Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Relasi Kuasa Antara Keluarga dengan Pecandu/Penyalahguna yang Menjalani Rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Roy Hardi Siahaan
Syntax Idea 6070-6078
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i9.4489

Abstract

Penggunaan Narkoba telah menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama dengan prevalensinya yang tersebar luas di semua kategori Masyarakat. Penyalahgunaan Narkoba tidak hanya berdampak negatif pada individu yang menggunakannya, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu individu yang terjerat Narkoba untuk kembali ke kehidupan yang sehat dan produktif adalah melalui rehabilitasi Salah satu faktor penting yang berperan dalam keberhasilan rehabilitasi adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana dinamika relasi kuasa antara pecandu/penyalahguna yang menjalani proses rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN. Penelitian kualitatif dengan partisipan 6 orang klien usia 21-36 tahun yang sedang menjalani program rehabilitasi rawat inap di Balai Rehabilitasi BNN. Partisipan ditentukan dengan metode purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data berupa wawancara mendalam, catatan lapangan, dan studi pustaka. Pemaknaan perasaan klien sangat beragam, misalnya: tidak percaya, tidak terima, menyatakan kecewa, merasa malu, merasa marah, merasa menyesal, merasa sedih mendalam, bahkan merasa putus asa terhadap penyalahgunaan Narkoba dan proses rehabilitasi yang harus dijalaninya. Stigma yang dirasakan oleh klien berasal dari diri sendiri, keluarga, dan diskriminasi. Ambivalensi juga dirasakan baik secara obyektif, subyektif, implisit-eksplisit, dan implisit. Beberapa mekanisme koping yang digunakan klien untuk mengatasi permasalahannya adalah berserah diri, berdoa, berbagi, menjaga kebersihan diri, mencari kegiatan dalam program rehabilitasi. Dukungan yang diterima klien selama menjalani rehabilitasi meliputi dukungan moral, dukungan finansial, dan dukungan sosial, yang berkorelasi dengan motivasi dan keberhasilan klien dalam menjalani rehabilitasi, serta harapan klien terhadap keluarga besar. Klien yang menjalani rehabilitasi mengalami proses berduka yang mendalam, dan berulang kali melalui beberapa tahapan yang terdiri dari penolakan, tawar-menawar, dan penerimaan, peningkatan spiritual, dan penerimaan kenyataan. Klien juga mengalami berbagai stigma, dan ambivalensi. Peningkatan komunikasi, kepercayaan, penerimaan dan memperbaiki hubungan keluarga harus dilakukan untuk mendukung klien dalam proses rehabilitasi yang berkelanjutan
Cultural Sensitivity Exploration: Client Experiences with The Therapeutic Community Method at The National Narcotics Agency Rehabilitation Center Roy Hardi Siahaan
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v4i4.741

Abstract

Drug abuse is one of the major challenges in global society. Data in the World Drug Report issued by UNODC shows that around 292 million people in the world will use drugs in 2024. The significant impact of this occurs in the younger generation. This study aims to analyze the experiences of clients undergoing inpatient rehabilitation at the Rehabilitation Center of the National Narcotics Agency (BNN) Indonesia using the Therapeutic Community (TC) method. This method facilitates social interaction and learning from shared experiences in an environment that supports the recovery process. Through semi-structured interviews with six clients from various provinces, this study found that cultural sensitivity plays an important role in increasing the effectiveness of rehabilitation. Clients can find their identity, form close relationships with fellow residents based on similar backgrounds, and understand diversity in the community. However, challenges arise from cultural differences that sometimes clash with TC values, requiring adaptation and understanding among clients. The results of the study indicate that the TC method at the BNN Rehabilitation Center was derived not only to contribute to the reduction of maladaptive behavior, but also to encourage the development of communication skills, emotional management, and independence. Although clients feel many benefits from the rehabilitation process, there is a need to increase recreational activities to prevent boredom. This study recommends the need for a more inclusive approach in understanding the cultural diversity of clients for more optimal results in drug rehabilitation.