Asyari Asyari
Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH LITERASI, RELIGIUSITAS DAN PENDAPATAN TERHADAP MINAT BERWAKAF UANG DENGAN PERILAKU ALTRUISME SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA PEDAGANG PASAR AUR KUNING DI BUKITTINGGI) Selvi Purwaningsih; Asyari Asyari
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 7 No. 5 (2024): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.12939

Abstract

Salah satu bentuk yang melatar belakangi penulis untuk membahas permasalahan ini karena masih banyak pedagang di aur kuning Bukittinggi yang belum paham mengenai ruang lingkup wakaf uang, hal tersebut dapat ditunjukkan dengan kurangnya pemahaman pedagang di pasar aur kuning tentang wakaf uang, tujuan wakaf uang serta manfaat yang akan didapat dari dana wakaf yang terkumpul. Selain itu pedagang juga masih minim pengalaman tentang bagaimana cara memanajemen keuangan secara efektif dan efesien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Literasi, Religiusitas Dan Pendapatan Terhadap Minat Berwakaf Uang Dnegan Perilaku Altruisme Sebagai Variabel Moderasi Pada Pedagang Pasar Aur Kuning di Bukittinggi. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang pasar aur kuning di Bukittinggi dengan jumlah pedagang secara keseluruhan yaitu 6.019 orang. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan accidental sampling, dengan jumlah sampel sebayak 200 orang dengan menggunakan rumus Heirs. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah program Warp Partial Least Square dengan bantuan software WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) variabel literasi secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwakaf uang dengan nilai βsebesar 0.75 dan nilai P-Value 0.01<0.05. 2) Variabel religiusitas secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwakaf uang dengan nilai βsebesar 0.75 dan nilai P-Value 0.01<0.05. 3) Variabel pendapatan secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwakaf uang dengan nilai βsebesar 0.66 dan nilai P-Value 0.01<0.05. 4) Perilaku altruisme memoderasi pengaruh literasi terhadap minat berwakaf uang dengan koefisien moderating effect 0.44 dan P-Value 0.01<0.05. 5) Perilaku altruisme memoderasi pengaruh religiusitas terhadap minat berwakaf uang dengan koefisien moderating effect 0.57 dan P-Value 0.01<0.05. 6) Perilaku altruisme memoderasi pengaruh pendapatan terhadap minat berwakaf uang dengan koefisien moderating effect 0.53 dan P-Value 0.01<0.05.
Analisis Faktor-Faktor Tidak Tepat Sasaran dalam Penyaluran Bantuan Sosial Lansia dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia di Desa Sorkam, Tapanuli Tengah Putri Febiola Pasaribu; Asyari Asyari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38855

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh identifikasi kendala dalam pengelolaan dana bantuan sosial dan faktor-faktor penyebab ketidaktepatan sasaran penyaluran bantuan kepada lansia. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dengan pengelola serta penerima manfaat, dan analisis data dari berbagai sumber. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketidakakuratan data dan proses pencatatan yang masih manual menjadi hambatan utama dalam efektivitas penyaluran bantuan. Perubahan pengelolaan dana dari kepala desa ke aparat desa diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas. Rekomendasi yang disarankan meliputi perbaikan sistem pendataan dan transparansi agar bantuan tepat sasaran dan meningkatkan kesejahteraan lansia di desa tersebut.. Rumusan masalah utama meliputi sejauh mana efektivitas program tersebut dan persepsi masyarakat terhadap ketepatan sasaran PKH.