Abdul Malik Ridwan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK SLEEPCALL SEBAGAI FENOMENA TERBARU DALAM GENERASI MILLENIAL MAUPUN GEN-Z YANG BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN : SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS Abdul Malik Ridwan
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 1 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v3i1.1710

Abstract

Fokus masalah dalam penelitian ini menggambarkan suatu fenomena mengenai kegiatan sleepcall. Kegiatan ini sering terjadi di kalangan beberapa generasi namun cukup dan terbilang sering karena melebihi dari satu maupun dua orang. Sleepcall, atau yang biasa disebut tertidur sambil menelpon atau menelpon berjam-jam sampai akhirnya di akhiri dengan tertidur ini memiliki dampak yang memang tidak baik mau dalam sisi keadaan sosial manusia, maupun kesehatan orang tersebut. Kegiatan menelpon sampai tertidur pulas yang sangat sering ataupun often dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak yang sangat serius kepada diri. Seperti, munculnya rasa ketergantungan pada orang lain yang mana mereka adalah pasangan sleepcall dari pelaku. Hal tersebut memberikan perasaan yang tidak mau berhenti dan rasa terus untuk melakukan hal tersebut akan selalu ada akhirnya tidak terhenti, Membuat hal ini menjadi suatu bahan kajian pada penelitian ini yang mengangkat isu sleepcall menjadi bahan yang diangkat pada penelitian. Dimana saran dan juga beberapa dampak sosiologis maupun kesehatan beserta kesimpulan akan diberikan, dalam upaya solusi pada fenomena baru ini mendapat suatu angin segar dalam segi kemanusiaan dalam menggilangkan rasa ketergantungan dan juga diharapkan manusia dapat sehat secara raga maupun jiwa.
Pendidikan Karakter Berbasis Toponimi: Studi Relasi Budaya pada Pemukiman Etnis di Banten Lama Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Nurul Hayat; Abdul Malik Ridwan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1476

Abstract

Peneltian ini mengulas toponimi di Kawasan Banten Lama yang mencerminkan hubungan budaya antar berbagai etnis, serta proses asimilasi dan interaksi budaya yang terjadi sepanjang sejarah. Toponimi, atau kajian tentang nama-nama tempat, tidak hanya mencerminkan aspek geografis, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nama-nama tempat di Kawasan Banten Lama dapat menjadi sarana dalam membangun kesadaran akan keberagaman budaya, toleransi, dan identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnohistoris. Analisis toponimi dilakukan dengan memetakan nama-nama tempat yang memiliki keterkaitan budaya dan sejarah dari suatu etnis, serta mengkaji simbolisme yang terkandung di dalamnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa toponimi di Kawasan Banten Lama, seperti Kampung Bugis, Dermayon, Kebalen, (bekas) Pecinan, dan (bekas) Pekojan mencerminkan hubungan lintas budaya antar etnis yang berbeda, serta proses asimilasi dan integrasi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Nama-nama tempat yang bersifat etnik atau historis memiliki nilai edukasi yang dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pendidikan karakter. Dengan menganalisis contoh-contoh toponimi etnik dari berbagai daerah di Banten Lama, penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama tempat memiliki makna simbolik yang berpotensi memperkuat nilai-nilai karakter seperti kebersamaan, saling menghormati, dan keberagaman. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan toponimi ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang mendukung pembentukan karakter peserta didik yang dapat dikembangkan melalui pendekatan sosio-historis, yang menggabungkan pemahaman sosial dan sejarah, memberikan wawasan tentang keragaman, sejarah lokal, dan identitas sosial. Pendekatan ini memperkuat kesadaran kritis, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan.