Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI PENERAPAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 1 GKB Asma Ayu Radika Sabrina Salzabillah; Awang Setiawan Wicaksono
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v9i2.26505

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV di SD Muhammadiyah 1 GKB, yang menunjukkan motivasi belajar rendah. Pentingnya penelitian ini terletak pada upaya untuk mengatasi masalah rendahnya motivasi belajar, yang dapat memengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan observasi, wawancara, dan pengamatan lapangan sebagai teknik pengumpulan data. Intervensi dilakukan melalui penerapan teknik Self-Regulated Learning yang meliputi penguatan diri, pengamatan model, efikasi diri, dan pembelajaran mandiri. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi belajar kedua subjek, yang ditandai dengan kemampuan mereka menyelesaikan tugas secara mandiri dan mengontrol proses belajar. Kesimpulannya, teknik Self-Regulated Learning terbukti efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil ini menunjukkan pentingnya penerapan metode ini dalam lingkungan pendidikan untuk membantu siswa meningkatkan kemandirian dan motivasi belajar.
Pengaruh Hubungan Berpacaran Terhadap Prestasi Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik Sri Mariya Ningsih; Vira Ardella Yushilliav; Asma Ayu Radika Sabrina Salzabillah
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergaulan remaja sering menjadi perhatian utama karena banyak hal yang mengkhawatirkan terjadi di masa ini. Menurut Hamzah yang dikutip oleh Santrock, pergaulan bebas adalah kumpulan perilaku remaja yang tidak sesuai dengan norma sosial, yang bisa menyebabkan tindakan kriminal. Contohnya adalah penggunaan narkoba, seks bebas yang mengakibatkan kehamilan di luar nikah, dan masalah pacaran yang sering muncul di kalangan remaja. Remaja yang sedang beranjak dewasa menghadapi tantangan baru saat memasuki perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pacaran dan prestasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengambilan sampel yang disebut purposive sampling. Dengan subjek penelitian sejumlah 30 mahasiswa psikologi semester 1. Berdasarkan hasil uji korelasi diketahui nilai r hitung (0,986) > r tabel (0,306), dengan signifikan p=0,000 < 0,005, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pacaran pada mahasiswa psikologi dengan prestasi belajar.
Unhealthy Relationships and Their Impact: Toxic Relationships as a Trigger for Academic Procrastination Asma Ayu Radika Sabrina Salzabillah; Awang Setiawan Wicaksono
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 13 No. 2 (2025): Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i2.20206

Abstract

Adolescents undergo dynamic developmental changes, especially in the realm of interpersonal relationships. Not all these connections are positive; some adolescents experience unhealthy relationships, commonly referred to as toxic relationships, which may compromise their psychological well-being and academic functioning. Academic procrastination often emerges as a response to emotional and relational stress. This study involved 188 high school students and employed a quantitative survey approach to explore the extent to which toxic relationships contribute to academic procrastination. Instruments were developed based on validated theoretical dimensions, and data were analyzed using linear regression and partial correlation. The results indicated that toxic relationships significantly influence academic procrastination, though their contribution remains modest. The physical symptoms of such relationships demonstrated a stronger negative association with task delay compared to emotional and manipulative aspects. These findings highlight the need for intervention strategies focused on promoting healthy interpersonal dynamics and emotional regulation to mitigate procrastination behaviors among students.Remaja berada pada fase perkembangan yang penuh dinamika, termasuk dalam membangun hubungan interpersonal. Namun, tidak semua hubungan bersifat positif; sebagian remaja mengalami hubungan yang tidak sehat atau dikenal sebagai toxic relationship, yang dapat memengaruhi kondisi psikologis serta berdampak pada performa akademik individu. Dalam konteks ini, prokrastinasi akademik kerap muncul sebagai bentuk respons terhadap tekanan emosional dan relasional. Penelitian ini melibatkan 188 siswa SMA dan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei untuk mengeksplorasi sejauh mana hubungan toksik berkontribusi terhadap perilaku prokrastinasi akademik. Instrumen disusun berdasarkan dimensi teoritis yang telah tervalidasi, dan analisis dilakukan melalui regresi linier dan korelasi parsial. Hasil menunjukkan bahwa toxic relationship memiliki pengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, meskipun kontribusinya relatif kecil. Aspek fisik dari hubungan toksik menunjukkan kecenderungan hubungan negatif yang lebih kuat terhadap penundaan tugas dibandingkan aspek emosional dan manipulatif. Temuan ini menekankan pentingnya strategi intervensi yang menargetkan penguatan relasi sehat dan pengelolaan emosi dalam upaya menekan perilaku prokrastinasi akademik di kalangan pelajar.