Dengan demikian, lirik lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai karya musik, tetapi juga sebagai representasi sastra populer yang memiliki nilai estetika dan refleksi psikologis yang kuat dalam kehidupan manusia.
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KASUS PAGAR LAUT TANGERANG PADA MEDIA DARING INDONESIA: KAJIAN MODEL TEUN A. VAN DIJK Dewi Trisnianti
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.6773

Abstract

Media massa memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu peristiwa sosial. Salah satu isu yang mendapat perhatian luas pada awal tahun 2025 adalah kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan keberadaan pagar laut sepanjang lebih dari 30 kilometer yang berdampak terhadap aktivitas nelayan dan memunculkan polemik mengenai legalitas penguasaan ruang laut, penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB), serta sertifikat hak milik (SHM) pada kawasan perairan. Berbagai media daring menampilkan konstruksi pemberitaan yang berbeda-beda sesuai dengan orientasi dan kepentingan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kasus pagar laut Tangerang dalam media daring Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa berita yang dipublikasikan media daring nasional pada Januari–Februari 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan terhadap teks berita yang relevan. Analisis data difokuskan pada struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro yang meliputi aspek semantik, sintaksis, stilistika, dan retorika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membangun representasi yang beragam terhadap kasus pagar laut. Sebagian media menempatkan pemerintah sebagai aktor penyelesai masalah, sedangkan media lain lebih menonjolkan aspek dugaan pelanggaran hukum, konflik kepentingan, dan kerugian masyarakat pesisir. Pilihan kosakata, pola penyusunan informasi, serta strategi retoris menunjukkan adanya kecenderungan ideologis dalam membingkai realitas sosial. Temuan penelitian menguatkan pandangan bahwa berita merupakan konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh relasi kekuasaan dan kepentingan institusi media.