Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PROYEK BAGI MAHASISWA TEKNIK SIPIL DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA KONSTRUKSI: STUDI BERDASARKAN DATA SURVEI Juli Andjani, Ni Made Ayu; Fiisyatin Rodiah
Surya Teknika Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 1 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.7568

Abstract

Administrasi proyek merupakan salah satu komponen utama dalam pengelolaan proyek konstruksi yang sering kali kurang mendapat perhatian dalam kurikulum pendidikan teknik sipil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kebutuhan dan urgensi pembelajaran administrasi proyek bagi mahasiswa teknik sipil, berdasarkan data survei terhadap 55 responden dari berbagai latar belakang. Survei ini mengukur persepsi tentang pentingnya aplikasi perangkat lunak teknik, tingkat penguasaan keterampilan administratif, serta kendala dalam pengembangan kemampuan proyek. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden menganggap pembelajaran administrasi proyek sangat penting, namun masih menghadapi kendala penguasaan software dan manajemen proyek yang efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran administrasi proyek harus menjadi bagian integral dalam kurikulum teknik sipil untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di lapangan.
Analisis Kelayakan Infrastruktur Pariwisata Di Kota Palu, Sulawesi Tengah: Studi Kasus Kampung Nelayan Palu Ratmadi Payung, Fritswel; Sarungallo, William Arrang; Rahmat Ramadhan, Bayu; Ayu Juli Andjani, Ni Made
Surya Teknika Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Surya Teknika Volume 1 Edisi 2 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v1i2.6523

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan infrastruktur pariwisata di Kampung Nelayan Palu, Sulawesi Tengah, sebagai destinasi wisata potensial. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan berbagai responden, termasuk wisatawan lokal, masyarakat sekitar, serta pemangku kepentingan. Infrastruktur dinilai berdasarkan sepuluh indikator, seperti akomodasi, tempat makan, transportasi, dan telekomunikasi, menggunakan skala kelayakan ASCE (2009). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar infrastruktur berada dalam kategori buruk dengan nilai rata-rata 65,37% atau D. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan mendasar, khususnya dalam aspek transportasi, telekomunikasi, dan sanitasi, untuk mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kampung Nelayan Palu. Dengan peningkatan infrastruktur yang tepat, kawasan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan daya tarik wisata dan kontribusi ekonomi lokal.
Evaluasi Perilaku Tanah Dasar Embung Rano Tadulako terhadap Pengaruh Gempa Rodiah , Fiisyatin; Sarika , Hardiyanti; Amaliah , Rizki; Warliawati , Sri; Andjani, Ni Made Ayu Juli
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/zj8j2t19

Abstract

Palu City is an earthquake-prone area, notably marked by the September 28, 2018 earthquake (Mw 7.4) which caused significant damage. Rano Tadulako Reservoir serves as a crucial raw water supply for Tadulako University, necessitating evaluation of its subgrade stability against seismic effects. This study evaluates subgrade stability through dynamic bearing capacity analysis using the pseudostatic method. Primary data includes Cone Penetration Tests at 4 points across 20 cross-sections, while secondary data comprises seismic parameters showing PGA = 0.919 g. Analysis involved calculating horizontal seismic coefficient (kh = 0.46), ultimate bearing capacity using Terzaghi's method, and seismic capacity reduction. Results show 84% of the reservoir (16 of 19 segments) meets safety criteria with SF ≥ 1.5, ranging from 0.150 to 7.402. Critical points were identified at segments 9-10 with SF = 0.150. Overall, the subgrade is relatively safe, though local reinforcement and continuous monitoring are essential for long-term stability.
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Pemilihan Rumah KPR Bersubsidi: Perspektif Manajemen Investasi dan Properti dalam Pengembangan Perumahan Perkotaan Ni Made Ayu Juli Andjani
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.2396

