Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keabsahan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang Objeknya Masih Dalam Sengketa di Pengadilan Andi Hermawan; Endang Purwaningsih; Chandra Yusuf
Syntax Idea 3906-3924
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i9.4347

Abstract

The notary makes a deed in the form of a PPJB deed based on a power of attorney agreement, which means that a legal relationship exists between the giver and the recipient of the power of attorney based on an agreement. The authority of a Notary to make an Authentic Deed comes from the provisions of Article 15 paragraph (1) UUJN. In order to avoid violations that could lead to Notarial actions that could be charged by criminal articles, Notaries in making Authentic Deeds, especially PPJB deeds, must always pay attention to the applicable legal rules. The formulation of the problem in this research is that regarding the position of the PPJB deed, it is known that the object is still in dispute in court and the legal consequences of the PPJB. This thesis uses normative legal research methods (library) with qualitative analysis of secondary data to obtain conclusions about the position of the PPJB deed, it is known that the object is still in dispute in court and is invalid because the legal act of buying and selling through the PPJB does not meet the requirements. the validity of the agreement regulated in Article 1320 of the Civil Code and the material requirements in making a PPJB deed. As a legal consequence of the PPJB deed, it is known that its object is still under dispute in court, namely that it is null and void and is not binding on the parties who made it. So, the achievements that have been made will return to normal. Apart from that, this results in the Notary being asked to take responsibility under UUJN and the code of ethics in making PPJB deeds where it is known that the object is still in dispute in court.
Hubungan Antara Pola Makan Dan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Acne Vulgaris Pada Mahasiswi Angkatan 2022 Dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Islam Sarah Levilove T; Endang Purwaningsih; Karimulloh Karimulloh
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2500

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kulit yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda, termasuk kalangan mahasiswa. Faktor-faktor seperti pola makan yang tidak sehat dan indeks massa tubuh (IMT) dianggap berperan dalam kejadian jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan IMT dengan kejadian acne vulgaris. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pola Makan dan Indeks Massa Tubuh dengan timbulnya Acne Vulgaris pada Mahasiswi Angkatan 2022 dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner dan lembar observasi berupa Google Form kepada responden. Pengukuran data dilakukan dengan cara memasukan data yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh responden ke komputer dan dianalisis menggunakan program Statistical Package for Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswi angkatan 2022 dan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas YARSI memiliki pola makan cukup dan IMT dalam kategori berat badan normal, sementara sebagian kecil memiliki pola makan buruk dan IMT obesitas kelas 2. Mayoritas mahasiswi tidak mengalami acne vulgaris, namun terdapat hubungan antara pola makan dan IMT dengan kejadian acne vulgaris. Dalam pandangan Islam, menjaga pola makan yang halal, thayyib, tidak berlebihan, serta mempertahankan IMT normal adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan, sementara jerawat dipandang sebagai ujian fisik yang mengajarkan kesabaran.