This Author published in this journals
All Journal MEMACE
Siti Hadiza Rahmah
Institut Pendidikan Nusantara Global

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DALAM TUTURAN PADA ACARA TALKSHOW MATA NAJWA DI TRANS 7 Dedi Irawan; Siti Hadiza Rahmah
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.7117

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakbakuan dan kesalahan sintaksis yang terdapat dalam tuturan pada acara talkshow Mata Najwa episode “Menguji Ujian Nasional” yang ditayangkan di Trans7 pada Desember 2019. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan yang menunjukkan konstruksi imperatif dan interogatif yang dalam naskah awal penelitian dikategorikan sebagai kesalahan sintaksis. Data diperoleh dari tayangan video dan ditranskripsikan, kemudian diidentifikasi, diklasifikasikan, dianalisis berdasarkan struktur sintaksis dan konteks tuturan, serta diperbaiki dengan mempertimbangkan bentuk bahasa Indonesia yang lebih baku. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kelompok utama data, yaitu ketidakbakuan pada konstruksi imperatif dan ketidakbakuan pada konstruksi interogatif. Konstruksi imperatif tampak pada penggunaan bentuk ajakan tanpa penanda eksplisit, bentuk percakapan seperti “mikir” dan “dikit”, serta konstruksi “agak ... dikit” yang kurang efektif dalam konteks formal. Pada konstruksi interogatif ditemukan tuturan yang secara bentuk berupa pernyataan, tetapi digunakan untuk meminta konfirmasi atau informasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian bentuk yang pada penelitian terdahulu disebut “kesalahan” sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai variasi bahasa lisan atau ketidakbakuan kontekstual. Dengan demikian, analisis sintaksis pada bahasa televisi perlu mempertimbangkan struktur kalimat sekaligus fungsi komunikatif dan konteks tuturan.