Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Perilaku Konsumtif pada Penggemar BLACKPINK (BLINK) Celvin Stivanus; Agustina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dan Perilaku Konsumtif pada penggemar BLACKPINK (BLINK). Tingginya antusiasme BLINK dalam membeli album, merchandise, tiket konser, hingga produk kolaborasi menunjukkan adanya pola konsumsi yang meningkat dan dipengaruhi oleh faktor psikologis. FoMO, yaitu kecemasan ketika merasa tertinggal dari pengalaman penting, diduga menjadi salah satu pendorong perilaku konsumtif tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental dan teknik purposive sampling. Sebanyak 231 partisipan berusia 18-40 tahun yang telah mengikuti BLACKPINK minimal enam bulan serta terlibat dalam pembelian produk terkait fandom berpartisipasi dalam penelitian. Instrumen yang digunakan adalah Skala Fear of Missing Out dan Skala Perilaku Konsumtif yang telah diadaptasi, masing-masing memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan nilai Alpha di atas 0,80. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman karena sebaran data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara FoMO dan perilaku konsumtif (r = 0.416, p < 0.001). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin tinggi pula kecenderungan perilaku konsumtif pada penggemar BLINK. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami mekanisme psikologis yang memengaruhi perilaku konsumtif pada komunitas penggemar K-Pop.
Peranan Stres Akademik Terhadap Kecanduan Game Online pada Mahasiswa Tingkat Akhir Veebie Cleodora Valein; Agustina
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2026): Volume 12 No. 01, Maret 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.11256

Abstract

This study aims to examine the role of academic stress on online game addiction among final-year university students who are currently completing their thesis. The increasing academic demands, deadlines, and emotional pressure during the thesis process often become significant sources of stress. As a result, many students tend to cope with their stress by engaging in online gaming activities. The participants of this study were 192 final-year students who actively play online games. Data were collected using two measurement instruments: an academic stress scale adapted from Rifaldi (2020) and the Indonesian Game Addiction Questionnaire (IGAQ) developed by Jap et al. (2013). The data were analyzed using correlation and simple linear regression. The results indicate a significant and positive relationship between academic stress and online game addiction. Furthermore, academic stress contributes 47.7% to the increase in online game addiction, while the remaining percentage is influenced by other factors not examined in this study. These findings suggest that academic stress is one of the dominant predictors of online game addiction among final-year students. Therefore, the use of online games as a coping strategy has the potential to develop into maladaptive behavior when stress is not managed properly.
Peranan Citra Tubuh dan Perbandingan Sosial Terhadap Penerimaan Diri pada Mahasiswa Penggemar K-Pop Gabriella Oliviana Hutabarat; Agustina
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 12 (2024): NJMS - Juli 2024
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam banyak budaya, terdapat tekanan yang kuat bagi perempuan untuk memenuhi standar kecantikan yang ditetapkan oleh masyarakat. Mahasiswa Perempuan penggemar k-pop merupakan awal yang sering terpapar mengenai konsep tubuh ideal, menyebabkan ketidakpuasan tubuh dan menurunkan penerimaan diri. Mahasiswa perempuan penggemar K-pop memiliki keinginan untuk meyerupai idola mereka yang meyebabkan mereka Melakukan perbandingan sosial. Citra tubuh mengacu pada persepsi dan sikap individu terhadap tubuhnya sendiri, sementara perbandingan sosial adalah proses membandingkan diri sendiri dengan orang lain sebagai upaya untuk menilai kemampuan, penampilan, atau status. Penerimaan diri merupakan aspek penting dalam kesehatan mental yang mencerminkan sejauh mana seseorang merasa puas dan menerima dirinya apaadanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan citra tubuh dan perbandingan sosial terhadap penerimaan diri pada mahasiswa perempuan penggemar K-Pop. Sebanyak 113 mahasiswa dipilih dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang di gunakan dalam pengumpulan data penelitian ini ialah Upward and Downward Appearance Comparison Scale (UDACS), Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ) dan Multimendisional Body Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS). Hasil analisis data penelitian menunjukkan distribusi data normal dan linear, sehingga hasil analisis uji hipotesis regresi sederhana menunjukkan nilai signifikansi (p)=0,000 (< 0.05). Peranan yang diberikan masing-masing variabel terhadap penerimaan diri menunjukan bahwa pada citra tubuh, dimensi Appearance evaluation (AE) berkonstribusi sebesar 74.9%, dimensi Appearance orientation (AO) adalah 72.1%, memiliki peranan signifikan dibandingkan tiga dimensi lainnya. Selain itu, berdasarkan analisis dimensi perbandingan sosial terhadap penerimaan diri di ketahui memiliki kontribusi sebesar 25%.