Abstract

This study used a questionnaire survey of 100 respondents from five housing complexes in Palu City (Tondo, Duyu, Mamboro, Kawatuna, Pengawu) to examine people's perceptions of subsidized mortgage homes compared to rental housing. Respondents consisted of students, office workers, and entrepreneurs with different needs: students were looking for affordable housing close to campus, office workers prioritized long-term investment, and entrepreneurs needed economic assets. The majority of respondents chose subsidized mortgage houses because of affordable installments, property ownership, and long-term security, while rental housing was considered less stable. These findings emphasize the importance of fund management, risk, and building quality in property investment and construction management, and serve as the basis for developing effective and sustainable subsidized housing programs for all parties involved.
Briket Sekam Padi: Energi Alternatif Ramah Lingkungan bagi Rumah Tangga Desa Suli Mastura Labombang; Adnan Fadjar; Ni Made Ayu Juli Andjani; Muslimin Umar Botjing; Andi Iin Nindy Karlina Kadir
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n9v85908

Abstract

Pemanfaatan briket abu sekam padi sebagai energi alternatif di Desa Suli, Kabupaten Parigi Moutong, diinisiasi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi yang bermanfaat. Topik ini dipilih karena pemanfaatan abu sekam padi masih rendah, sementara potensinya besar untuk dikembangkan menjadi produk energi yang ekonomis. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan intensif yang meliputi pengenalan teknologi briket, pembuatan campuran bahan, proses pencetakan, pengeringan, serta pengujian kualitas briket. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan masyarakat terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam memproduksi briket secara sederhana dan efisien. Selain memiliki nilai kalor yang memadai, briket yang dihasilkan berpotensi digunakan untuk kebutuhan energi rumah tangga maupun peluang usaha skala kecil. Kesimpulannya, program ini tidak hanya menghasilkan produk energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian secara produktif, sehingga mendukung kemandirian energi dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Briket Sekam Padi: Energi Alternatif Ramah Lingkungan bagi Rumah Tangga Desa Suli Mastura Labombang; Adnan Fadjar; Ni Made Ayu Juli Andjani; Muslimin Umar Botjing; Andi Iin Nindy Karlina Kadir
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n9v85908

Abstract

Pemanfaatan briket abu sekam padi sebagai energi alternatif di Desa Suli, Kabupaten Parigi Moutong, diinisiasi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi yang bermanfaat. Topik ini dipilih karena pemanfaatan abu sekam padi masih rendah, sementara potensinya besar untuk dikembangkan menjadi produk energi yang ekonomis. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan intensif yang meliputi pengenalan teknologi briket, pembuatan campuran bahan, proses pencetakan, pengeringan, serta pengujian kualitas briket. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan masyarakat terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam memproduksi briket secara sederhana dan efisien. Selain memiliki nilai kalor yang memadai, briket yang dihasilkan berpotensi digunakan untuk kebutuhan energi rumah tangga maupun peluang usaha skala kecil. Kesimpulannya, program ini tidak hanya menghasilkan produk energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian secara produktif, sehingga mendukung kemandirian energi dan keberlanjutan ekonomi lokal.
Briket Sekam Padi: Energi Alternatif Ramah Lingkungan bagi Rumah Tangga Desa Suli Mastura Labombang; Adnan Fadjar; Ni Made Ayu Juli Andjani; Muslimin Umar Botjing; Andi Iin Nindy Karlina Kadir
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/n9v85908

Abstract

Pemanfaatan briket abu sekam padi sebagai energi alternatif di Desa Suli, Kabupaten Parigi Moutong, diinisiasi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi sumber energi yang bermanfaat. Topik ini dipilih karena pemanfaatan abu sekam padi masih rendah, sementara potensinya besar untuk dikembangkan menjadi produk energi yang ekonomis. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan intensif yang meliputi pengenalan teknologi briket, pembuatan campuran bahan, proses pencetakan, pengeringan, serta pengujian kualitas briket. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk memastikan masyarakat terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan dan kemandirian masyarakat dalam memproduksi briket secara sederhana dan efisien. Selain memiliki nilai kalor yang memadai, briket yang dihasilkan berpotensi digunakan untuk kebutuhan energi rumah tangga maupun peluang usaha skala kecil. Kesimpulannya, program ini tidak hanya menghasilkan produk energi alternatif yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian secara produktif, sehingga mendukung kemandirian energi dan keberlanjutan ekonomi lokal.