Media massa memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu peristiwa sosial. Salah satu isu yang mendapat perhatian luas pada awal tahun 2025 adalah kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan keberadaan pagar laut sepanjang lebih dari 30 kilometer yang berdampak terhadap aktivitas nelayan dan memunculkan polemik mengenai legalitas penguasaan ruang laut, penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB), serta sertifikat hak milik (SHM) pada kawasan perairan. Berbagai media daring menampilkan konstruksi pemberitaan yang berbeda-beda sesuai dengan orientasi dan kepentingan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kasus pagar laut Tangerang dalam media daring Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa berita yang dipublikasikan media daring nasional pada Januari–Februari 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan terhadap teks berita yang relevan. Analisis data difokuskan pada struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro yang meliputi aspek semantik, sintaksis, stilistika, dan retorika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membangun representasi yang beragam terhadap kasus pagar laut. Sebagian media menempatkan pemerintah sebagai aktor penyelesai masalah, sedangkan media lain lebih menonjolkan aspek dugaan pelanggaran hukum, konflik kepentingan, dan kerugian masyarakat pesisir. Pilihan kosakata, pola penyusunan informasi, serta strategi retoris menunjukkan adanya kecenderungan ideologis dalam membingkai realitas sosial. Temuan penelitian menguatkan pandangan bahwa berita merupakan konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh relasi kekuasaan dan kepentingan institusi media.
Copyrights © 2025