Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tantangan Perkembangan Pencak Silat di Kota Tangerang Selatan: Analisis Keterbatasan Fasilitas dan Pendidikan Suwandi; Riska Putri
Innovations in Multidisciplinary Education Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Innovations in Multidisciplinary Education Journal
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/w3mj5k70

Abstract

Pencak silat is a form of traditional martial arts that has high cultural and philosophical values in Indonesia. However, in South Tangerang City, the development of pencak silat faces significant challenges. This study aims to identify and analyze the obstacles faced in the development of pencak silat in this area, focusing on the lack of facilities and infrastructure as well as the lack of lesson time in schools. Through in-depth interviews with five figures from various martial arts institutions, namely Deni Asmara from Tapak Suci, Ahmad Maulana from Perguruan Silat Al Qoyyum, Fitrah Febri Salam from MS Jalan Enam Pengasinan, Gufron from Pencak Silat Padjajaran Cimande, and Delima Bungsu Andy, Chairman of IPSI Kota Tangerang Selatan, this research reveals that limited infrastructure and inadequate educational support are the main obstacles. The results of this study are expected to provide insights for stakeholders in formulating pencak silat development strategies in the city.
Manajemen Kompetensi Digital Guru dalam Administrasi Pendidikan di SDN Sukarukun 01 Bekasi Astri Ardila Susanti; Suwandi
Journal of Contemporary Issues in Primary Education Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Contemporary Issues in Primary Education
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/5zdn2y80

Abstract

This study aims to analyze the management of teachers’ digital competence in educational administration at SDN Sukarukun 01 Bekasi. The study employed a qualitative approach with a field research design using in-depth interviews with the principal and teachers. The findings reveal that the management of teachers’ digital competence has been implemented through planning, organizing, actuating, and controlling functions; however, it has not been conducted optimally and systematically. In the planning aspect, policies related to digital competence development remain informal and undocumented. In organizing, an informal peer collaboration pattern emerges as an adaptive strategy, where digitally competent teachers assist others. In actuating, the implementation of digital-based administration has been carried out but still faces challenges, including limited digital literacy, low self-confidence, and generational digital gaps. Meanwhile, controlling is conducted through work evaluation but lacks measurable performance indicators. The novelty of this study lies in identifying informal collaboration and generational gaps as key factors influencing the management of teachers’ digital competence. The study implies the need for strengthening formal policies, continuous training programs, and needs-based mentoring systems to enhance teachers’ digital competence effectively.
Pelatihan Resiliensi Guru PAUD sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Pembelajaran di Kota Tangerang Selatan Sri Utaminingsih; Ruknan; Nuryati Djihadah; Suwandi
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menghadapi tuntutan kerja emosional yang tinggi dalam mengelola perilaku anak, berinteraksi dengan orang tua, serta memenuhi target pembelajaran, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan kerja yang berdampak pada kinerja pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan resiliensi guru PAUD dalam mengelola tekanan kerja melalui pelatihan berbasis partisipatif. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan pendekatan partisipatif yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, refleksi diri, simulasi, dan role play. Sasaran kegiatan adalah 25 guru PAUD yang tergabung dalam Gugus PAUD di Kota Tangerang Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep resiliensi, kemampuan mengelola emosi dalam menghadapi perilaku anak, serta kemampuan beradaptasi terhadap situasi pembelajaran yang dinamis. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengajar dan mampu menerapkan komunikasi positif dalam interaksi pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan resiliensi berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan emosi dan kinerja pembelajaran guru PAUD.